Demam Skuter Listrik, Di Banjarmasin Rp35 Ribu Free Foto Siap-siap, Kominfo Buka Beasiswa S2 untuk Umum dan PNS Bus Peziarah Tabrak 3 Rumah di Ciamis, Penumpang Berlompatan Cuaca Kalsel Hari Ini: Hujan Disertai Petir Berpotensi Terjadi di Sejumlah Wilayah Ehemm, H Sondani Jatuh Hati pada Pandangan Pertama

Menkes Ungkap Kriteria Tenaga Kesehatan Honorer Prioritas ASN

Masa depan tenaga kesehatan honorer di Indonesia, sudah bisa lebih jelas.
- Apahabar.com     Sabtu, 30 April 2022 - 14:35 WITA

Menkes Ungkap Kriteria Tenaga Kesehatan Honorer Prioritas ASN

Meski bukan ASN, tenaga kesehatan honorer memiliki peran besar dalam penangangan pasien-pasien Covid-19. Foto: Republika

apahabar.com, JAKARTA – Masa depan tenaga kesehatan honorer di Indonesia, sudah bisa lebih jelas.

Mereka diprioritaskan sebagai calon Aparatur Sipil Negara (ASN), baik PNS maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Berkaitan dengan itu, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin meminta tenaga kesehatan honorer untuk segera mendaftar sebagai calon ASN dan PPPK.

“Kepada semua tenaga kesehatan honorer, tolong segera mendaftar melalui dinas kesehatan di masing-masing daerah agar segera bisa diproses,” papar Budi seperti dilansir dari Antara, Sabtu (30/4).

Pembukaan pendaftaran ini dilakukan untuk menindaklanjuti kebijakan penghapusan tenaga honorer sejak 2023.

Di sisi lain, pemerintah masih kekurangan SDM tenaga kesehatan. Terdata 586 dari total 10.373 Puskesmas tidak punya dokter.

Selanjutnya 5.498 dari 10.373 puskesmas atau 53 persen Puskesmas belum memiliki sembilan jenis tenaga kesehatan sesuai standar.

Ditambah hanya 302 dari 608 atau sekitar setengah RSUD kelas C dan D yang sudah memiliki tujuh dokter spesialis standar nasional.

“Ini sama seperti yang dilakukan di Kemendikbudristek untuk guru-guru,” tutur Menteri Kesehatan.

“Sampai sekarang sudah 200 ribu tenaga kesehatan honorer yang sudah menyampaikan data-data untuk bisa diproses sebagai calon ASN,” imbuhnya.

Meski tetap harus melalui proses seleksi, Kemenkes tetap honorer yang menjadi PNS maupun P3K.

Mereka yang diprioritaskan harus memenuhi periode masa bakti tertentu. Salah satunya bekerja bertahun-tahun di puskesmas hingga rumah sakit milik pemerintah.

“Sebelum merekrut ASN baru, mereka yang terbukti telah berbakti untuk pemda dan pemerintah pusat akan diprioritaskan,” tegas Budi.

Editor: Bastian Alkaf - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Minyak Goreng Banjarmasin

News

Melihat Harga Minyak Goreng di Banjarmasin Pasca-HET Dicabut
Partai

News

PSI dan PKB Kalsel Sepakat Kawal Kebijakan Pemerintah Pro Rakyat
Cuaca Kalsel Hari Ini

BNN Kota Banjarmasin

Cuaca Kalsel Hari Ini: Nihil Peringatan Dini, Semua Wilayah Potensi Cerah Berawan
Migor

News

Akal-akalan Ritel Modern di Banjarmasin, Jual Minyak Goreng Paketan
Polres Tabalong

News

Operasi Intan 2022 Tabalong, Pengendara Diwanti-wanti Prokes
Korban Kebakaran di Balikpapan

News

Hangus Terbakar di Balikpapan, Tiga Korban Teridentifikasi Lewat Gigi
Vaksin Pfizer

News

Hari Ini, Indonesia Kembali Terima 3,4 Juta Dosis Vaksin Pfizer dari AS

News

Sepekan Lebih Invasi, Rusia Masih Tak Bisa Rebut Ibu Kota Ukraina
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com