Prediksi BPBD Terkait Ancaman Banjir Rob di Banjarmasin Kini Sejarah Hari Ini: Tragedi Kelam Jumat Kelabu Banjarmasin Keluh Pengusaha Sawit Kalsel Kala Larangan Ekspor CPO Hari Ini, Pesisir Kalsel Dibayangi Hujan Berpetir Shin Tae-yong Puji Semangat Juang Garuda Muda Tumbangkan Malaysia

Langganan Kabut Asap, SPKUA Bakal Dibangun di Banjarbaru

- Apahabar.com     Kamis, 7 April 2022 - 19:20 WITA

Langganan Kabut Asap, SPKUA Bakal Dibangun di Banjarbaru

Pondasi SPKUA yang mulai dibangun. Foto-Istimewa.

apahabar.com, BANJARBARU – Kota Banjarbaru bakal punya alat pemantau kualitas udara yang disebut Stasiun Pemantauan Kualitas Udara Ambien (SPKUA).

Alat itu akan diletakkan di kawasan RTH area Masjid Agung Al Munawarah Trikora. Kini sedang dalam proses pembangunan.

Menurut Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarbaru, SPKUA ini merupakan proyek dari Kementerian LHK pusat. Artinya, terkait pembangunan, pengadaan alat hingga perawatannya dilakukan Kementerian LHK. Sementara Pemkot Banjarbaru hanya menyediakan lahannya saja.

“Kita diminta memfasilitasi tempatnya saja dan memantaunya,” kata Kabid Tata Lingkungan, Rusmila.

Kemudian, lanjutnya, SPKUA dibangun di lokasi yang tak sembarangan, misalnya harus berjarak minimal 20 meter dari ruas jalan umum.

Sesuai nama, SPKUA ini kata Mila berfungsi untuk melihat bagaimana kualitas udara yang ada di Banjarbaru. Pemantauan pun sebutnya akan bisa dicek hanya dengan gawai pintar.

“Nanti akan terkoneksi ke aplikasi ISPU milik Kementerian LHK, disana bisa dicek secara langsung bagaimana kualitas udara Banjarbaru,” katanya.

Di Kalsel sendiri, lanjutnya, saat ini baru Banjarmasin yang sudah ada dan bisa dipantau.

Selain lewat aplikasi ISPU, sambung Mila, nantinya hasil kualitas udara secara real time juga akan ditampilkan di layar-layar informasi milik Pemkot. Semisal di Lapangan Murjani, dengan bekerjasama dengan Diskominfo.

Lantas seberapa penting alat pengukur kualitas udara ini untuk Banjarbaru?

Mila menjawab, pihaknya sudah dua tahun terakhir mengusulkannya, namun baru bisa terealisasi tahun ini.

Diusulkan itu, karena Banjarbaru termasuk daerah yang nyaris langganan diterpa kabut asap.

“Khususnya ketika ada Karhutla. Nah selama ini kita hanya bisa melakukan pengukuran secara temporer dan sampelnya saja,” ceritanya.

Dilanjutnya, pengukuran itu pun hanya terbatas di beberapa titik atau radius tertentu saja.

Dengan adanya SPKUA, Mila menerangkan, IKU (Indeks Kualitas Udara) Kota Banjarbaru bisa lebih akurat dan berkelanjutan pemantauannya.

“Ini kan sifatnya permanen, jadi kita bisa memantau terus-terusan, begitu pun dengan pusat juga bisa mengukur bagaimana IKU kita, ini tentu diperlukan untuk penanggulangan ke depannya terkait polusi udara,” katanya.

Karena baru mulai dibangun, SPKUA ini katanya kemungkinan akan bisa beroperasi penuh di Juli mendatang. Sehingga, sekarang pihaknya masih fokus pada pengerjaan pondasi alat ini.

“Yang membuat agak lama karena semua alat-alatnya ini dikirim dari pusat, jadi kita sementara ini membangun pondasinya dulu,” tuntasnya.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Video Korban Ambruknya Alfamart Gambut Sujud Ramai Dibagikan Warganet. Foto-Istimewa

Hot Borneo

Kesaksian Korban Selamat Ambruknya Alfamart Gambut: Gambaran dalam Kubur!
Penipuan Arisan Online

Hot Borneo

Arisan Bodong Mulai Menyeruak di Banjarbaru, Kerugian Diperkirakan Ratusan Juta
Lomba Desa Tingkat Kalsel

Hot Borneo

Tanta Tabalong, Optimis Tatap Lomba Desa Tingkat Kalsel
Arisan Bodong kotabaru

Hot Borneo

Sah! Korban Arisan Bodong di Kotabaru Minta Pendampingan Kuasa Hukum
Perda Ramadan

Hot Borneo

PSI Banjarmasin Nilai Perda Ramadan Perlu Direvisi untuk Keadilan Sosial Masyarakat
Muswil RAPI Kapuas

Hot Borneo

RAPI Kapuas Gelar Muswil, Begini Harapan Kadis Kominfo
Bejat

Hot Borneo

Dibuntuti, Diculik, Bidan di Kubar Kaltim Dilecehkan Kakak Sendiri
persiapan ujian sekolah SMP di Tala

Hot Borneo

Ujian Sekolah SD di Tala Sudah Mulai, SMP Siap Nyusul
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com