Demam Skuter Listrik, Di Banjarmasin Rp35 Ribu Free Foto Siap-siap, Kominfo Buka Beasiswa S2 untuk Umum dan PNS Bus Peziarah Tabrak 3 Rumah di Ciamis, Penumpang Berlompatan Cuaca Kalsel Hari Ini: Hujan Disertai Petir Berpotensi Terjadi di Sejumlah Wilayah Ehemm, H Sondani Jatuh Hati pada Pandangan Pertama

Dua Kali Vonis Bebas, Pelaku Kasus Ujaran Kebencian di Kotabaru Kalsel Kembali Ditahan

- Apahabar.com     Sabtu, 9 April 2022 - 22:54 WITA

Dua Kali Vonis Bebas, Pelaku Kasus Ujaran Kebencian di Kotabaru Kalsel Kembali Ditahan

Kejaksaan Negeri Kotabaru kembali melanjutkan kasus pelanggaran UU ITE yang dilakukan DW. Foto: Istimewa

apahabar.com, KOTABARU – Warga Kotabaru berinisial DW (24) kembali harus berurusan dengan hukum, setelah dinyatakan bersalah dalam kasus Informasi dan Transaksi Elekronik (ITE).

DW baru saja dijemput Kejaksaan Negeri (Kejari) Kotabaru, Kamis (24/3) sekitar pukul 21.00 Wita.

Penjemputan ini didasari putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 237 K/Pid.sus/2022 tertanggal 15 Februari 2022.

Dalam putusan tersebut, DW dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antar golongan.

“Hal itu tertuang dalam Pasal 45A ayat 2 jo Pasal 28 ayat 2 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang informasi dan Transaksi Elektronik (ITE),” jelas Kajari Kotabaru, Andi Irfan Syafruddin, melalui Kasi Intelejen, M Riduan, Sabtu (9/4) malam.

Berdasarkan fakta yang terungkap dalam persidangan, DW dituntut dengan pidana penjara selama 5 tahun dan denda sebesar Rp20 juta.

“Itu dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar, maka diganti dengan menjalani pidana penjara selama 3 bulan,” papar Riduan.

Vonis Bebas

Ini merupakan penjemputan kesekian yang harus diterima DW. Sebelumnya honorer ini diajukan ke Pengadilan Negeri (PN) Kotabaru atas penyebaran konten khilafah di media sosial.

Namun dalam sidang yang berlangsung 9 September 2020, DW dinyatakan tidak bersalah. Hakim menilai Jaksa Penuntut Umum (JPU) menggunakan pasal yang sudah dicabut.

Sehari setelah dinyatakan tak bersalah, DW kembali dijemput setelah JPU mengajukan dakwaan sesuai pasal-pasal UU ITE.

Lantas dalam sidang putusan tertanggal 26 Oktober 2020, PN Kotabaru menyatakan terdakwa terbukti bersalah. DW pun dijatuhi pidana penjara selama 2 tahun dan 6 bulan.

Juga pidana denda sebesar Rp20 juta dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar, diganti dengan pidana kurungan selama 2 bulan.

PN Kotabaru menyatakan hal yang memberatkan DW adalah perbuatan menyimpang dari ideologi Pancasila. Unggahan terdakwa di medsos juga bisa menyebabkan disintegrasi bangsa.

Atas putusan tersebut, DW mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Banjarmasin. Kembali DW dibebaskan dalam sidang yang digelar 17 Desember 2020.

Hakim beralasan unggahan DW yang dikhawatirkan membikin gaduh dan bisa menimbulkan konflik, hanya merupakan pendapat ahli dan bukan merupakan kenyataan.

Editor: Bastian Alkaf - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Sakit

Hot Borneo

Besuk Wartawan Sakit, Catat Pesan Bang Dhin untuk Pemburu Berita

Hot Borneo

Bangunkan Sahur Pakai Musik Dugem, Muda-Mudi di Samarinda Diamankan Polisi
Anak Punk Rantau

Hot Borneo

Meresahkan, Satpol PP Tapin Tutup Markas Anak Punk

Hot Borneo

Meresahkan! Aksi Balap Liar di Pulau Laut Timur Kotabaru Dibubarkan
Pencuri Motor Banjarmasin

Hot Borneo

Curi Motor di Banjarmasin, Pemuda Asal Gambut Ditangkap Polisi
Tanah Bumbu

Hot Borneo

Siap Jadi Penyangga IKN Nusantara, Bupati Tanah Bumbu Beberkan Sejumlah Rencana
banjir di sangatta

Hot Borneo

Hamil Delapan Bulan, Kisah Wartawati di Sangatta Terjebak Banjir
Sekumpul

Hot Borneo

Belum Ada Pemberitahuan Sekumpul Martapura Dibuka Kembali  
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com