Terbantahkan, Terdakwa Pastikan Mardani H Maming Tak Terima Dana Gratifikasi Izin Tambang Prediksi BPBD Terkait Ancaman Banjir Rob di Banjarmasin Kini Sejarah Hari Ini: Tragedi Kelam Jumat Kelabu Banjarmasin Keluh Pengusaha Sawit Kalsel Kala Larangan Ekspor CPO Hari Ini, Pesisir Kalsel Dibayangi Hujan Berpetir

Aktivis Asing Ungkap Kelakuan Kanada yang Buang Sampah ke Indonesia

- Apahabar.com     Jumat, 22 April 2022 - 15:28 WITA

Aktivis Asing Ungkap Kelakuan Kanada yang Buang Sampah ke Indonesia

Ilustrasi. Foto-Net.

apahabar.com, JAKARTA – Kasus kiriman sampah secara ilegal dari Kanada ke sejumlah negara berkembang, termasuk Indonesia, terungkap dalam sebuah film dokumenter karya aktivis asing.

The Fifth Estate dalam tayangan dokumenter menemukan bahwa perusahaan daur-ulang Kanada mengirim sampah rumah tangga yang tak terpilah secara ilegal.

Kiriman ini dilakukan dengan cara menyembunyikan sampah tak terpilah itu ke sampah yang sudah mendapatkan persetujuan untuk diekspor.

“Isi tempat sampah biru kami dikumpulkan dan dibuang dan 3,3 juta ton sampah plastik dipilah per tahun. [Namun] kurang dari sepuluh persen [sampah] plastik itu didaur ulang,” kata jurnalis The Fifth Estate, Gillian Findlay, dalam dokumenter berjudul “Canadian Recycling Companies Caught Shipping Illegal Trash Overseas,” yang dipublikasikan, dilansir CNN Indonesia, Kamis (21/4).

Salah satu aktivis cilik asal Indonesia, Aeshnina Azzahra Aqilani (14), juga mengungkapkan kekhawatirannya atas masalah sampah plastik yang dikirim Kanada ke RI.

Ia membuat surat kepada Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau, untuk tak membuang sampah plastik Kanada ke Indonesia.

“Kepada, Perdana Menteri [Kanada], kenapa Anda mengirim sampah Anda ke negara saya? Anda harus mengelola sampah Anda di negara Anda,” ujar Nina dalam dokumenter tersebut.

Dokumenter tersebut kemudian menunjukkan aktivitas Nina yang berupaya memungut sampah plastik di Sungai Brantas, Jawa Timur, bersama teman-temannya. Terlihat tumpukan sampah plastik memenuhi pinggiran sungai dan tersangkut pada tumbuhan yang berada di daerah itu.

Selain itu, Nina juga menceritakan masalah pembelian sampah kertas di Indonesia.

“Jadi pabrik kertas di Indonesia, mereka membeli sampah kertas dari negara maju, tetapi negara maju, mereka menyelundupkan sampah plastik mereka ke Indonesia karena mereka tahu bahwa daur ulang plastik itu sangat sulit dan mahal. Makanya mereka selundupkan saja ke Indonesia,” kata Nina.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Stunting

News

Kaya Hasil Laut, Kotabaru Diharapkan Bebas Kasus Stunting

News

Begini Kronologi Ustaz Abdul Somad Ditolak Masuk Singapura

News

Polsek Simpang Empat Tanbu Gulung Dua Pengedar dan Satu Pemakai Sabu
THR

News

Presiden Jokowi Sebut Kemitraan Strategis KY-MA Kunci Menjaga Marwah Para Hakim
Jalan Hauling Tapin

News

Warga 3 Desa Blokade Jalan Hauling di Salam Babaris Tapin!
THR

News

Asyik! Kemnaker Pastikan Surat Edaran THR Terbit Minggu Depan
Arisan Tanah Bumbu

News

DITANGKAP! Wanita Bandar Arisan Bodong di Tanah Bumbu
Kominfo-UGM

News

Siap-siap, Kominfo Buka Beasiswa S2 untuk Umum dan PNS
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com