Terbantahkan, Terdakwa Pastikan Mardani H Maming Tak Terima Dana Gratifikasi Izin Tambang Prediksi BPBD Terkait Ancaman Banjir Rob di Banjarmasin Kini Sejarah Hari Ini: Tragedi Kelam Jumat Kelabu Banjarmasin Keluh Pengusaha Sawit Kalsel Kala Larangan Ekspor CPO Hari Ini, Pesisir Kalsel Dibayangi Hujan Berpetir

Perjalanan Domestik Tak Wajib PCR, Klinik Tirta Tabalong Masih Eksis

- Apahabar.com     Kamis, 24 Maret 2022 - 18:31 WITA

Perjalanan Domestik Tak Wajib PCR, Klinik Tirta Tabalong Masih Eksis

Saat pelaku perjalanan dalam negeri tidak diwajibkan PCR, Klinik Tirta Tabalong masih melayani warga yang melakukan swab PCR. Foto - apahabar.com/M.Al-Amin.

apahabar.com, TANJUNG – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid -19 menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 11 Tahun 2022 tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri (PPDN) pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

Dalam SE tersebut salah satunya berbunyi, PPDN yang telah mendapatkan vaksinasi dosis kedua atau vaksinasi dosis ketiga (booster) tidak diwajibkan menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR atau rapid test antigen. Surat edaran itu berlaku efektif sejak 8 Maret 2022.

Kebijakan tersebut rupanya sedikit banyak berpengaruh terhadap bisnis PCR di Kabupaten Tabalong, meski tidak terlalu signifikan.

Seperti halnya di Klinik Tirta, masih banyak warga yang melakukan tes PCR di klinik yang berlokasi di jalan Ahmad Yani, Kelurahan Mabuun, Kecamatan Murung Pudak.

Staf Administrasi Klinik Tirta Medical Centre Tabalong, Risa, mengaku aturan tersebut turut berimbas terhadap klinik tempatnya bekerja.

“Dengan adanya aturan tersebut membuat menurunnya warga yang melakukan swab PCR di sini meski tidak terlalu banyak,” jelasnya kepada apahabar.com, Kamis (24/3).

Kata Risa, sebelumnya orang yang melakukan swab PCR di tempatnya adalah mereka yang ingin melakukan perjalanan.

“Saat ini orang yang melakukan swab PCR di Klinik Tirta di bawah 50 orang, sebelumnya di atas itu,” ungkapnya.

Meski tidak banyak yang melakukan swab PCR namun stok PCR yang ada masih bisa terpakai, pasiennya para pekerja di perusahaan.

Saat ini Klinik Tirta Tabalong hanya menghabiskan stok PCR kiriman dari  pusat.

“Jadi sementara belum ada lagi kiriman yang masuk. Jika nanti ada kebijakan perusahaan yang tidak mewajibkan PCR lagi dan jika ada sisa stok PCR akan dikembalikan ke Jakarta,” pungkas  Risa.

Sementara itu, pihak Rumah Sakit Pertamina Tanjung (RSPT) saat disudurkan pertanyaan terkait stok PCR dan rapid antigen serta apakah ada kerugian terkait aturan tersebut enggan memberikan tanggapan.

“Mohon maaf, kami masih belum bisa kasih informasi,” kata Humas RSPT, Shinta Erika, baru-baru tadi.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Hot Borneo

Bawa 2 Paket Sabu, Warga Angkinang HSS Diringkus di Tanbu

Hot Borneo

Musim Haji 2022, Barito Kuala Diestimasi Memberangkatkan 71 Jemaah
Kebakaran Muara Rapak Balikpapan

Hot Borneo

Lagi, 2 Jasad Ditemukan Berpelukan di Lokasi Kebakaran Muara Rapak Balikpapan

Hot Borneo

Bupati PPU Diduga Minta Rp1 Miliar untuk Pemilihan Ketua DPD Demokrat Kaltim
Warga Jalan Beliting Darat, Gang Karya 3, Kuin Cerucuk, Banjarmasin Barat, Muhammad Sholiqin saat menunjukan keran yang tidak dialiri air. Foto-Istimewa

Hot Borneo

Duh! Giliran Warga Kuin Cerucuk – Kuin Selatan Banjarmasin Keluhkan Buruknya Distribusi Air PDAM Bandarmasih

Hot Borneo

Edarkan Narkoba, 2 Perempuan Ikut Terjerat Operasi Antik Intan 2022 di Tapin

Hot Borneo

Hadirkan Kejati-Polda Kalsel, HMI Banjarmasin Bahas Isu Intervensi Kampus
Bupati Kotabaru

Hot Borneo

Resmi! Bupati Kotabaru Launching Logo Hari Jadi ke-72
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com