Siap-siap, Kominfo Buka Beasiswa S2 untuk Umum dan PNS Bus Peziarah Tabrak 3 Rumah di Ciamis, Penumpang Berlompatan Cuaca Kalsel Hari Ini: Hujan Disertai Petir Berpotensi Terjadi di Sejumlah Wilayah Ehemm, H Sondani Jatuh Hati pada Pandangan Pertama Tim Iptu Widodo Bergerak ke Luar Amuntai, Duo Pengeroyok Bripda Akmal Diminta Serahkan Diri!

Keributan Satpol PP dan Pemilik Rumah Makan, FKUB Banjarmasin: Taati Perda Ramadan

Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Banjarmasin angkat bicara soal keributan antara Satpol PP dan pemilik rumah makan non halal di Jalan Veteran.
- Apahabar.com     Sabtu, 9 April 2022 - 14:35 WITA

Keributan Satpol PP dan Pemilik Rumah Makan, FKUB Banjarmasin: Taati Perda Ramadan

Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Banjarmasin angkat bicara soal keributan antara Satpol PP dan pemilik rumah makan non halal di Jalan Veteran. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Banjarmasin angkat bicara soal keributan antara Satpol PP dan pemilik rumah makan non halal di Jalan Veteran.

Ketua FKUB Banjarmasin, H. Maskur, meminta semua pihak bisa memahami perda Ramadan di Banjarmasin. “Karena ini untuk kebaikan kita semua,” ucapnya.

FKUB Banjarmasin, kata dia, memang mendukung penerapan Peraturan Daerah (Perda) nomor 4 tahun 2005 tentang larangan kegiatan selama Ramadan.

Di dalam salah satu poinnya, rumah makan diperbolehkan buka sejak pukul tiga sore. Dia pun meminta bantuan kepada para pemuka agama untuk menyampaikan peraturan ini secara persuasif.

“Karena saya yakin apa yang disampaikan oleh pemuka agama ini akan membuat mereka patuh, taat karena akan ada dasar-dasarnya saat menyampaikan,” ucapnya.

Keributan antara Satpol PP dengan pemilik warung makan nonhalal di Veteran, Banjarmasin, juga memantik perhatian Wakil Ketua DPRD Banjarmasin, Matnor Ali.

Menurut Matnor, Perda Ramadan sudah bersifat umum. Artinya, tidak mengenal warung, depot atau rumah makan yang menyajikan makanan halal atau nonhalal.

“Namun Perda ini kan sifatnya khusus. Hanya diterapkan saat Ramadan, jadi tolong dipahami,” jelasnya kepada apahabar.com, Jumat (8/4) malam.

Kendati begitu, Matnor melihat ada yang keliru dari penertiban tersebut. Matnor berkata mestinya Satpol PP bisa mengejawantahkan semangat Perda Nomor 4 Tahun 2005 tentang larangan kegiatan saat Ramadan.

“Jadi semangatnya ini, meminta agar menghormati warga yang mayoritas berpuasa. Tutup sebagian warungnya, pokoknya tidak terang-terang ‘lah,” ujar Matnor.

Ribut-ribut Satpol PP dengan pemilik warung di Veteran, Kamis (7/4) berujung petisi pembatalan Perda Ramadan. Bukan karena warung itu menjual makanan mengandung babi, melainkan tetap beroperasi penuh selama Ramadan.

Saat hendak diberi teguran, pemilik tak terima karena merasa sudah cukup menutup setengah pintu warung. Perdebatan panas antara Mulyadi, Kasi Penegakan Perda Satpol PP Banjarmasin dengan pemilik warung terjadi.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

monyet ngamuk

Hot Borneo

Monyet Ngamuk, Gigit Warga Balikpapan Timur
Alfamart Ambruk

Hot Borneo

Biang Kerok Alfamart Ambruk di Gambut, Tim Khusus Didatangkan
Sahbirin Noor

Hot Borneo

Dua Tahun Corona di Banua, Pemprov Kalsel Sudah Ngapain Aja?
minyak goreng curah banjarmasin

Hot Borneo

Lebih Terjangkau, Warga Banjarmasin Ramai Buru Minyak Goreng Curah

Hot Borneo

Edarkan Sabu di Banjarbaru, Seorang Buruh dari Martapura Diciduk Polisi

Hot Borneo

Identitas Mayat di Jalan Unggung Terungkap, Ternyata Mantan Anggota DPRD Tabalong

Hot Borneo

Cuaca Ekstrem di Tapin, Pohon Tumbang Tutupi Jalan Ahmad Yani

Hot Borneo

Bukan Kabar Baik, Peredaran Narkoba di Batola Sudah Menembus Kawasan Terujung
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com