Demam Skuter Listrik, Di Banjarmasin Rp35 Ribu Free Foto Siap-siap, Kominfo Buka Beasiswa S2 untuk Umum dan PNS Bus Peziarah Tabrak 3 Rumah di Ciamis, Penumpang Berlompatan Cuaca Kalsel Hari Ini: Hujan Disertai Petir Berpotensi Terjadi di Sejumlah Wilayah Ehemm, H Sondani Jatuh Hati pada Pandangan Pertama

Pemerkosa Mahasiswi ULM Terancam Bayar Rp5 Juta per Hari

Dipenjara, kemudian digugat miliaran rupiah, Bayu Tamtomo kini terancam membayar uang paksa Rp5 juta per hari, andai hakim mengabulkan gugatan perdata VDPS.
- Apahabar.com     Kamis, 7 April 2022 - 08:39 WITA

Pemerkosa Mahasiswi ULM Terancam Bayar Rp5 Juta per Hari

apahabar, BANJARMASIN – Gugatan perdata VDPS (22) korban pemerkosaan Bayu Tamtomo terus bergulir di Pengadilan Negeri Banjarmasin.

Terbaru, sidang kembali digelar, Rabu (6/7). Agendanya, penyampaian resume perkara dan penawaran perdamaian.

Tampak hadir para kuasa hukum, termasuk VDPS sendiri. Sementara Bayu yang sedang menjalani hukuman berhalangan. 

“Resume perkara telah diserahkan ke mediator dan kuasa tergugat,” ujar Muhamamd Pazri, kuasa hukum VDPS.

Selanjutnya, kuasa hukum tergugat menyampaikan pokok perkara atau hasil resume kepada Bayu yang mendekam di Lapas Teluk Dalam.

Sidang akan berlanjut pada Rabu pekan depan atau 13 April 2022. Agendanya, penyampaian jawaban tertulis dari tergugat.

Lantas, apa saja isi pokok perkara atau penawaran perdamaian VDPS kepada Bayu? Pazri kembali memberi bocoran.

VDPS, kata Pazri, siap berdamai dengan Bayu yang telah divonis 2,6 tahun bulan penjara.

Asal, Bayu mengganti semua kerugian materiil dan immateriil yang ditanggung VDPS.

Pascapemerkosaan, kata dokter, VDPS wajib mengonsumsi obat penenang minimal dua kali sehari. Pemerintah Provinsi Kalsel sempat membantu pengobatan VDPS.

Namun, hanya tiga kali pengobatan. Awal Maret tadi, bantuan pemerintah habis.

Praktis, VDPS yang kini berfokus menyelesaikan skripsi harus merogoh kocek pribadi.

“Total keseluruhan yang kami tuntut ke tergugat adalah Rp1.149.961.920,” kata Pazri.

Nilai itu merupakan rincian dari biaya pengobatan VDPS sejak saat ini hingga nanti berumur 60 tahun.

Lebih rinci, setiap dua pekan, diketahui VDPS harus menebus paket obat-obatan senilai Rp1,4 juta. Yang mana jika ditotal hingga umur 60 tahun, jumlahnya Rp675.061.920.

Sedang diketahui sisanya adalah biaya ganti rugi immateriil. VDPS yang masih berstatus sebagai mahasiswi kehormatannya telah ternodai, kehilangan kesenangan hidup sementara, ketakutan hingga trauma berat. Termasuk nama baik dan keluarga besar yang telah tercemar.

Pazri mengakui hal itu sesungguhnya tidak dapat dinilai, namun guna memudahkan hakim dalam menentukan besaran ganti rugi, maka sewajarnya jika tergugat membayar Rp474.900 juta.

Selanjutnya di luar kerugian materiil dan immateriil, Pazri meminta hakim juga menghukum Bayu membayar uang paksa sebesar Rp5 juta setiap hari.

Sekadar diketahui, uang paksa atau dwangsom adalah sejumlah uang yang ditetapkan oleh hakim dalam amar putusan yang dibebankan kepada tergugat dan diberlakukan apabila Bayu tidak melaksanakan hukuman yang ditetapkan.

“Kalau dikabulkan gugatan, perhitungannya sejak putusan inkrah perkara perdata yang telah diputus oleh pengadilan berkekuatan hukum tetap,” ujar Pazri.

Kemudian juga, meletakkan sita jaminan atas tanah dan bangunan milik Bayu yang berada di Jalan Sultan Adam, Sungai Miai, Banjarmasin Utara.

VDPS, kata Pazri, berharap hakim mengabulkan tuntutannya. Dan putusan dapat dijalankan terlebih dahulu sekalipun Bayu mengajukan banding, kasasi maupun upaya perlawanan terhadap putusan yang dijatuhkan.

“Apabila majelis hakim yang memutus perkara ini berpendapat lain, mohon putusan yang seadil-adilnya,” pungkas Pazri.

Sebagai pengingat, pemerkosaan bermula ketika Bayu terus menerus membujuk VDPS keluar makan malam, 18 Agustus 2021.

Di tengah perjalanan, Bayu yang tak lain atasan VDPS selama magang di Polresra Banjarmasin memaksanya meminum sebuah Kratingdaeng.

VDPS yang lemas dan tidak berdaya, kemudian dibawa ke Hotel Tree Park Banjarmasin. Di sanalah pemerkosaan terjadi sebanyak dua kali.

11 Januari 2022, Bayu divonis 2 tahun 6 bulan penjara oleh hakim PN Banjarmasin.  Dalam sidang yang tidak tersorot mata kamera awak media itu, Bayu terbukti menyetubuhi VDPS yang dalam kondisi tak berdaya.

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Hot Borneo

Ratusan Pengendara Terjaring Razia Vaksin Covid-19 di Kotabaru
Korupsi

Hot Borneo

Sekda HSU Berbelit, Hakim Ketua Dibuat Geram
ponpes asmaul husna

Hot Borneo

Dua Santri Ponpes Asmaul Husna Terima Hadiah Umrah dari Dandim Tanbu

Hot Borneo

Sempat Diguyur Hujan, Ribuan Jemaah di Tanbu Salat Id di Masjid Agung Al Falah
polres balangan

Hot Borneo

Satresnakoba Polres Balangan Ringkus Budak Sabu di Paringin dan Juai

Hot Borneo

Jelang Ramadan di Marabahan Batola, Harga Minyak Goreng dan Cabai Melesat
bocah tewas tenggelam HSS

Hot Borneo

Polisi Ungkap Kronologis Bocah Perempuan di HSS Tewas Tenggelam
Oknum pegawai bank main binomo

Hot Borneo

Main Binomo, Oknum Pegawai Bank di Banjarmasin Rugikan Negara Rp1,1 Miliar
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com