Pelunasan Bipih Ditutup, Puluhan Jemaah Cadangan Lengkapi Kuota Haji Kalsel 2022 Innalillahi, Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Buya Syafii Maarif Tutup Usia PT BKB Tanbu Laporkan Ormas KPK Tipikor Kalsel ke Polisi [ANALISIS] Judi ‘Gurak’, Ritual Adat atau Kepentingan Pribadi? Kebakaran Simpang Telawang, Korban Tetap Tinggal Saat Api Berkobar

Buron, Koruptor Lamongan Jualan Pecel Lele di Tanah Bumbu

RS diamankan saat hendak menyajikan hidangan ke pelanggan. Dulunya, timlak proyek pavingisasi yang menggebosi keuangan negara.
- Apahabar.com     Sabtu, 9 April 2022 - 13:09 WITA

Buron, Koruptor Lamongan Jualan Pecel Lele di Tanah Bumbu

RS begitu tiba di Kejari Lamongan langsung dihadapkan ke awak media. Foto: Detik.com

apahabar.com, BATULICIN – Dua tahun lamanya nama RS (47) jadi perbincangan hangat. Ia menjadi sosok paling diburu Kejaksaan Lamongan.

RS merupakan Kepala Urusan (Kaur) Desa Sumberejo, Pucuk. Ia tersangkut kasus dugaan korupsi dana desa. Pembangunan sejumlah pekerjaan tak beres. Tak sesuai volume.

“Yang ditentukan dalam kegiatan fisik pavingisasi jalan desa yang telah menyebabkan kerugian keuangan negara,” kata Kasi Intel Kejari Lamongan, Condro Maharanto, dilansir apahabar.com dari Detik.com, Sabtu (9/4).

Kasus yang menyeret RS adalah pengembangan dari terpidana Achmad Andis sekretaris Desa Sumberejo dan Bulhar selaku Pj Kades Sumberejo. Keduanya lebih dulu mendekam di sel tahanan dan kasusnya sudah inkrah.

Nah, saat kasus ini dikembangkan, RS melarikan diri ke Kabupaten Tanah Bambu. Perkara RS sendiri sebenarnya sudah masuk tahap persidangan.

“Dan sudah putus dilakukan terpidana AA selaku sekretaris desa dan Bulhar selaku Pj. Kades ketika itu,” ungkap Condro.

“RS ditetapkan tersangka hasil pengembangan perkara terdahulu,” ujar Cokro.

Di Tanah Bumbu, RS diamankan pada Rabu (6/4) sekitar pukul 19.10. Saat itu ia tengah asyik menggoreng ayam di sebuah warung Pecel Lele Lamongan.

“Kita amankan saat akan menyajikan ayam goreng kepada pelanggan,” ujarnya.

Sempat dititipkan di sel Polres Tanah Bumbu, RS lalu diterbangkan ke Surabaya pada esok harinya.

RS selaku tim lapangan, tegas Condro, bersama-sama dengan AA dan Bulhar melakukan tindak pidana korupsi dana desa hingga negara merugi Rp 218.296.550.

Mereka disangkakan melanggar Pasal 2 atau Pasal 3 junto Pasal 18 ayat (1) huruf a dan huruf b ayat (2) dan ayat (3) UU No 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas UU Nomor 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi junto Pasal 55 ayat ke (1) KUHP.

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Kongres Pertama APBI

Hot Borneo

Kongres Pertama APBI, Mahasiswa Kedokteran Tiongkok Asal Kalsel Terpilih Sebagai Ketua
Rumah Ambrol

Hot Borneo

Lagi, Geger Rumah Miring di Banjarmasin

Hot Borneo

Belum Sempat Transaksi Narkoba, Warga Landasan Ulin Banjarbaru Ditangkap Polisi
IWD 2022

Hot Borneo

IWD 2022, Puluhan Muda-Mudi Banjarmasin Gaungkan Pengesahan RUU TPKS!
Sidang wahid

Hot Borneo

Blak-blakan, Kasi Jembatan HSU Beri Kesaksian di Persidangan Bupati Nonaktif Abdul Wahid
Muroi Raya

Hot Borneo

Jelang Berbuka! Api Berkobar di Muroi Kapuas, 3 Rumah Hangus
Pertamax

Hot Borneo

Pertamax Naik, Pertalite di 4 SPBU Perbatasan Kalsel-Kaltim Kosong!

Hot Borneo

Triwulan Pertama 2022, Banyak Orang Depresi di Tabalong, Kenali Ragam Faktornya
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com