Kronologis Laka Maut di Kandangan Hingga Pemotor Tewas Terlindas Truk Adik Maliki Jadi Saksi, Tegaskan Duit Fee Diminta Abdul Wahid Siap-Siap, Distribusi Air Bersih PT AM Bandarmasih Setop 6 Jam Jalani Sidang Perdana, Suami ‘Ratu’ Arisan Online Bodong Banjarmasin Didakwa Pasal Penipuan & Penadahan Lanjutan Sidang ‘Ratu’ Arisan Online Bodong Banjarmasin, Terdakwa Ngaku Jual Slot Fiktif

Program ANC doctorSHARE di Kotabaru Berupaya Minimalkan Kematian Ibu dan Anak

- Apahabar.com     Selasa, 8 Maret 2022 - 09:54 WITA

Program ANC doctorSHARE di Kotabaru Berupaya Minimalkan Kematian Ibu dan Anak

Puluhan bidan dari tiga Puskesmas di Kotabaru antusias mengikuti pelatihan doctorSHARE. Foto : Istimewa

apahabar.com, KOTABARU – Yayasan doctorSHARE akan menjalankan program Antenatal Care (ANC) selama enam bulan di Kotabaru.

Di Bumi Sa Ijaan, doctorSHARE atau Yayasan Dokter Peduli mengirim empat fasilitator nasional berpengalaman untuk memberikan pelatihan selama satu minggu ke depan.

Di sana, mereka akan menjalankan program ANC yang akan diisi dengan pemeriksaan kehamilan. Tujuannya untuk meningkatkan kesehatan fisik dan mental pada ibu hamil secara optimal.

Dengan cara itu, ibu hamil akan mampu menghadapi masa persalinan, nifas, menghadapi 0 ASI secara eksklusif, serta bisa mengembalikan kesehatan alat reproduksi dengan wajar.

Peluncuran program ini ditandai dengan kegiatan pelatihan ANC bagi para bidan dan kader selama satu minggu ke depan di Hotel Green Surya Kotabaru, baru-baru ini.

Kegiatannya secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan yang diwakili oleh Kabid Kesmas Dinkes Kotabaru Arya Nor Abdi, Ikatan Bidan Indonesia (IBI), kepala puskesmas, serta 50 bidan sebagai pesertanya.

Koordinator Program ANC doctorSHARE, dr. Reymond L Tobing, mengatakan perhatian terhadap masalah kesehatan ibu dan anak yang dilakukan secara berkesinambungan melalui RSA Nusa Waluya II dan program ANC merupakan bentuk partisipasi aktif untuk memenuhi target sistem kesehatan nasional.

“Kita ketahui bersama, angka kematian ibu (AKI) di tahun 2015 mencapai 305/100.000 kelahiran hidup. Sangat jauh dari target 70/100.000 kelahiran hidup pada tahun 2030,” ujarnya.

Reymond menambahkan program ANC ini juga memiliki target jangka panjang yakni untuk menurunkan angka kematian ibu dan anak, baik di Kotabaru, maupun di Indonesia secara umum.

“Melalui pendampingan dan rangkaian pelatihan diharapakan para nakes (bidan dan kader) mengalami peningkatan kapasitas, sehingga ibu-ibu hamil dapat merasakan, dan melakukan kegiatan mandiri untuk kesehatan kehamilannya, seperti senam hamil, dan pengolahan makanan berbahan pangan lokal,” pungkasnya.

Para peserta menyambut baik pelatihan tersebut. Arya, salah satu peserta mengakui sangat membutuhkan pendampingan seperti yang dilakukan doctorSHARE.

“Tentu kami sangat senang atas inisiatif doctorSHARE dalam mengadakan program ANC ini,” katanya.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Alasan Karantina Kotabaru Sulit Diberlakukan di Kotabaru

Pemkab Kotabaru

Alasan Karantina Wilayah Sulit Diberlakukan di Kotabaru

Pemkab Kotabaru

TOP! Kotabaru Peringkat Pertama Ekspor Komoditas Pertanian Tertinggi Nasional
apahabar.com

Pemkab Kotabaru

PT Sebuku Bayar Rp 700 M, Bangun Embung hingga RS di Kotabaru

Pemkab Kotabaru

Bandar Raya Kotabaru Jadi Lokus Penilaian Kualitas Keluarga TPK2D Provinsi Kalsel
Seminar KPK

Pemkab Kotabaru

Hadiri Seminar KPK, Wabup Kotabaru: Penting untuk Mencegah Korupsi
Pelantikan Pejabat Kotabaru

Pemkab Kotabaru

Jelang Ramadan, Puluhan ASN Kotabaru Resmi Duduki Jabatan Baru

Pemkab Kotabaru

Bupati Barru Mendarat di Pulau Laut Kotabaru, Menginap hingga 4 Hari

Pemkab Kotabaru

Dukung Program Pemerintah, SDO Gandeng Dinkes Kotabaru kembali Gelar Vaksinasi Booster
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com