Rodney Goncalves: Pemain Barito Putera Harus Punya Rasa Marah dan Lapar Viral Keributan Suporter Futsal Antar Pelajar di Banjarbaru, Polisi Turun Tangan Hasil MotoGP Jepang: Quartararo Melempem, Bagnaia Crash, Selisih Poin Semakin Menjauh Soal Konversi Kompor Gas ke Listrik, Begini Penjelasan ESDM Kalsel Kronologis Bocah 12 Tahun Ditemukan Meninggal Terseret Banjir Halong Balangan

Suami Ditahan, IRT di Banjar Ditemukan Tewas Tergantung

Selama suaminya ditahan, MV harus menghidupi anak-anaknya yang masih belia seorang diri.
- Apahabar.com     Sabtu, 5 Maret 2022 - 20:47 WITA

Suami Ditahan, IRT di Banjar Ditemukan Tewas Tergantung

MV (32) seorang IRT di Kabupaten Banjar diduga nekat mengakhiri hidup lantaran tekanan mental. Foto: Ist

apahabar.com, MARTAPURA – Seorang ibu rumah tangga (IRT) berinisial MV (32) di Mandiangin, Banjar diduga nekat mengakhiri hidupnya secara tragis. Jasadnya ditemukan tergantung di dapur rumah oleh anaknya sendiri.

Penemuan jasad MV berlangsung pada Jumat (4/3) sekira pukul 17.30 di kediamannya Desa Mandiangin Timur, Kecamatan Karang Intan.

Dari informasi RM, rekan MV, korban diduga mengakhiri hidup karena depresi lantaran faktor ekonomi dan beban hidup.

“Setahu saya dia punya anak banyak, empat atau lima kalau tidak salah, masih kecil semua,” ungkapnya kepada apahabar.com.

RM yang merupakan rekan sekolah korban menyebut suami MV juga sedang ditahan karena kasus narkoba. Hal inilah yang diduga RM menjadi pemicu MV nekat mengakhiri hidup.

“Korban sempat hendak mengutang, sudah diberi untuk memberi anak-anaknya,” ujar RM.

Sementara, Kapolres Banjar AKBP Doni Hadi Santoso melalui Kasi Humas Iptu H Suwarji saat dikonfirmasi, belum mengetahui pasti motif bunuh diri MV.

“Sesuai info kami terima yang bersangkutan sudah berkeluarga,” ucapnya, Sabtu (5/3).

Mengenai kronologis, berdasarkan saksi mata, SA anak korban, saat ke dapur ia melihat ibunya sudah dalam keadaan tergantung di kasau dapur menggunakan selendang batik warna krim yang dirobek jadi dua.

Setelah itu saksi berteriak memanggil RA. Sesaat kemudian RA langsung berusaha mengangkat tubuh ibunya yang tergantung sambil berteriak minta tolong.

“Kemudian datang AK dan memotong selendang yang dipergunakan untuk gantung diri,” papar Suwarji.

Saat sampai dilantai dan diperiksa, ternyata korban MV sudah dalam keadaan meninggal dunia.

Dari hasil olah TKP Polres Banjar, kematian korban murni bunuh diri karena tidak ada ditemukan tanda-tanda kekerasan.

“Hasil olah TKP unit identifikasi Polres Banjar tidak ditemukan bekas jeratan di leher, karena tidak menggunakan tali melainkan kain selendang. Juga tidak ada ditemukan tanda tanda kekerasan lainnya,” tutup Suwarji.

Catatan redaksi: Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi kepada siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi Anda pembaca yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Skf indonesia

News

Dukung Industri Otomotif, SKF Siapkan Komponen Kendaraan Hybrid dan Listrik

News

Presiden KSPI Ancam Kerusuhan Sosial dan Mogok Nasional Soal Kenaikan BBM
dolar as

News

Dolar AS Menguat, Emas Antam Turun ke Rp946 Ribu

News

Duh, Suami di Tabalong Polisikan Istri Sendiri
Pembunuhan

News

Terungkap Motif Pembunuhan-Pencabulan Gadis 14 Tahun

News

Sah! Resmi Melantai di Bursa Efek, Kebab Turki Jadi Emiten Ke-34 Sepanjang 2022
cacar monyet

News

1000 Vaksin Dikirim ke Indonesia, Ketua Satgas Monkeypox: Ada 3 Kelompok Prioritas Penerima 
Pencabulan

News

Dapat Bisikan Gaib Dalih Pelaku Pencabulan Balita di Samarinda
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com