Demam Skuter Listrik, Di Banjarmasin Rp35 Ribu Free Foto Siap-siap, Kominfo Buka Beasiswa S2 untuk Umum dan PNS Bus Peziarah Tabrak 3 Rumah di Ciamis, Penumpang Berlompatan Cuaca Kalsel Hari Ini: Hujan Disertai Petir Berpotensi Terjadi di Sejumlah Wilayah Ehemm, H Sondani Jatuh Hati pada Pandangan Pertama

Dampak Besar Kenaikan Minyak Dunia, RI Nombok Rp5,7 Triliun

- Apahabar.com     Senin, 11 April 2022 - 11:17 WITA

Dampak Besar Kenaikan Minyak Dunia, RI Nombok Rp5,7 Triliun

Ilustrasi migas. Foto-Istimewa via Meredeka.com

apahabar.com, JAKARTA – Kenaikan harga minyak mentah dunia berdampak cukup besar bagi keuangan negara. Tercatat, setiap kenaikan harga minyak sebesar US$ 1 per barel, beban kompensasi BBM yang ditanggung oleh pemerintah bisa mencapai Rp 5,7 triliun.

Harga minyak mentah dunia saat ini telah berada di atas US$ 100 per barel. Sementara asumsi harga minyak dalam APBN 2022 adalah US$ 63 per barel. Artinya terdapat gap sekitar US$ 40 per barel antara asumsi harga minyak dengan harga saat ini.

Anggota Dewan Energi Nasional (DEN), Satya Widya Yudha mengatakan bahwa berdasarkan exercise yang pihaknya lakukan bersama beberapa Kementerian bahwa setiap kenaikan US$ 1 per barel, maka dampak terhadap APBN cukup besar.

“Kenaikan US$ 1 per barel itu negara tambah kompensasi Rp 5,7 triliun untuk kenaikan US$ 1 per barel. Kalau sekarang asumsi US$ 63 per barel, saat ini sudah di atas US$ 100 per barel, mulai kalikan saja Rp 5,7 triliun dikali 40,” ujarnya dilansir dari CNBC Indonesia, Senin (11/4/2022).

Menurut Satya, kondisi tersebut yang harus benar-benar pemerintah perhatikan saat ini. Apalagi, kondisi perekonomian masyarakat juga belum sepenuhnya pulih imbas dari adanya pandemi Covid-19.

DEN pun mengusulkan agar proses distribusi BBM dapat dilakukan secara tertutup. Pasalnya, jika masih tetap menggunakan pola distribusi terbuka, dimana orang tidak dibatasi untuk membeli BBM, maka penyaluran akan selalu melebihi kuota.

“Orang gak dibatasi dia mau beli Pertalite, Pertamax, Solar subsidi atau Solar non subsidi itu pengawasannya gak bagus,” ujarnya.

Seperti diketahui, PT Pertamina resmi menaikkan harga jual Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Ron 92 atau Pertamax menjadi Rp 12.500-Rp 13.000 per liter dari yang sebelumnya Rp 9.000-Rp 9.400 per liter. Kenaikan tersebut mulai berlaku pada 1 April 2022.

Kenaikan harga minyak mentah dunia di pasar internasional belakangan ini menjadi salah satu penyebab utama harga BBM non subsidi turut mengalami kenaikan.

Kenaikan harga minyak mentah dunia itu pun turut mengerek harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) pada Maret 2022 sebesar US$ 113,50 per barel dari yang sebelumnya US$ 95,72 per barel.

Adapun kenaikan ini tercantum dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 33.K/MG.03/DJM/2022 tentang Harga Minyak Mentah Indonesia Bulan Maret 2022 tanggal 1 April 2022.

“Harga rata-rata minyak mentah Indonesia untuk bulan Maret 2022 ditetapkan sebesar US$ 113,50 per barel,” demikian bunyi diktum keempat Kepmen tersebut dikutip pada Minggu (10/4/2022).

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Hot Borneo

Bantu Korban Tenggelam, Remaja di Kukar Ditemukan Meninggal Dunia
wisata buatan

Hot Borneo

Wisata Buatan di Kawasan Rantau Baru Diminati Pemudik untuk Bersantai, PKL Raup Keuntungan
PLN

Hot Borneo

Pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan 2021, PLN UIP Kalbagtim Optimis Capai Kinerja 2022
Mardani H Maming

Hot Borneo

Kooperatif, Mardani H Maming Penuhi Panggilan sebagai Saksi Sidang Suap IUP
Kaltim

Hot Borneo

Kasus Covid-19 Cepat Naik, Gubernur Kaltim: Menurut Saya Ini Gelombang Terakhir
Habib Palsu

Hot Borneo

Memanas, Tudingan Habib Palsu di Banjarmasin Berbalas Laporan Polisi
Covid-19 Banjarmasin

Hot Borneo

[ANALISIS] Pakar ULM Bicara Transisi Indonesia Menuju Endemi Covid-19
Cuaca Kalsel

Hot Borneo

Tak Ada Peringatan Dini, Simak Prakiraan Cuaca Kalsel Hari Ini
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com