Siap-siap, Kominfo Buka Beasiswa S2 untuk Umum dan PNS Bus Peziarah Tabrak 3 Rumah di Ciamis, Penumpang Berlompatan Cuaca Kalsel Hari Ini: Hujan Disertai Petir Berpotensi Terjadi di Sejumlah Wilayah Ehemm, H Sondani Jatuh Hati pada Pandangan Pertama Tim Iptu Widodo Bergerak ke Luar Amuntai, Duo Pengeroyok Bripda Akmal Diminta Serahkan Diri!

Geramnya Bang Dhin Masih Ada Perusahaan di Kalsel Bayar THR Tak Layak

Masih ada perusahaan di Kalsel yang tak membayar THR pekerja secara layak.
- Apahabar.com     Kamis, 28 April 2022 - 21:43 WITA

Geramnya Bang Dhin Masih Ada Perusahaan di Kalsel Bayar THR Tak Layak

Wakil Ketua DPRD Kalsel, M Syaripuddin menyebut masih ada perusahaan yang tak membayar THR pekerja secara layak. Foto: Dok.apahabar.com

apahabar.com, BANJARMASIN – Perusahaan wajib memberikan tunjangan hari raya (THR) bagi para pekerjanya.

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) sudah mengingatkan para pengusaha untuk memberikan THR kepada pekerja/buruh sesuai Surat Edaran (SE) Nomor M/1/HK.04/IV/2022 tanggal 6 April 2022.

SE tersebut mengatur tentang pelaksanaan pemberian THR keagamaan tahun 2022 bagi pekerja/buruh di perusahaan.

Dirjen Binwasnaker dan K3 Haiyani Rumondang mengatakan pemberian THR keagamaan merupakan kewajiban pengusaha sebagai upaya memenuhi kebutuhan pekerja/buruh dan keluarganya dalam merayakan hari raya keagamaannya.

Ketidakpatuhan pengusaha dalam pembayaran THR, sesuai Pasal 78 Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan, dapat dikenakan sanksi administratif.

Sanksi berupa teguran tertulis, pembatasan kegiatan usaha, penghentian sementara sebagian atau seluruh alat produksi dan pembekuan kegiatan usaha.

Untuk menjamin hak-hak tenaga kerja, Wakil Ketua DPRD Kalsel M Syaripuddin memantau langsung pelaksanaan SE tentang pelaksanaan pemberian THR keagamaan ini.

Di Kalsel, menurut pria yang akrab disapa Bang Dhin ini, hasilnya masih ada perusahaan membayar THR karyawan yang tidak sesuai Permenaker Nomor 6 tahun 2016.

“Dibayar tapi tidak sesuai perhitungan dan aturan Permenaker nomor 6 tahun 2016,” ujar Bang Dhin, Kamis (28/4).

Bang Dhin bilang di Permen tersebut sudah jelas tata aturan tentang pelaksanaan pemberian THR untuk pekerja/buruh.

“Di Permenaker sudah jelas bahwa pekerja/buruh yang masa kerja 1 tahun dibayar 1 bulan gaji sesuai UMK 2.916.000, tapi yang diterima justru di bawah UMK,” pungkasnya.

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hot Borneo

Simak, Penjelasan Yayasan Majta Terkait Haul Guru Zuhdi Tahun Ini

Hot Borneo

Arus Mudik 2022 di Kalsel Diprediksi Melonjak Tajam, Pemprov Jangan Sampai Kecolongan
BPBD Kapuas

Hot Borneo

Kemarau, BPBD Kapuas Imbau Camat Antisipasi Karhutla
harga migor

Hot Borneo

Update, Harga Migor Cs Kalsel Makin ‘Selangit’

Hot Borneo

Detik-Detik Penangkapan Duo Pembunuh Syauqi Kelayan: Membunuh, Lalu Tidur
Dayak Kalsel

Hot Borneo

Instruksi! Dayak Kalsel Pasang Badan Kawal Pembangunan IKN Nusantara
Banjir Balikpapan

Hot Borneo

Hujan Semalaman, Sejumlah Wilayah di Balikpapan Terendam Banjir
Kotabaru

Hot Borneo

[KLARIFIKASI] Lawyer 2 Pria Terduga Pelaku Penggelapan Sertifikat di Kotabaru!
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com