Pelunasan Bipih Ditutup, Puluhan Jemaah Cadangan Lengkapi Kuota Haji Kalsel 2022 Innalillahi, Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Buya Syafii Maarif Tutup Usia PT BKB Tanbu Laporkan Ormas KPK Tipikor Kalsel ke Polisi [ANALISIS] Judi ‘Gurak’, Ritual Adat atau Kepentingan Pribadi? Kebakaran Simpang Telawang, Korban Tetap Tinggal Saat Api Berkobar

Korupsi Pungli, Kades Dadahup Dituntut Lima Tahun Penjara

Sidang lanjutan perkara dugaan tindak pidana korupsi pungutan desa di Desa Dadahup Kecamatan Dadahup, Kabupaten
- Apahabar.com     Selasa, 19 April 2022 - 19:54 WITA

Korupsi Pungli, Kades Dadahup Dituntut Lima Tahun Penjara

Sidang lanjutan perkara dugaan tindak pidana korupsi pungutan desa di Desa Dadahup, Kapuas dengan terdakwa GS di Pengadilan Tipikor Palangka Raya. Foto-Istimewa

apahabar.com, KUALA KAPUAS – Sidang lanjutan perkara dugaan tindak pidana korupsi pungutan desa di Desa Dadahup Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas, Kalteng digelar, Selasa (19/4).

Sidang yang berlangsung di Pengadilan Tipikor Palangka Raya dengan terdakwa GS selaku Kepala Desa Dadahup tersebut memasuki agenda pembacaan surat tuntutan dari jaksa.

Sidang dipimpin oleh Majelis Hakim Ketua Irfanul Hakim, SH dan anggota Kusmat Tirta Sasmita, SH serta Muji Kartika Rahayu, SH. Sidang saat itu juga dihadiri penasihat hukum terdakwa yaitu Ismail, SH.

Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Kapuas di Palingkau Amir Giri Muryawan, SH, MH selaku ketua tim jaksa penuntut umum yakin dari fakta-fakta yang terungkap dipersidangan bahwa terdakwa dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi.

Hal itu sebagaimana dakwaan primair yaitu melanggar Pasal 12 huruf (e) UURI 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI Nomor 31 tahun 1999 tentang lemberantasan tindak pidana korupsi.

“Kita yakin terdakwa dinyatakan terbukti secara sah melakukan tindak pidana korupsi sesuai fakta-fakta persidangan mulai dari pemeriksaan saksi-saksi, pemeriksaan ahli, petunjuk, dan pemeriksaan terdakwa sendiri yang dimulai sidang sejak Selasa  25 Januari 2022 sampai dengan sekarang ini,” kata Amir Giri dalam rilisnya Selasa, (19/4).

Terdakwa selaku kepala desa Dadahup dianggap telah menyalahgunakan kekuasaannya karena telah memakai Perdes liar untuk melakukan pungutan desa dalam pembuatan Surat Pernyataan Tanah (SPT) dari masyarakat desa Dadahup.

Adapun pungutannya bervariasi mulai dari Rp. 250.000, Rp. 500.000, dan Rp. 750.000 per SPT. Bahkan ada salah satu masyarakat yang diminta uang sebesar Rp. 5.000.000 hanya untuk membuat surat perjanjian SPT saja.

Menurut Amir praktek Pungli tersebut sudah berjalan sejak tahun 2018 sampai dengan 2021 dan sudah berhasil membuat 363 SPT. Sehingga jaksa penuntut umum berkeyakinan terdakwa telah menerima total keseluruhan hasil pungutan tersebut sebesar Rp. 253.250.000.

Surat tuntutan setebal 162 halaman dibacakan oleh jaksa penuntut umum secara bergantian dalam sidang tersebut dengan Kasubsi Intel dan Datun Dhendy Restu Prayogo, SH, MH.

“Intinya menuntut terdakwa bersalah melakukan tindak pidana korupsi. Menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama 5 tahun potong masa tahanan dengan perintah terdakwa tetap ditahan, serta denda sebesar Rp. 300 juta,” ujarnya.

Namun dengan ketentuan dilanjutkan Amir, apabila denda tidak dibayar, maka diganti dengan pidana kurungan selama 6 bulan. Kemudian terdakwa diminta untuk membayar biaya perkara sebesar Rp. 5.000. Sementara barang bukti dikembalikan kepada yang berhak.

Sedangkan untuk barang bukti berupa uang sebesar Rp. 18.150.000 yang merupakan hasil pungutan desa, dirampas untuk negara.

“Kemudian terhadap barang bukti Perdes yang tidak sah serta stempel tandatangan perangkat desa dirampas untuk dimusnahkan supaya tidak dapat dipakai kembali,” terang Amir Giri.

Setelah dibacakan surat tuntutan tersebut, selanjutnya diserahkan kepada hakim ketua majelis dan pengacara terdakwa.

Untuk agenda sidang berikutnya yaitu pembelaan dari terdakwa (pledooi) dijadwalkan pada Selasa 10 Mei 2022.

Terpisah pengacara  terdakwa, Ismail, SH, mengatakan akan membuat pembelaan (pleedoi) atas tuntutan jaksa penuntut umum tersebut.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Hot Borneo

Penyelidikan Alfamart Gambut yang Ambruk: Empat Saksi Diperiksa, Termasuk Manajemen

Hot Borneo

‘Raja’ Sabu Kalteng Bebas, Ormas Bakal Geruduk PN Palangka Raya

Hot Borneo

Ketua PWI dan SMSI Tanah Bumbu Bertemu, Komitmen Berkontribusi Majukan Daerah
Gelombang

Hot Borneo

Akhirnya, Sepuluh Pemancing Kurau Tala Ditemukan di Laut
Acil di Mataraman

Hot Borneo

Banting Pencuri Sembari Merokok, Acil di Mataraman Disebut Mirip Karakter Film Kungfu Hustle
Arisan Bodong di T Satui Tanah Bumbu

Hot Borneo

Lagi, Arisan Bodong Tipu Warga, Kali Ini di Tanah Bumbu
Korban Kebakaran Kilang Minyak Balikpapan

Hot Borneo

Korban Meninggal Akibat Kebakaran Kilang Minyak Balikpapan Diterbangkan ke Medan

Hot Borneo

Buka Gerai Vaksinasi, BPTD Kalsel Siapkan Skema Mudik Lebaran 2022 
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com