Siap-siap, Kominfo Buka Beasiswa S2 untuk Umum dan PNS Bus Peziarah Tabrak 3 Rumah di Ciamis, Penumpang Berlompatan Cuaca Kalsel Hari Ini: Hujan Disertai Petir Berpotensi Terjadi di Sejumlah Wilayah Ehemm, H Sondani Jatuh Hati pada Pandangan Pertama Tim Iptu Widodo Bergerak ke Luar Amuntai, Duo Pengeroyok Bripda Akmal Diminta Serahkan Diri!

Alot, Rapat Paripurna DPRD Banjar Bahas Komposisi Komisi Sempat Memanas

Berlangsung alot, rapat Paripurna DPRD Kabupaten Banjar sempat memanas, bahkan peserta saling adu 'urat saraf' soal komposisi komisi.
- Apahabar.com     Rabu, 6 April 2022 - 23:20 WITA

Alot, Rapat Paripurna DPRD Banjar Bahas Komposisi Komisi Sempat Memanas

Berlangsung alot, Rapat Paripurna DPRD Banjar sempat memanas, Rabu (6/4). Foto-apahabar.com/Hendra

apahabar.com, MARTAPURA – Berlangsung alot, rapat Paripurna DPRD Kabupaten Banjar sempat memanas, bahkan peserta saling adu ‘urat saraf’ soal komposisi komisi, Rabu (6/4).

Rapat Paripurna DPRD Banjar sendiri agendanya pengesahan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) dan laporan keterangan pertanggung jawaban (LKPJ) Pemkab Banjar, yang dipimpin Wakil Ketua A Rizanie Anshari.

Rapat sempat memanas usai dibacakan konsep perubahan komposisi anggota komisi-komisi untuk disetujui, yakni Komisi I beranggotakan 8 anggota, 10 anggota di Komisi II, 11 anggota di Komisi III, dan 12 anggota di Komisi IV.

Konsep ini langsung dihujani interupsi peserta rapat. Saidan Pahmi dari Fraksi Demokrat mengatakan komposisi dalam komisi mestinya minimal 9 anggota dan maksimal 11 anggota seperti dalam tata tertib dewan.

“Kalau konsep dari pimpinan ini maksimal 12 anggota minimal 8 anggota. Ini punya konsekuensi terhadap peraturan yang lainnya, karena melanggar asas tata tertib kita. Soal orangnya (yang mengisi) itu serahkan ke fraksi masing-masing” terangnya.

Pendapat Saidan ini pula diamini legislator lainnya seperi Irwan Bora dari Fraksi Gerindra, dengan alasan keefektifan dan efisiensi.

“Karena aturan ini tim kolegal harusnya sejak awal susunan itu harus jelas, jangan seakan-akan ada ego individu,” ucap Irwan diiringi tepuk tangan lainnya.

“Jumlah keanggotaan tiap komisi ditetapkan dengan mempertimbangkan keimbangan dan pemerataan jumlah komisi, bisa dipahami gak?” cetus Soraya dari Fraksi PAN membacakan Tatib dewan.

Pembahasan ini cukup alot dan lama, hingga beberapa kali sidang diskors, hingga akhirnya selesai sekitar pukul 17.30 WITA menjelang buka puasa. Hasilnya tetap sama dengan konsep kompisisi awal. Namun rapat dengan pembahasan LKPJ terpaksa ditunda lantaran waktu tidak memungkinkan.

Usai Paripurna, Wakil Ketua DPRD Banjar Akhmad Rizanie Anshari mengatakan semua yang di dewan ini butuh komunikasi politik dan berjalan dinamis.

“Ketika komposisi komisi ini jadi hak kawan-kawan menentukan sikap siapa yang dipilih dan tidak dipilih. Persoalan ini kan rahanya politik, makanya dalam formasinya perlu ada penyegaran agar lembaga ini jadi lebih baik,” katanya.

Sekadar diketahui, periode alat kelengkapan dewan di DPRD Banjar hanya selama 2 tahun 6 bulan, sehingga harus ada pembaharuan pengesahan lagi.

DPRD Banjar Kunker, LSM Berdemo

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Hot Borneo

Siang Bolong, Jago Merah Amuk 7 Motor dan 2 Rumah di Tapin
Kebakaran Samarinda

Hot Borneo

Pasar Segiri Samarinda Membara, Lapak-Lapak Terbakar
Menteri Tito

Hot Borneo

Pemkot Banjarmasin Gandeng Yusril, Wali Kota Banjarbaru Tak Gentar

Hot Borneo

Update Banjir Tanah Laut: Rendam 531 Rumah di Tiga Kecamatan
Nakes Banjarmasin

Hot Borneo

Curhat Nakes Banjarmasin: 3 Bulan Tak Gajian hingga Terlilit Utang
Wifi Gratis Banjarmasin

Hot Borneo

Wifi Gratis Banjarmasin Tersebar di 22 Titik Fasilitas Umum, Simak Lokasinya
Pegawai Bank

Hot Borneo

Pegawai Bank BUMN di HSS Nekat Gantung Diri, Diduga Terjerat Penggelapan Uang Nasabah-Pinjol!

Hot Borneo

Oknum Polisi yang Terlibat Kasus Kayu Ilegal Ternyata Desersi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com