Prediksi BPBD Terkait Ancaman Banjir Rob di Banjarmasin Kini Sejarah Hari Ini: Tragedi Kelam Jumat Kelabu Banjarmasin Keluh Pengusaha Sawit Kalsel Kala Larangan Ekspor CPO Hari Ini, Pesisir Kalsel Dibayangi Hujan Berpetir Shin Tae-yong Puji Semangat Juang Garuda Muda Tumbangkan Malaysia

[KLARIFIKASI] Lawyer 2 Pria Terduga Pelaku Penggelapan Sertifikat di Kotabaru!

Lawyer 2 pria paruh baya terduga pelaku penggelapan sertifikat lahan di Kotabaru buka suara. Dalam sesi konferensi pers, Selasa (5/4) sore.
- Apahabar.com     Kamis, 7 April 2022 - 18:01 WITA

[KLARIFIKASI] Lawyer 2 Pria Terduga Pelaku Penggelapan Sertifikat di Kotabaru!

M Hafidz Halim, kuasa hukum bersama salah keluarga kliennya. Foto-Istimewa

apahabar.com, KOTABARU – Lawyer 2 pria paruh baya terduga pelaku penggelapan sertifikat lahan di Kotabaru buka suara.

Dalam sesi konferensi pers, Selasa (5/4), polisi menampilkan 2 pria paruh baya terduga pelaku penggelapan sertifikat di Kotabaru.

Keduanya berinisial IWS (56) dan IKB (59).

Terbaru, M. Hafid Halim kuasa hukum keduanya menyampaikan klarifikasi ihwal pemberitaan tersebut.

Ia berkomitmen akan menghormati proses hukum sampai dengan tahap persidangan.

Kendati demikian, pihaknya juga memiliki kesempatan yang sama untuk membela diri.

Berdasarkan keterangan sejumlah warga eks transmigrasi yang dihimpun, kata dia, pelapor pernah menerima uang ganti-rugi lahan.

Namun lantaran status lahan transmigrasi tak boleh diperjualbelikan, klaim dia, maka dilakukan tanpa adanya surat jual-beli.

Akan tetapi, akuinya lagi, pernah dibuatkan kuitansi.

“Jadi sejauh ini perihal kuitansi itu masih dicari oleh keluarga klien kami,” ucap Halim kepada apahabar.com, Kamis (7/4) siang.

Ia bilang kliennya telah membayar lahan kepada pelapor. Dan, disaksikan salah satu temannya.

Kemudian dibuatkan surat pernyataan dari salah satu klien.

Lalu kliennya yang lain, IKB atau akrab disapa Bude, mendapatkan kuasa untuk mengurus dan bernegosiasi soal lahan yang dikuasakan Wayan.

“Nah sebelumnya memang diketahui klien kami IKB melakukan penyetopan salah satu alat perusahaan PT SSC saat membuat jalan hauling. Itu area yang saat ini jadi perkara,” pungkasnya.

Kotabaru

Wakapolres Kotabaru, Kompol Andi Sofyan didamping Kasatreskrim, AKP Abdul Jalil saat jumpa pers. Foto-Masduki

Sebelumnya, 2 pria paruh baya Kotabaru, IWS (56) dan IKB (59) harus berurusan dengan polisi.

Pelaku diamankan Satreskrim Polres Kotabaru lantaran diduga menggelapkan dokumen sertifikat lahan.

Keduanya merupakan warga Pulau Laut Utara. Sedangkan korban berinisial GR (61).

Adapun lahan bersengketa berada di eks kawasan transmigrasi Rawa Indah.

Tepatnya Desa Bekambit, Pulau Laut Timur.

Kapolres Kotabaru, AKBP M Gafur Aditya Harisada Siregar melalui Wakapolres, Kompol Andi Sofyan mengatakan kasus tersebut terungkap berdasarkan laporan korban melalui kuasa hukumnya.

“Jadi pelaku ini mengaku-ngaku ke kepala desa Bekambit telah mengganti rugi lahan sertifikat milik korban senilai Rp 250 juta,” ucap Kompol Sofyan didampingi Kasat Reskrim, AKP Abdul Jalil dalam jumpa pers, Selasa (5/4) sore.

Sementara itu, AKP Abdul Jalil menambahkan kronologis awal terjadi pada tahun 2011 lalu.

Kala itu, kades setempat mengumumkan akan membagikan sisa sertifikat kepada para pemilik lahan. Salah satunya adalah GR.

Tak berselang lama, pembagian sertifikat pun dilakukan. Di sana awal mula pelaku IWS beraksi.

Ia langsung melancarkan niat busuknya.

Ketika sertifikat atas nama korban dibacakan, pelaku IWS berupaya menyambangi sang kades.

Ia mengklaim sebagai pemilih yang sah. Mau tak mau, kades pun menyerahkan sertifikat tersebut.

Sepuluh tahun lamanya IWS menyimpan sertifikat itu, sebelum diserahkan kepada pelaku IKB.

Selanjutnya, IKB memanfaatkan sertifikat itu untuk mendirikan pondok dan menghentikan aktivitas pertambangan salah satu perusahaan.

Ironisnya tanpa sepengetahuan korban atau pemilik sertifikat yang sah.

“Nah mengetahui hal itu, korban lantas melaporkan ke kami atas kasus dugaan penggelapan dokumen sertifikat,” tandasnya.

Selain dua pelaku, polisi juga menyita sebanyak tiga buah sertifikat atas nama korban.

Atas perbuatannya, kedua pelaku dikenakan Pasal 372 KUHP Jo Pasal 55 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama 4 tahun.

Editor: Muhammad Robby - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Aksi 21 April

Hot Borneo

Lepas Siang, Massa Aksi 21 April di Kalsel Belum Nongol-nongol!
Cuaca

Hot Borneo

Hujan Ringan Siang-Malam, Simak Prakiraan Cuaca Kalsel Hari Ini
Nakes Banjarmasin

Hot Borneo

Curhat Nakes Banjarmasin: 3 Bulan Tak Gajian hingga Terlilit Utang
3 Bocah SD

Hot Borneo

Menilik Alasan 3 Bocah SD HST Viral Naik Baskom ke Sekolah!

Hot Borneo

Oknum Polisi yang Terlibat Kasus Kayu Ilegal Ternyata Desersi
ASN mudik

Hot Borneo

ASN Mudik Diminta WFH, Pemprov Kalsel Masih Tunggu Aturan Resmi
Korupsi HSU

Hot Borneo

Jurus Jitu Maliki Lolos dari Jerat Jaksa Kalsel Sebelum OTT KPK

Hot Borneo

Dipergoki Mencuri Sepeda Motor, Warga Rantau Karau Nyaris Digebuki di Angkinang HSS
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com