Prediksi BPBD Terkait Ancaman Banjir Rob di Banjarmasin Kini Sejarah Hari Ini: Tragedi Kelam Jumat Kelabu Banjarmasin Keluh Pengusaha Sawit Kalsel Kala Larangan Ekspor CPO Hari Ini, Pesisir Kalsel Dibayangi Hujan Berpetir Shin Tae-yong Puji Semangat Juang Garuda Muda Tumbangkan Malaysia

Garuda Indonesia Dapat PMN Rp7,5 Triliun, Dirut: Untuk Bayar Utang

- Apahabar.com     Jumat, 22 April 2022 - 23:59 WITA

Garuda Indonesia Dapat PMN Rp7,5 Triliun, Dirut: Untuk Bayar Utang

Garuda Indonesia. Foto-Okezone

apahabar.com, JAKARTA – Garuda Indonesia akan menerima Penyertaan Modal Negara (PMN) senilai Rp7,5 triliun. Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk Irfan Setiaputra memastikan PMN tidak digunakan untuk membayar utang melainkan untuk biaya operasional.

Adapun total utang Garuda hingga Desember 2021 mencapai Rp139 triliun. Kementerian BUMN dan Panitia Kerja (Panja) penyelamatan Garuda Indonesia Komisi VI DPR RI menyepakati bahwa pada tahun ini emiten dengan kode saham GIAA ini akan disuntik PMN sebesar Rp7,5 triliun. Irfan menyebut dana segar ini digunakan untuk operasional perusahaan.

“Untuk operasional (bukan untuk bayar utang),” ungkap Irfan saat dikonfirmasi MNC Portal Indonesia, Jumat (22/4/2022).

Suntikan anggaran ini setelah Panja dan Kementerian BUMN menyepakati pelaksanaan skema penyelamatan bisnis dan keuangan Garuda Indonesia.

Ketua Panja Penyelamatan Garuda Indonesia Komisi VI, Martin Manurung menyebut Panja menyetujui adanya pemberian PMN sebesar Rp7,5 triliun kepada Garuda. Anggaran ini bersumber dari cadangan pembiayaan investasi Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2022.

Anggaran ini akan diperoleh Garuda, bila maskapai penerbangan ini mencapai kesepakatan damai dengan kreditur dalam skema Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) dengan kreditur. Saat ini PKPU tengah berlangsung.

“Panja menyetujui PMN sebesar Rp7,5 triliun dari cadangan pembiayaan investasi APBN yang akan dicairkan jika Garuda mencapai kesepakatan damai dengan kreditur dalam PKPU,” ungkap Martin Manurung.

Panja Komisi VI DPR juga meminta Kementerian BUMN dan direksi Garuda Indonesia melaksanakan secara konsisten terkait Business plan, optimalisasi rute, jumlah dan tipe pesawat.

Lalu, implementasi penurunan lease rate serta peningkatan kargo dan pendapatan lainnya agar Garuda menjadi perusahaan yang sehat dan dapat tumbuh secara berkelanjutan.

Catatan Panja itu pun diapresiasi oleh Menteri BUMN Erick Thohir. Menurutnya, kesepakatan antara Panja Komisi VI dengan Kementerian BUMN dan Garuda Indonesia merupakan kolaborasi dan sinergitas yang baik dalam memperbaiki keuangan emiten penerbangan pelat merah ini.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

pb idi

News

Resmi, Adib Khumaidi Jadi Ketua Umum PB IDI
Jokowi

News

Lagi, Presiden Jokowi Tekankan Pentingnya Beli Produk Dalam Negeri 
Presiden

News

Jokowi Bahas IKN Saat Bertemu Eks PM Inggris Tony Blair
Tilang Elektronik Banjarmasin

News

Cerita Khairatun Terima ‘Surat Cinta’ dari Polda Kalsel: Gegara Marka Merah
PLN Kalimantan

News

Congratulations! PLN Kalimantan Sabet Penghargaan “Gold” di WISCA 2022
Stunting

News

Mengintip Angka Stunting di Kalsel, Tak Ada Daerah Berstatus Biru
LPG Non Subsidi

News

Jangan Kaget! Harga LPG Non Subsidi Naik Lagi Mulai Hari Ini
Demo Mahasiswa

News

BEM SI Batal Geruduk Istana, Demo 11 April Geser ke Gedung DPR
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com