Terbantahkan, Terdakwa Pastikan Mardani H Maming Tak Terima Dana Gratifikasi Izin Tambang Prediksi BPBD Terkait Ancaman Banjir Rob di Banjarmasin Kini Sejarah Hari Ini: Tragedi Kelam Jumat Kelabu Banjarmasin Keluh Pengusaha Sawit Kalsel Kala Larangan Ekspor CPO Hari Ini, Pesisir Kalsel Dibayangi Hujan Berpetir

Mudik Mengemudi Sendiri? Cegah Kantuk dengan Hindari Karbohidrat Tinggi

- Apahabar.com     Sabtu, 23 April 2022 - 16:19 WITA

Mudik Mengemudi Sendiri? Cegah Kantuk dengan Hindari Karbohidrat Tinggi

Pemudik yang mengemudi sendiri dianjurkan menghindari makanan tinggi karbohidrat dan lemak. Foto: Tempo

apahabar.com, JAKARTA – Selain memerhatikan kondisi kendaraan, banyak hal yang dipersiapkan sebelum mudik. Salah satunya menghindari makanan tertentu agar tak diserang kantuk ketika harus mengemudi sendiri.

Untuk pemudik yang mengemudi sendiri, disarankan menghindari makanan tinggi karbohidrat dan lemak guna menghindari kantuk ketika makan sahur.

“Makanan tinggi lemak dan karbohidrat mengandung elemen serotonin dan triptofan penyebab cepat lelah atau mengantuk,” papar Dokter Spesialis Konsultasi Gizi Klinik RS Pelni, dr Jovita Amelia, seperti dilansir Antara, Sabtu (23/4).

Serotonin berperan dalam regulasi mood dan siklus tidur. Sementara triptofan membantu tubuh memproduksi serotonin.

Triptofan sendiri merupakan asam amino yang terdapat di dalam protein dan karbohidrat dapat membantu tubuh mengabsorbsi triptofan.

“Oleh karena itu, kiat menghindari kantuk adalah tidak mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat dan protein,” jelas Jovita.

Triptofan umumnya ditemukan dalam ikan salmon, daging unggas, telur, bayam, biji-bijian, susu, produk kedelai dan keju.

Sementara makanan yang diketahui mengandung tinggi karbohidrat antara lain nasi putih, kue, kue kering, donat, muffin, susu dan permen.

Makanan tinggi lemak juga diketahui bisa menyebabkan kantuk, karena melepaskan holecystokinin (CCK) yang berhubungan dengan rasa lelah.

“Di sisi lain, jumlah makanan juga berpengaruh terhadap kantuk. Makan dalam jumlah besar biasanya lebih menyebabkan mengantuk, karena terjadi peningkatan gula darah dan diikuti penurunan level energi,” beber Jovita.

Penurunan energi khususnya di siang hari, bisa sangat berbahaya bagi orang yang bekerja dalam kondisi sedang mengoperasikan mesin atau kendaraan.

Hal lain yang juga berkontribusi kepada risiko mengantuk sepanjang hari adalah kurang tidur. Seseorang yang cukup tidur di malam hari, cenderung mengalami penurunan energi signifikan.

Sebaliknya tidur siang sebentar di siang hari bisa membantu mengurangi risiko mengantuk.

Hasil penelitian mengungkapkan bahwa tidur siang singkat dapat memicu gelombang tidur yang pelan, serta fase Rapid Eye Movement (REM) untuk rasa segar dan sadar.

Editor: Bastian Alkaf - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Ustaz Yusuf Mansur

News

Gaji Nunggak, Karyawan Paytren Adukan Ustaz Yusuf Mansur ke Disnaker
Migor

News

Langka! Polres Tanah Bumbu Gelar Pasar Murah Minyak Goreng
Sindikat Gelap Narkoba HSS

News

Bongkar Sindikat Gelap Narkoba, Kurir dan Pengedar Diringkus Polisi HSS
PMI Kotabaru

News

Resmi, Gusti Iskandar Lantik Pengurus PMI Kotabaru 2022-2027
Tersangka Mafia Migor

News

Viral! Beredar Video Dirjen Daglu Bisiki Mendag soal Tersangka Mafia Migor
Banjarmasin

News

Bangkitkan Semangat Remaja Masjid di Kalsel, 7 Pengurus FKAM Dilantik

News

Terjerat OTT KPK, Harta Bupati Bogor Ade Yasin Capai Rp4 Miliar

News

Pabrik Minyak Goreng Haji Isam Mulai Beroperasi Pertengahan Tahun Ini
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com