Demam Skuter Listrik, Di Banjarmasin Rp35 Ribu Free Foto Siap-siap, Kominfo Buka Beasiswa S2 untuk Umum dan PNS Bus Peziarah Tabrak 3 Rumah di Ciamis, Penumpang Berlompatan Cuaca Kalsel Hari Ini: Hujan Disertai Petir Berpotensi Terjadi di Sejumlah Wilayah Ehemm, H Sondani Jatuh Hati pada Pandangan Pertama

Ramadan, Kasus Kriminal Ditangani Kejari Banjarmasin Naik

Ramadan merupakan bulan yang suci. Masyarakat berlomba melakukan hal yang baik. Sementara perbuatan jahat seyogyanya dihindari.
- Apahabar.com     Rabu, 27 April 2022 - 14:55 WITA

Ramadan, Kasus Kriminal Ditangani Kejari Banjarmasin Naik

Kasi Pidana Umum, Kejari Banjarmasin, Roy Modino. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Ramadan merupakan bulan yang suci. Masyarakat berlomba melakukan hal yang baik. Sementara perbuatan jahat seyogyanya dihindari.

Secara logika, angka kejahatan dapat menurun pada Ramadan. Namun faktanya tak demikian. Bukannya menurun, kasus kejahatan malah meroket.

Itu terbukti dari banyaknya perkara kejahatan yang saat ini ditangani Kejaksaan Negeri Banjarmasin. Khusus di bidang pidana umum.

Meminjam data dari Bidang Pidana Umum Kejari Banjarmasin, sejak awal Ramadan 3 April lalu tercatat sudah 75 lebih perkara yang mereka tangani.

Paling mendominasi kejahatan narkotika. Persentanya mencapai 50 persen lebih. Selebihnya penganiayaan, pencurian serta kejahatan lainnya.

“Hampir setiap hari SPDP narkotika ke kami masuk. Rata-rata sehari ada tiga,” ujar Kasi Pidana Umum, Kejari Banjarmasin, Roy Modino, Rabu (27/4).

Melihat angka tersebut, Modino menilai  bahwa jumlah perkara yang mereka tangani mulai merangkak naik seperti sebelum pandemi Covid-19 melanda.

Dimana pada saat itu, hampir 120 – 150 perkara kejahatan yang ditangani di setiap bulannya.

Namun dari analisanya, naiknya angka tersebut tak semerta-merta dikarenakan banyaknya kasus kejahatan yang terjadi di lapangan. Faktor lain juga mempengaruhi.

Ambil contoh, polisi mulai kembali intens melakukan penanganan kasus. Menurutnya itu turut mempengaruhi banyaknya perkara yang masuk ke kejaksaan.

“Karena kemarin pertimbangan prokes (protokol kesehatan Covid-19) mungkin ya. Polisi melambankan ritmenya. Kalau saya menilai begitu,” bebernya.

Di sisi lain pengaruh mulai dilonggarkannya pembatasan kapasitas di lembaga pemasyarakatan juga turut memberikan dampak.

Pasalnya, pada saat penularan Covid-19 sedang tinggi-tingginya, terjadi pembatasan di Lapas. Sehingga pelaku kejahatan cenderung menumpuk di rumah tahanan polisi.

Lantas saat ini, setiap tahanan yang pemberkasan sudah memasuki tahap dua segera dikirim ke Lapas. Tujuannya tak lain untuk merangsang penanganan kasus kepolisian.

“Jadi nggak nunggu sidang di polres. Minggu ini ada 50 yang mau dikirim. Tujuannya agar rutan di polres kosong. Sehingga itu dapat berpengaruh dengan polisi untuk mengenjot proses penyidikan,” pungkasnya.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Wacana Penerapan E-Tiket

Hot Borneo

Wacana Penerapan E-Tiket Penyeberangan Batulicin-Kotabaru Diprotes Warganet
Rapat Paripurna DPRD Banjar

Hot Borneo

Alot, Rapat Paripurna DPRD Banjar Bahas Komposisi Komisi Sempat Memanas
Gerai Vaksinasi Objek Wisata Palangka Raya

Hot Borneo

PERHATIAN! Pemprov Kalteng Siapkan Gerai Vaksinasi di Objek Wisata Palangka Raya

Hot Borneo

Bikin Bangga, Kopiah Jangang Tapin Tembus Pasar Malaysia
Haul Guru Zuhdi di Banjarbaru

Hot Borneo

Jemaah Tumpah Ruah, Ada Kerinduan Terobati Saat Haul Guru Zuhdi di Banjarbaru

Hot Borneo

Miliki Sabu, Pria Gondrong di Kusan Hilir Tanbu Diringkus Polisi

Hot Borneo

Sipir Rudenim Balikpapan Tenggelam Saat Memancing di Perairan Pulau Babi
Halal Bihalal

Hot Borneo

Momen Hari Raya, YN’S Center Halal Bihalal dengan Sejumlah Tokoh di Banjarmasin
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com