Viral Surat Cinta BPK untuk Masyarakat Setelah Insiden Maut di Lingkar Dalam [ANALISIS] Tembok Retak RS Sultan Suriansyah Tuai Sorotan Aturan Baru Berlaku, Penumpang di Syamsudin Noor Masih Stagnan  Cuaca Hari Ini, Hujan Disertai Petir Mengintai Kalsel Ribuan Lahan Padi di Kalsel Terancam Kerdil dan Menguning, Dinas TPH: Jangan Panik

Viral Spanduk ‘Indonesia 1958’ di Pertandingan Liga Europa, Sindir Keterlibatan Amerika Serikat

- Apahabar.com     Jumat, 18 Maret 2022 - 22:55 WITA

Viral Spanduk ‘Indonesia 1958’ di Pertandingan Liga Europa, Sindir Keterlibatan Amerika Serikat

Kelompok suporter Red Star Belgrade membentangkan spanduk yang menyindir keterlibatan Amerika Serikat dalam peperangan di sejumlah negara. Foto: Detik

apahabar.com, JAKARTA – Spanduk bertuliskan ‘Indonesia 1958’ menjadi viral, setelah dibentangkan pendukung Red Star Belgrade dalam pertandingan Liga Europa melawan Rangers di Rajko Mitic Stadium, Jumat (18/3) dini hari.

Spanduk tersebut dipercaya sebagai kampanye antiperang, karena juga terdapat tulisan lain seperti ‘Korea 1950′, Guatemala 1954’, ‘Libya 2011’ hingga ‘Syiria 2011’.

Sementara di bagian akhir spanduk tertulis ‘All we are saying is give peace a chance’. Ini merupakan kutipan lirik lagu antiperang karya John Lenon berjudul ‘Give Peace a Chance’.

Seperti dilansir CNN, spanduk ‘Indonesia 1958’ merujuk pemberontakan Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia (PRR) Semesta di Sumatera dan Sulawesi.

Badan Intelijen Amerika Serikat (CIA) ditengarai memberikan dukungan kepada pemberotakan yang dipimpin Letnan Kolonel Maluddin Simbolon itu.

Dukungan diberikan lantaran AS tak ingin Indonesia jatuh dalam pengaruh komunisme. Bantuan diberikan dalam bentuk senjata dan pesawat pengebom.

Dalam peristiwa itu, salah satu pesawat B-26 milik Amerika Serikat ditembak jatuh di Ambon, tepatnya 18 Mei 1958. Agen CIA yang mengemudikan pesawat itu, Allen Lawrence Pope, berhasil ditangkap hidup-hidup.

Penangkapan Allen Pope menunjukkan keterlibatan langsung CIA dalam pemberontakan PRRI-Permesta. Negeri Paman Sam kemudian menarik bantuan dari pasukan pemberontak, sedangkan Indonesia melepas Pope dan sukses menumpas PRRI-Permesta.

Terkait spanduk ‘Indonesia 1958’, penggemar Red Star menyindir Amerika Serikat, NATO dan negara sekutu barat soal invasi di negera-negara seperti Yaman, Libya, Suriah dan Afghanistan.

Namun demikian, bentangan spanduk itu tidak berakhir manis. Meski Red Star menang 2-1 atas Rangers, mereka tetap gagal ke perempat final Liga Europa karena kalah agregat 2-4.

Editor: Bastian Alkaf - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Jokowi Rusia

News

Dear Putin! Jokowi Serukan Hentikan Perang

News

Mudik Lebaran 2022, Polri Pastikan Tak Ada Check Point Pencegatan
Harga Emas Antam

News

Harga Emas Antam Turun, Rp982 Ribu per Gram
antrean pcr

News

Ditemukan Subvarian Baru Omicron, Ironisnya di Pusat Karantina China

News

Gegara ‘Judi Online’, Crazy Rich Ini Kini Tinggal di Jeruji Besi
Pemkot Banjarmasin

News

Miris, Ada Warga Miskin Banjarmasin Ditolak Beli LPG 3 Kilo

News

Wajib Pindah ke IKN Nusantara, ASN Kementerian Dapat Tunjangan Tambahan

News

Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Enggano Bengkulu, Tidak Berpotensi Tsunami
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com