Viral Surat Cinta BPK untuk Masyarakat Setelah Insiden Maut di Lingkar Dalam [ANALISIS] Tembok Retak RS Sultan Suriansyah Tuai Sorotan Aturan Baru Berlaku, Penumpang di Syamsudin Noor Masih Stagnan  Cuaca Hari Ini, Hujan Disertai Petir Mengintai Kalsel Ribuan Lahan Padi di Kalsel Terancam Kerdil dan Menguning, Dinas TPH: Jangan Panik

AS Ancam Boikot Pertemuan G20 Bali, Pemerintah RI Angkat Bicara

Amerika Serikat (AS) mengancam akan memboikot sejumlah pertemuan G20, jika Rusia tidak dikeluarkan dari kelompok itu. Pemerintah Indonesia pun buka suara.
- Apahabar.com     Sabtu, 9 April 2022 - 15:32 WITA

AS Ancam Boikot Pertemuan G20 Bali, Pemerintah RI Angkat Bicara

Presiden Joe Biden. Foto-Ist

apahabar.com, JAKARTA – Amerika Serikat (AS) mengancam akan memboikot sejumlah pertemuan G20, jika Rusia tidak dikeluarkan dari kelompok itu. Pemerintah Indonesia pun buka suara.

Rencana kedatangan Presiden Rusia Vladimir Putin ke pertemuan G20 di Bali pada November membuat negeri Paman Sam meradang. Menteri Keuangan AS Janet Yellen mengatakan hal tersebut sudah dijelaskan Presiden Joe Biden. Bahkan Indonesia sebagai presidensi sudah diberi tahu.

Terkait hal tersebut, pemerintah Indonesia turut angkat bicara. Namun, tidak ada jawaban tegas soal rencana kehadiran Putin yang tidak diinginkan sejumlah negara.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah mengatakan tidak semua pernyataan perlu direspons.

“Kami mencermati apa yang disampaikan oleh Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS), namun kami juga memiliki kebijakan untuk tidak mengomentari statement yang disampaikan tersebut. Tidak semua pernyataan perlu kita respons,” katanya, dilansir dari CNBC Indonesia, Kamis (7/4/2022).

Terlepas dari polemik tersebut, dia mengatakan persiapan terus dilakukan. Undangan pun telah disampaikan kepada seluruh anggota G20.

“Dari perspektif Indonesia, kita menjalankan apa yang menjadi preseden penyelenggaraan G20 dengan tetap mengharapkan kehadiran dari seluruh anggota G20 dalam berbagai rangkaian pertemuan G20,” tuturnya.

Sebelumnya, Yellen mengatakan Biden meminta agar Rusia dikeluarkan dari G20. Ditegaskannya pula Rusia telah melakukan tindakan tercela. Peristiwa pembantaian di Bucha, Ukraina yang disebut Barat dilakukan Rusia, ujarnya, adalah bentuk penghinaan pada aturan global.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Pembalakan Liar

News

Politisi Gerindra Divonis Bebas Kasus Pembalakan Liar, Alasannya Tak Sengaja!
NATO

News

Untuk Pertama Kalinya, NATO Kerahkan Pasukan Khusus NRF Guna Pertahankan Ukraina
Haji

News

Presiden Jokowi Terbitkan Keppres Biaya Ibadah Haji 2022

News

Tak Banyak Diketahui, Wisata Bahari di Kerayaan Kotabaru Bikin Penasaran
IHSG Menguat

News

Investor Nilai Kembali Prospek Inflasi, IHSG Rabu Pagi Menguat
Solar

News

Tak Langka, Ini Penyebab Antrean Solar di SPBU

News

Kremlin Ungkap Jokowi dan Putin Teleponan Bahas KTT G20, Ini Isinya
Partai

News

PSI dan PKB Kalsel Sepakat Kawal Kebijakan Pemerintah Pro Rakyat
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com