Demam Skuter Listrik, Di Banjarmasin Rp35 Ribu Free Foto Siap-siap, Kominfo Buka Beasiswa S2 untuk Umum dan PNS Bus Peziarah Tabrak 3 Rumah di Ciamis, Penumpang Berlompatan Cuaca Kalsel Hari Ini: Hujan Disertai Petir Berpotensi Terjadi di Sejumlah Wilayah Ehemm, H Sondani Jatuh Hati pada Pandangan Pertama

Resmi! Ekspor CPO Dilarang Mulai Malam Ini, Tak Hanya RBD Palm Olein

Tak hanya RBD Palm Olein, pemerintah melarang semua ekspor bahan baku minyak goreng.
- Apahabar.com     Rabu, 27 April 2022 - 21:52 WITA

Resmi! Ekspor CPO Dilarang Mulai Malam Ini, Tak Hanya RBD Palm Olein

Pemerintah memutuskan untuk melarang ekspor semua minyak sawit berikut produk turunannya per malam ini. Foto ilustrasi: Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Teka-teki larangan ekspor minyak sawit atau CPO akhirnya terjawab.

Pemerintah memastikan melarang semua ekspor bahan baku minyak goreng. Mulai dari minyak sawit mentah, RPO, RBD Palm Olein, POME, dan Used Cooking Oil.

“Sesuai keputusan Bapak Presiden mengenai hal tersebut dan memperhatikan pandangan dan tanggapan dari masyarakat, kebijakan pelarangan ini didetailkan yaitu berlaku untuk semua produk baik itu CPO, RPO, RBD Palm Olein, POME dan Used Cooking Oil ini seluruhnya sudah tercakup dalam peraturan menteri perdagangan,” kata Menteri Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers virtual, Rabu (27/4), seperti dilansir Detik.com.

Aturan ini berlaku mulai Kamis 28 April 2022 pukul 00.00 WIB. Jangka waktu kebijakan sampai berlakunya harga minyak goreng Rp 14 ribu per liter.

“Akan diberlakukan malam hari ini jam 00.00 WIB karena ini sesuai dengan apa yang sudah disampaikan Bapak Presiden bahwa ini akan berlaku tanggal 28,” tuturnya.

Sekali lagi, Airlangga menjelaskan keputusan Presiden Joko Widodo memperhatikan kepentingan masyarakat. Kebijakan itu memastikan bahwa produk CPO dapat didedikasikan seluruhnya untuk ketersediaan minyak goreng curah agar harganya bisa Rp 14 ribu/liter liter. Terutama di pasar-pasar tradisional untuk kebutuhan UMK.

“Sekali lagi, Bapak Presiden memperhatikan kepentingan masyarakat dan Bapak Presiden kembali komit bahwa rakyat Indonesia adalah prioritas utama dari kebijakan pemerintah,” jelasnya.

Terkait pelaksanaan dan implementasi tersebut, pengawasan larangan ekspor akan dilakukan oleh bea dan cukai. Bagi yang melanggar pelaksanaan distribusi hasil CPO dan produk turunannya akan ditindak tegas.

“Tentu kalau ada pelanggaran akan ditindak tegas karena Satgas pangan, Bea Cukai, kepolisian akan terus mengawasi demikian juga dengan Kementerian Perdagangan,” tandasnya.

Larangan Ekspor Minyak Goreng, Ekonom ULM Lebih Pilih DMO

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Pelajar Banjarbaru

News

Sabu di Kota Idaman, Giliran Pelajar Digelandang Polisi
apahabar.com

News

Lebaran 2022, Ribuan Tahanan Lapas Balikpapan Diganjar Remisi
Pembunuhan LAbuan Amas

News

Amat Tewas di Labuan Amas HST, Polisi Beber Kendala Penyelidikan
G20 RI

News

G20 RI Bakal Panas, Putin Berencana Datangi Bali
Pemekaran

News

Mahasiswa Papua di Banjarmasin Dukung Pemekaran, Begini Penjelasannya
Dua Kakak Beradik di Samarinda Tewas Tenggelam

News

Kakak Beradik Tewas Tenggelam di Rest Area Balikpapan-Samarinda
Syarat Naik Pesawat

News

Mudik Naik Pesawat, Kereta dan Bus Wajib Isi e-Hac
Kajati Kalteng

News

Terpesona, Kajati Kalteng Sebut Gedung Baru Kejari Kapuas Paling Megah
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com