Prediksi BPBD Terkait Ancaman Banjir Rob di Banjarmasin Kini Sejarah Hari Ini: Tragedi Kelam Jumat Kelabu Banjarmasin Keluh Pengusaha Sawit Kalsel Kala Larangan Ekspor CPO Hari Ini, Pesisir Kalsel Dibayangi Hujan Berpetir Shin Tae-yong Puji Semangat Juang Garuda Muda Tumbangkan Malaysia

Ssttt…Bareskrim Periksa Persija-PS Sleman-Madura United Terkait Viral Blast

Bareskrim Polri memeriksa sejumlah klub Liga 1 di antaranya Persija, PS Sleman hingga Madura United terkait Viral Blast.
- Apahabar.com     Jumat, 15 April 2022 - 21:10 WITA

Ssttt…Bareskrim Periksa Persija-PS Sleman-Madura United Terkait Viral Blast

Bareskrim Polri. Foto: Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Bareskrim Polri memeriksa sejumlah klub Liga 1 di antaranya Persija, PS Sleman hingga Madura United terkait Viral Blast.

“Yang sudah dimintai keterangan dari Persija, PS Sleman dan Madura United,” ucap Kasubdit III Ditippideksus Bareskrim Polri Kombes Robertus Yohanes De Deo dilansir detikcom, Jumat (15/4) malam.

De Deo mengatakan penyidik melakukan pemeriksaan kepada para agen masing-masing klub sepak bola.

Mereka dikonformasi terkait sponsorship dari Viral Blast.

“Materi pemeriksaan semua terkait sponsorship Viral Blast kepada masing-masing klub,” katanya.

Sebelumnya, Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri mengungkap kasus robot trading bernama Viral Blast yang bikin rugi member-nya hingga Rp 1,2 triliun.

Polisi menetapkan empat tersangka dalam kasus ini, dengan rincian tiga sudah ditangkap, sementara satu lainnya masih buron.

“Dalam kasus ini, penyidik telah menetapkan 4 tersangka di mana 3 tersangka telah diamankan ditangkap dan ditahan. Dan ada 1 tersangka yang masih DPO,” ungkap Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan, Selasa (22/2) lalu.

Ketiga orang yang sudah ditangkap berinisial RPW, ZHP, dan MU.

PW, yang masih diburu Bareskrim, kini sudah masuk daftar pencarian orang (DPO).

Terpisah, Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Whisnu Hermawan menjelaskan total member Viral Blast mencapai 12 ribu orang.

Whisnu menerangkan, Viral Blast berdiri di bawah PT Trust Global Karya sejak 2020, tapi ternyata perusahaan itu ilegal karena tak punya izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Di mana perusahaan ini tidak memiliki izin trading dan mengoperasionalkannya, menjalankan investasi robot trading dengan nama Viral Blast di mana hasil kejahatannya dinikmati oleh pengurus dan afiliasinya,” kata Whisnu.

Dari para tersangka, Whisnu menyebut pihaknya menyita sejumlah barang bukti berupa uang senilai SGD 1.850.000, uang nilai Rp 12.000.000, kartu ATM sebanyak 12 buah, 4 unit mobil mewah dan 8 unit handphone.

Editor: Muhammad Robby - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

HIPMI

News

Buntut Serangan Buzzer, Tagar Mardani H Maming Dikriminalisasi Bergema di Twitter!
Bank

News

Lampu Kuning Teller & CS, Bank Bakal PHK Besar-besaran?
Gunung

News

Gunung Anak Krakatau Siaga III, Pemudik Lintas Merak-Bakauheni Diimbau Tenang

News

Gejala dan Cara Mencegah Hepatitis Misterius pada Anak
Migor Banjar

News

Lagi Langka, Minimarket di Banjar Malah Jual Migor Bersyarat
Perang

News

Kabar Terkini Ukraina, Rusia Sita RS Mariupol dan Sandera 400 Orang
Kapal Rusia

News

Rusia Serang Pabrik Rudal Ukraina Usai kapal Perangnya Tenggelam
PLN Tala

News

Bangun Infrastruktur Kalsel, PLN Sulap Limbah Batu Bara PLTU Asam-Asam
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com