Pelunasan Bipih Ditutup, Puluhan Jemaah Cadangan Lengkapi Kuota Haji Kalsel 2022 Innalillahi, Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Buya Syafii Maarif Tutup Usia PT BKB Tanbu Laporkan Ormas KPK Tipikor Kalsel ke Polisi [ANALISIS] Judi ‘Gurak’, Ritual Adat atau Kepentingan Pribadi? Kebakaran Simpang Telawang, Korban Tetap Tinggal Saat Api Berkobar

Kasasi Ditolak, Mark Sungkar Divonis 2,5 Tahun Penjara di Kasus Korupsi

Mahkamah Agung (MA) menolak permohonan kasasi Mark Sungkar (73). Alhasil, Mark Sungkar tetap dihukum 2,5 tahun penjara karena terbukti
- Apahabar.com     Kamis, 7 April 2022 - 12:13 WITA

Kasasi Ditolak, Mark Sungkar Divonis 2,5 Tahun Penjara di Kasus Korupsi

Mark Sungkar. Foto-detikcom

apahabar.com, JAKARTA – Mahkamah Agung (MA) menolak permohonan kasasi Mark Sungkar (73). Alhasil, Mark Sungkar tetap dihukum 2,5 tahun penjara karena terbukti melakukan korupsi dana Pelatnas Triathlon tahun anggaran 2018.

“Amar putusan tolak jaksa penuntut umum (JPU) dan terdakwa,” demikian bunyi amar putusan kasasi yang dilansir website MA, kutip Detik.com, Kamis (7/4/).

Perkara nomor 1561 K/PID.SUS/2022 itu diadili oleh ketua majelis Suhadi. Adapun anggota majelis yaitu Dwiarso Budi Santiarto dan Sinintha Yuliansih Sibarani.

Seperti diketahui, Mark Sungkar telah melakukan korupsi dan memperkaya diri melalui dana pelaksanaan kegiatan peningkatan prestasi olahraga nasional tahun anggaran 2018.

Dalam kasus tersebut, Mark Sungkar dijerat dakwaan subsider dengan Pasal 3 juncto Pasal 18 ayat (1) huruf B UU RI No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto UU RI No 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU RI No 31 Tahun 1999.

Dalam dakwaan, Mark Sungkar disebut jaksa melakukan perbuatan itu saat menjabat menjadi Ketua Umum Pengurus Pusat Federasi Triathlon Indonesia masa bakti 2015-2019. Jaksa mengatakan perbuatan Mark melanggar aturan Kemenpora terkait petunjuk teknis penyaluran bantuan pemerintah guna program peningkatan prestasi olahraga nasional.

Jaksa juga mengatakan Mark Sungkar memakai dana sisa anggaran akomodasi kegiatan atlet triathlon di The Cipaku Garden Hotel Bandung. Mark juga disebut tidak menyerahkan laporan keuangan sesuai waktu yang ditentukan.

“Terdakwa tidak segera mengembalikan sisa bantuan dana ke kas negara dan menerima pengembalian uang bantuan dari The Cipaku Garden Hotel bukan ke rekening PPFTI, yaitu Bank Mandiri Syariah atas nama Federasi Triathlon Indonesia, melainkan ke rekening Bank Mandiri atas nama Terdakwa Mark Sungkar,” papar jaksa.

“Dan Terdakwa menyampaikan laporan penggunaan yang diterima oleh PPFTI melebihi waktu dari 14 (empat belas) hari setelah selesainya kegiatan PPFTI sehingga bertentangan dengan Peraturan Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Nomor 1047 Tahun 2017,” kata jaksa.

Pada 9 Juli 2021, PN Jakpus menjatuhkan hukuman 1,5 tahun penjara ke Mark Sungkar. Hukuman itu diperberat Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta menjadi 2,5 tahun penjara tidak lama setelahnya.

“Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa dengan pidana penjara selama 2 (dua) tahun dan 6 (enam) bulan dan denda sebesar Rp50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar, diganti dengan pidana kurungan selama 1 (satu) bulan,” demikian bunyi putusan PT Jakarta.

Duduk sebagai ketua majelis M Yusuf dengan anggota Haryono, Sugeng Hiyanto, Anthon Saragih, dan Margareta YUlie Bartin Setyaningsih. Majelis tinggi juga mewajibkan Mark Sungkar mengembalikan uang yang dikorupsi sebesar Rp 694 juta. Majelis juga mengubah status Mark dari tahanan kota menjadi tahanan rumah tahanan negara.

“Memerintahkan agar Terdakwa ditahan di rumah tahanan negara,” ujar majelis.

Majelis menilai putusan Pengadilan Tipikor Jakarta yang lebih ringan dari tuntutan jaksa tidak mencerminkan tujuan dari pemidanaan tindak pidana korupsi yang merupakan extraordinary crime. Selain itu, penetapan tahanan kota juga tidak tepat.

“Dan dalam amar putusan tersebut menyatakan Terdakwa tetap berada dalam tahanan kota sehingga menimbulkan kekhawatiran putusan ini tidak dapat dilaksanakan oleh penuntut umum, di mana Terdakwa tidak ditemukan karena selama dalam tahanan kota tidak jelas pengawasannya sehingga dapat menimbulkan ketidakpastian,” ujar majelis.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

UAS

News

Kabar UAS Dideportasi dan Ditahan Imigrasi Jadi Sorotan Media Asing, Disebut ‘Ekstremis dan Segregasionis’
Pangeran Banjar

News

Insiden Wadas, 6 Polisi Diperiksa Propam

News

Mudik 2022, Polres Tanah Laut Kerahkan Ribuan Personel

News

Kasus Terus Melandai, PPKM Luar Jawa-Bali Kembali Diperpanjang Dua Pekan
Air

News

Hari Air Sedunia 2022 di Banjarmasin, KM FISIP ULM Ajak Masyarakat Pelihara Sungai
Mudik

News

Arus Balik Macet Parah, Kapolri Minta Kantor WFH
Kabid Pemberdayaan Sosial

News

Rekam Jejak Diseminarkan, Usul Pahlawan Nasional Datu Kelampayan Ditarget Akhir Maret
Pencuri Tanah Bumbu

News

Ditangkap! Dua Pencuri ATM di Angsana Tanah Bumbu
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com