Viral Surat Cinta BPK untuk Masyarakat Setelah Insiden Maut di Lingkar Dalam [ANALISIS] Tembok Retak RS Sultan Suriansyah Tuai Sorotan Aturan Baru Berlaku, Penumpang di Syamsudin Noor Masih Stagnan  Cuaca Hari Ini, Hujan Disertai Petir Mengintai Kalsel Ribuan Lahan Padi di Kalsel Terancam Kerdil dan Menguning, Dinas TPH: Jangan Panik

Tak Seirama hingga Bakar Ban, Unjuk Rasa di DPRD Kalsel Bubar

Demonstrasi terpantau kondusif kendati hanya satu wakil rakyat di DPRD Kalsel yang turun kejalan.
- Apahabar.com     Kamis, 14 April 2022 - 13:57 WITA

Tak Seirama hingga Bakar Ban, Unjuk Rasa di DPRD Kalsel Bubar

Di akhir aksi, sejumlah peserta aksi membakar ban bekas. Foto-foto: apahabar.com/Rizal Khalqi

apahabar.com, BANJARMASIN – Lepas tengah hari, tensi unjuk rasa menolak jabatan tiga periode di depan kantor DPRD Kalsel mulai mereda sekalipun diwarnai aksi bakar ban.

Selama demonstrasi, mahasiswa menyuarakan penilaian mereka terkait gagalnya pemerintah memberantas mafia minyak goreng.

Hal tersebut, kata orator, dibuktikan dengan rapuhnya ketahanan minyak goreng nasional terhadap harga luar negeri.

“Negara tak mampu melawan mafia minyak goreng, itu salah satu bukti pemerintah gagal melaksanakan tugas,” kata pemuda tersebut.

Karenanya, kata dia, presiden gagal menyejahterakan rakyatnya. Banyak ketimpangan sebab kenaikan harga-harga bahan pokok.

Demonstrasi berlangsung kondusif kendati hanya satu anggota DPRD Kalsel yang menemui peserta aksi.

Di tengah aksi itu, massa aksi justru seakan pecah kongsi. Mereka terpecah menjadi dua.

Di barisan depan, massa terlihat seirama mendengar komando koordinator aksi.

Namun di belakang, massa riuh mengelilingi ban bekas yang terbakar.

Tak lama setelahnya, massa aksi pun membubarkan diri.

Kendati begitu, secara keseluruhan unjuk rasa kali ini terbilang damai. Tak ada aksi saling dorong hingga baku hantam.

Diwartakan sebelumnya, ratusan mahasiswa dari penjuru Banua mendatangi gedung DPRD Kalsel di Jalan Lambung Mangkurat sejak Kamis pagi (14/4).

Mereka sengaja datang guna menyuarakan pelbagai penolakan. Mulai dari wacana penundaan pemilu, perpanjangan masa jabatan presiden tiga periode, kenaikan harga BBM, tarif PPN, hingga kelangkaan minyak goreng.

Sempat berorasi, mahasiswa akhirnya ditemui dan berdialog dengan salah satu anggota DPRD Kalsel, Rosehan Noor Bahri.

Mirip dengan orasi mahasiswa di Senayan, dari Rumah Banjar (sebutan DPRD Kalsel) mereka meminta tuntutan itu disampaikan pada pemerintah provinsi hingga pusat.

Mereka menganggap kebijakan yang diambil pemerintah tak tepat. Terlebih di saat pandemi Covid-19 masih melanda.

Selain berorasi, mahasiswa juga menampilkan teatrikal wajah pemerintahan beserta segelintir elite partai yang dianggap bersikap tidak pantas dalam menanggapi gejolak harga dan kelangkaan minyak goreng.

Mereka tampak silih-berganti menyampaikan orasi dan protes ke pemerintah di tengah pengawalan ratusan aparat kepolisian.

Dilengkapi oleh Syaiful Riki

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Polres Kutai Kartanegara berhasil meringkus dua orang tersangka yang melakukan pengetapan solar subsidi di SPBU. Foto-Istimewa

News

Sehari Jelang Ramadan, Waterpark di Mabuun Tabalong Ramai Pengunjung
Presiden Jokowi

News

Pulang dari Kunjungan Luar Negeri, Presiden Jokowi Kumpulkan Para Menteri, Ada Apa?
Kebakaran

News

Api Berkobar di SPBU Samarinda, Seorang Sopir Luka Bakar

News

Jokowi Sebut Perang Rusia-Ukraina Bikin Harga BBM dan Gas Naik
JMSI

News

Silaturahmi ke Wali Kota Banjarmasin, Milhan Jelaskan Eksistensi Legal JMSI
Uniska

News

Hadirkan Advokat Andal, BEM FH Uniska Bahas Kekerasan Seksual di Kalsel
Elon Musk

News

Berkunjung ke Space X di Boca Chica, Presiden Jokowi Bertemu Elon Musk
Pos Penyekatan

News

Update Covid Kapuas, 25 Februari: Ratusan Warga dalam Perawatan 
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com