Terbantahkan, Terdakwa Pastikan Mardani H Maming Tak Terima Dana Gratifikasi Izin Tambang Prediksi BPBD Terkait Ancaman Banjir Rob di Banjarmasin Kini Sejarah Hari Ini: Tragedi Kelam Jumat Kelabu Banjarmasin Keluh Pengusaha Sawit Kalsel Kala Larangan Ekspor CPO Hari Ini, Pesisir Kalsel Dibayangi Hujan Berpetir

Syarat Terbang di Ramadan; Vaksin Booster Diistimewakan, Ibu Hamil Sertakan Rekomendasi Dokter

- Apahabar.com     Rabu, 6 April 2022 - 16:14 WITA

Syarat Terbang di Ramadan; Vaksin Booster Diistimewakan, Ibu Hamil Sertakan Rekomendasi Dokter

Penumpang di Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin. Foto-apahabar.com/Fida.

apahabar.com, BANJARBARU – Pemerintah membuat aturan baru terkait syarat melakukan perjalanan udara selama Ramadan. Dalam kebijakan baru ini, hanya penumpang yang sudah divaksin booster yang boleh terbang tanpa tes kesehatan.

Syarat terbaru ini berbeda dengan aturan sebelumnya. Sebelumnya, pada SE Kementerian Perhubungan Nomor 21 Tahun 2022, pelaku perjalanan udara yang sudah mendapatkan vaksinasi dosis kedua diperbolehkan terbang tanpa tes kesehatan.

Sedangkan, diaturan baru pelaku perjalanan dalam negeri yang sudah divaksin dosis dua, masih harus membawa hasil negatif RT Antigen (1×24 jam) atau hasil negatif RT-PCR (3×24 jam).

“Kemudian yang baru vaksin dosis satu wajib membawa hasil negatif RT PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 3×24 jam,” kata Stakeholder Relation Bandara Internasional Syamsudin Noor, Ahmad Zulfian Noor.

Dia menyebut, peraturan baru tersebut berdasarkan surat edaran Kementerian Perhubungan Nomor 36 Tahun 2022. “Surat edaran ini sudah berlaku sampai waktu yang ditentukan kemudian,” sebutnya.

Bagaimana dengan penumpang yang belum divaksin?

Zulfian menjelaskan, syarat vaksin dikecualikan bagi penumpang dengan kondisi kesehatan khusus atau penyakit komorbid yang menyebabkannya tidak dapat menerima vaksinasi.

Jadi, lanjutnya, mereka yang komorbid hanya wajib menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 3×24 jam dan wajib melampirkan surat keterangan dokter dari RS pemerintah.

Sedangkan pelaku perjalanan dengan usia di bawah 6 tahun tidak wajib menunjukkan hasil negatif tes RT PCR ataupun RT antigen. Namun wajib dilakukan pendampingan perjalanan.

Zulfian menambahkan, khusus untuk ibu hamil yang ingin melakukan perjalanan udara perlu melengkapi dengan rekomendasi dokter.

“Keteranganya dari rumah sakit pemerintah bisa dokter umum atau kandungan,” tuntasnya.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Perda Ramadan

Hot Borneo

PSI Banjarmasin Nilai Perda Ramadan Perlu Direvisi untuk Keadilan Sosial Masyarakat
Indekos Putri

Hot Borneo

Indekos Putri Banjarmasin Ambruk, Penghuni Kejepit Pintu Kamar!
Satpol PP Banjarmasin

Hot Borneo

Ribut-Ribut Pol PP Vs Bos Warung di Veteran, Jangan Lupakan Semangat Perda Ramadan
Adaro

Hot Borneo

Embat Roller Conveyor Adaro, Dua Karyawan Sub Kontraktor Ditangkap
Kaltim

Hot Borneo

Kasus Covid-19 Cepat Naik, Gubernur Kaltim: Menurut Saya Ini Gelombang Terakhir

Hot Borneo

Kebakaran di Dekat Makam Datu Sanggul Tapin, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta
Spanduk penolakan ibu kota Kalsel pindah ke banjarbaru

Hot Borneo

Sudah 85%, Gugatan UU Provinsi Kalsel Segera Didaftar ke MK
Wisata kuliner Kotabaru

Hot Borneo

Asyik, Wisata Kuliner Baru di Kotabaru Resmi Dibuka
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com