Terbantahkan, Terdakwa Pastikan Mardani H Maming Tak Terima Dana Gratifikasi Izin Tambang Prediksi BPBD Terkait Ancaman Banjir Rob di Banjarmasin Kini Sejarah Hari Ini: Tragedi Kelam Jumat Kelabu Banjarmasin Keluh Pengusaha Sawit Kalsel Kala Larangan Ekspor CPO Hari Ini, Pesisir Kalsel Dibayangi Hujan Berpetir

Suara Mahasiswa: Tuntaskan Masalah Lonjakan BBM–Bahan Pokok

Beragam kebijakan itu dikhawatikan akan mengancam keberlangsungan Usaha Menengah Kecil Mikro (UMKM) dan masyarakat kelas menengah ke bawah.
- Apahabar.com     Selasa, 12 April 2022 - 07:10 WITA

Suara Mahasiswa: Tuntaskan Masalah Lonjakan BBM–Bahan Pokok

Saat ini fenomena kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersubsidi masih jadi momok. apahabar.com/Riki

apahabar.com, BANJARMASIN – Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia (ISMEI) mendesak pemerintah menuntaskan sejumlah persoalan yang belakangan menjadi polemik di masyarakat.

Saat ini fenomena kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersubsidi masih jadi momok.

Masalah tersebut ditambah dengan kebijakan pemerintah menaikan tarif BBM jenis Pertamax.

Kemudian, ada pula soal kenaikan pajak pertambahan nilai (PPN) menjadi 11 persen.

Kebijakan ini dikhawatikan akan mengancam keberlangsungan Usaha Menengah Kecil Mikro (UMKM) dan masyarakat kelas menengah ke bawah.

Belum selesai sampai di situ, sampai sekarang harga sejumlah bahan pokok pun ikut terkerek. Meski ketersediaan dijamin pemerintah aman selama Ramadan.

“Jika dibiarkan berlarut-larut, fenomena ini akan memberikan tekanan yang luar biasa terhadap kelangsungan hidup masyarakat serta menghambat upaya pemulihan ekonomi nasional (PEN) yang sedang berjalan,” kata Ketua Badan ISMEI, Yogi Ilmawan, Senin (11/4).

Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin ini meminta pemerintah untuk segera mengambil tindakan. Utamanya masalah BBM dan bahan pokok.

Mengingat, konsumsi kedua bahan tersebut cukup krusial jelang lebaran.

“Jika hal ini terus berlanjut maka beberapa sektor akan terdampak, terkhusus proses distribusi di tengah masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, ISMEI juga mendesak pemerintah agar segera mengungkap dan memberi efek jera terhadap kartel minyak goreng.

Sebab, keberadaan kartel disinyalir kuat menjadi salah salah penyebab langkanya minyak goreng beberapa waktu lalu.

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Red Wheels Scooter

Hot Borneo

Cek Lokasi-Jam Operasional Red Wheels Scooter di Tabalong
Terduga pencabulan di Tanbu

Hot Borneo

Diduga Setubuhi Anak di Bawah Umur, KS Diamankan Polisi Tanbu

Hot Borneo

Mapolsek Martapura Timur Terendam Banjir, Tiga Tahanan Dititipkan ke Polres Banjar

Hot Borneo

Jaringan Perpipaan Dioptimalisasi, Air Bersih di Banjarmasin Barat Berangsur Mengalir
Kecelakaan di Jalan Lingkar Basirih

Hot Borneo

Tragis! Pasutri Asal Banjarmasin Tewas Tabrak Truk di Jalan Gubernur Subarjo
Rusunawa terbakar

Hot Borneo

Dini Hari, Gudang Rusunawa Kotabaru Terbakar
PDAM

Hot Borneo

Penyesuaian Tarif Air Bersih di HST, PDAM Patok Harga Baru hingga Denda
Cuaca Kalsel

Hot Borneo

Kalsel Hujan Lagi Hari Ini
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com