Viral Surat Cinta BPK untuk Masyarakat Setelah Insiden Maut di Lingkar Dalam [ANALISIS] Tembok Retak RS Sultan Suriansyah Tuai Sorotan Aturan Baru Berlaku, Penumpang di Syamsudin Noor Masih Stagnan  Cuaca Hari Ini, Hujan Disertai Petir Mengintai Kalsel Ribuan Lahan Padi di Kalsel Terancam Kerdil dan Menguning, Dinas TPH: Jangan Panik

Haji 2022, Berikut Syarat dan Daftar Vaksin yang Diakui Arab Saudi

Arab Saudi telah memperbolehkan jemaah dari luar negaranya untuk melakukan ibadah haji pada tahun ini. Kementerian Haji dan Umrah
- Apahabar.com     Minggu, 10 April 2022 - 11:47 WITA

Haji 2022, Berikut Syarat dan Daftar Vaksin yang Diakui Arab Saudi

Ribuan warga Kalsel berangkat haji tahun ini. Foto ilustrasi: istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Arab Saudi telah memperbolehkan jemaah dari luar negaranya untuk melakukan ibadah haji pada tahun ini. Kementerian Haji dan Umrah Kerajaan Saudi memberikan wewenang kepada 1 juta jemaah untuk menunaikan rukun Islam kelima itu.

Melalui akun Twitter resminya, Kementerian Haji dan Umrah merilis beberapa syarat atau aturan haji 1443H/2022. Persyaratan tersebut adalah:

1. Jemaah berusia di bawah 65 tahun.

2. Jemaah sudah menerima vaksin utama Covid-19 yang diakui Kementerian Kesehatan Arab Saudi.

3. Jemaah dari luar Arab Saudi wajib mengantongi hasil tes PCR negatif dengan sampel yang diambil dalam kurun waktu 72 jam sebelum keberangkatan.

Dalam pernyataannya, Kementerian Haji dan Umrah menyebut sertifikat vaksin jemaah harus memuat data pribadi, nama vaksin, tanggal, dan nomor batch.

Bagi jemaah yang tidak memiliki kartu identitas nasional atau identitas penduduk karisidenan Arab Saudi dapat mendaftarkan vaksinasi secara elektronik.

Adapun daftar vaksin Covid-19 yang diakui Arab Saudi untuk jadi syarat haji 1443H/2022 sebagaimana dikutip CNNIndonesia.com dalam laman resminya sebagai berikut:

1. Pfizer-BioNTech
2. Moderna
3. Oxford-AstraZeneca
4. Janssen
5. Sinopharm
6. Sinovac
7. Covaxin
8. Estetika (Sputnik V)
9. Kofovax

Kuota jemaah haji tahun ini ditambah hingga 1 juta setelah sebelumnya ‘hanya’ sebanyak 60 ribu pada 2021. Merespons hal itu, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas akan meminta tambahan kuota jemaah haji untuk Indonesia.

Yaqut mengatakan akan mengoptimalkan berapa pun kuota haji yang diberikan Saudi. Namun, Kemenag juga berupaya mencari kuota tambahan.

Kementerian Agama juga akan segera memulai berbagai persiapan pemberangkatan haji. Persiapan dilakukan baik di dalam maupun di luar negeri.

“Kita akan bergerak cepat untuk melakukan persiapan. Biaya haji juga akan segera kita finalisasi dengan Komisi VIII DPR,” ucap Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Musala

News

SE Pedoman Penggunaan Pengeras Suara Tuai Polemik, Apa Kata PWNU Kalsel?

News

Nasdem Panaskan Mesin Partai di Tabalong, Bidik Kursi Bupati

News

Usai Ditinggal Rusia, Ukraina Autopsi Ribuan Mayat di Kyiv
Jasa Keuangan

News

Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Dorong Pertumbuhan Ekonomi

News

Kisruh Dualisme KNPI Kalsel: Fazlur Cs Pilih Abai dan Rapatkan Barisan
Emas

News

Harga Emas Antam Hari Ini Merosot Jadi Rp993 Ribu per Gram
apahabar.com

News

Soal Terawan, DPR Segera Panggil IDI

News

Pemudik Balikpapan Melonjak, Dirut Pelni Turun Langsung
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com