Santer Disebut Ingin Mengusung Anies Menjadi Capres 2024, PKS: Nama Capres Masih Dikaji Tugu 0 Kilometer Banjarmasin Senilai Ratusan Miliar, Apa Manfaatnya? Ada Lomba VR Challenge Berhadiah iPad Mini di GIIAS 2022 Habis Covid-19, Giliran TBC Mengancam Banjarmasin Misteri Air Putih Pemerkosaan Berkedok Nikah Batin di Tapin
agustus

Tersandung Penyelewengan Dana Desa, Kades Belandean Muara Batola Akhirnya Ditahan

- Apahabar.com     Kamis, 10 Maret 2022 - 17:36 WITA

Tersandung Penyelewengan Dana Desa, Kades Belandean Muara Batola Akhirnya Ditahan

Petugas dari Kejaksaan Negeri Barito Kuala membawa MDF memasuki Rutan Kelas IIB Marabahan, Kamis (10/3). Foto: Istimewa

apahabar.com, MARABAHAN – Seusai ditetapkan sebagai tersangka penyelewengan Anggaran Dana Desa sejak 8 Desember 2021, Kepala Desa Belandean Muara, Kecamatan Alalak, Barito Kuala, akhirnya masuk ruang tahanan, Kamis (10/3).

Kades berinisial MDF itu ditempatkan di Rutan Kelas IIB Marabahan, setelah tim penyidik dari Bidang Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Barito Kuala menyelesaikan tahap satu penyidikan.

“Bidang Pidsus telah melaksanakan tahap dua atas tersangka MDF dalam perkara tindak pidana korupsi pengelolaan APBDes Belandaen Muara,” papar Kajari Batola, Eben Neser Silalahi, melalui Kasi Intel M Hamidun Noor, Kamis (10/3).

“Setelah serah terima tanggung jawab dan barang bukti, Jaksa Penuntut Umum akan segera mempersiapkan surat dakwaan untuk dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi di Pengadilan Negeri Banjarmasin,” imbuhnya.

Sebelum ditetapkan sebagai tersangka, MDF sedianya diharuskan mengelola dan bertanggung jawab atas Anggaran Dana Desa 2020 sebesar Rp1.063.557.100.

Namun dalam perjalanan selanjutnya, terdapat beberapa kegiatan yang tidak sesuai dengan ketentuan sebagaimana mestinya.

“Setelah dilakukan pemeriksaan, penyelewengan yang dilakukan MDF menyebabkan kerugian negara sebesar Rp191.813.407,” beber Hamidun.

Tersangka dijerat Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 subsidiair Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang No.31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang No.20 Tahun 2001.

MDF sendiri ditetapkan sebagai tersangka sejak 8 Desember 2021. Namun pria berusia 28 tahun ini tidak langsung ditahan, karena dinilai mampu bekerja sama dengan penyidik.

Salah satunya berusaha mengembalikan uang sebesar Rp30 juta dari total nilai kerugian negara.

Lagi, Kades di Barito Kuala Terjerat Penyelewengan Anggaran Desa

Editor: Bastian Alkaf - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Jukir Palangka Raya

Hot Borneo

Duh, Jukir Palangka Raya Tewas Bersimbah Darah dalam Barak
Korupsi

Hot Borneo

Sekda HSU Berbelit, Hakim Ketua Dibuat Geram

Hot Borneo

Bentuk Unit Siaga di IKN Nusantara, Basarnas Kaltim Atensi Ancaman Banjir
Pertamax

Hot Borneo

Pertamax Naik, Pertalite di 4 SPBU Perbatasan Kalsel-Kaltim Kosong!
Golkar

Hot Borneo

Pemilu 2024, Golkar Kalsel Melek Medsos
Viral Tiga Wanita di Tanbu Berjoget Sambil Pegang Foto Ulama

Hot Borneo

Viral 3 Wanita di Tanbu Joget Sambil Pegang Foto Ulama, Ini Kata Polisi
Joko Pitoyo Ketua Nasdem Tala

Hot Borneo

Sah! Joko Pitoyo Resmi Jabat Ketua Nasdem Tala

Hot Borneo

Jelang Bulan Puasa, Harga Bahan Pokok di Tanah Bumbu Bergerak Naik
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com