Terbantahkan, Terdakwa Pastikan Mardani H Maming Tak Terima Dana Gratifikasi Izin Tambang Prediksi BPBD Terkait Ancaman Banjir Rob di Banjarmasin Kini Sejarah Hari Ini: Tragedi Kelam Jumat Kelabu Banjarmasin Keluh Pengusaha Sawit Kalsel Kala Larangan Ekspor CPO Hari Ini, Pesisir Kalsel Dibayangi Hujan Berpetir

Emak-Emak Jadi Muncikari di Tanjung Redeb, Tawarkan Anak Bawah Umur, Sekali Goyang Rp300 Ribu

Cara kerjanya, dia mencarikan anak di bawah umur untuk diajak berhubungan seksual dengan laki-laki.
- Apahabar.com     Senin, 18 April 2022 - 20:52 WITA

Emak-Emak Jadi Muncikari di Tanjung Redeb, Tawarkan Anak Bawah Umur, Sekali Goyang Rp300 Ribu

Polisi menampakan sang muncikari ke hadapan awak media. apahabar.com/Riyadi

apahabar.com, TANJUNG REDEB – Seorang ibu rumah tangga (IRT) berinisial IW (22) di Tanjung Redeb, Berau, Kalimantan Timur diringkus polisi. IW rupanya menjadi muncikari anak di bawah umur. Ironisnya lagi, tindak prostitusi tersebut dilakukan di bulan suci ramadan.

Kasus ini terungkap saat Unit Opsnal Satreskrim Polres Berau melaksanakan patroli malam dan razia rutin. Saat melakukan razia di salah satu hotel di Tanjung Redeb, petugas mendapati pasangan bukan suami istri berada di dalam kamar hotel. Setelah diperiksa, ternyata perempuan yang bersama pria dewasa itu rupanya anak di bawah umur.

“Saat ditanyakan, ternyata pria tersebut mendapatkan gadis tadi melalui perantara seorang muncikari,” kata Kapolres Berau AKBP Anggoro Wicaksono saat press rilis pada Senin (18/4).

Saat didalami, rupanya pria tersebut mendapat teman tidurnya melalui IW. Setelahnya petugas langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku IW.

“Cara kerjanya, dia mencarikan anak di bawah umur untuk diajak berhubungan seksual dengan laki-laki,” ujarnya.

Setelah sepakat, pelanggan langsung membawa anak di bawah umur ini untuk check in di hotel melalui IW. Dari keterangan tersangka, korban dengan IW merupakan saling kenal.

“Jadi biaya yang dipatok ini sebesar Rp300 ribu. Terus tersangka keuntungan Rp100 ribu, sementara korban dapat Rp200 ribu,” bebernya.

Meski begitu, tersangka mengaku hanya baru kali ini melakukan kegiatan muncikari tersebut. Meskipun hasil penyelidikan petugas di lapangan, tersangka sudah berkali-kali melakukan kegiatannya tersebut.

“Tersangka sudah ditahan dan sementara masih kita dalami kembali,” tuturnya.

Atas perbuatannya, pelaku terancam Pasal 88 Junto Pasal 76 Undang-undang nomor 17 tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2022 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana 9 tahun penjara.

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Warung nonhalal

Hot Borneo

Ngamuk Saat Dirazia, Bos Warung Nonhalal di Veteran Banjarmasin Angkat Bicara
Migor Kapuas

Hot Borneo

Cek Ketersediaan Migor, Kapolres Kapuas: Stoknya Cukup!
ASN Banjarmasin

Hot Borneo

Curhat ASN Banjarmasin TPP Dibagi Tak Merata: Pengeluaran Saya Rp 6 Juta

Hot Borneo

Demi BLT Minyak Goreng, Ratusan Warga Batola Rela Menunggu di Kantor Pos Marabahan

Hot Borneo

Bendum PBNU Disudutkan, Angkatan Muda NU: Lawan Fitnah dan Kezaliman!
Dermaga Banjarmasin

Hot Borneo

Dermaga Balai Kota Banjarmasin Ambles, Bukan Aset Pemkot?

Hot Borneo

Berbagi Jelang Berbuka Puasa, Kapolresta Banjarmasin: Saya Senang Melihat Senyum Bahagia Mereka 

Hot Borneo

Libur Lebaran, Sederet Wisata Andalan Kotabaru Kembali Diserbu Pengunjung
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com