Pelunasan Bipih Ditutup, Puluhan Jemaah Cadangan Lengkapi Kuota Haji Kalsel 2022 Innalillahi, Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Buya Syafii Maarif Tutup Usia PT BKB Tanbu Laporkan Ormas KPK Tipikor Kalsel ke Polisi [ANALISIS] Judi ‘Gurak’, Ritual Adat atau Kepentingan Pribadi? Kebakaran Simpang Telawang, Korban Tetap Tinggal Saat Api Berkobar

Terungkap! Alasan WHO Belum Jadikan Covid-19 Sebagai Endemi

- Apahabar.com     Minggu, 17 April 2022 - 16:49 WITA

Terungkap! Alasan WHO Belum Jadikan Covid-19 Sebagai Endemi

Ilustrasi. Foto-Ist

apahabar.com, JAKARTA – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan pandemi Covid-19 masih jauh untuk menjadi penyakit endemik. Sebab virus ini masih dapat memicu wabah besar di seluruh dunia.

Direktur Program Kedaruratan Kesehatan WHO Michael Ryan mengatakan salah jika masyarakat berpikir bahwa Covid-19 mereda dan menjadi endemik artinya akhir dari masalah.

“Saya tentu tidak percaya kita telah mencapai sesuatu yang mendekati situasi endemik dengan virus ini,” kata Ryan dalam sesi tanya jawab di saluran media sosial WHO, seperti dilansir dari CNBCIndonesia, Minggu (17/4/2022).

“Itu belum menjadi penyakit endemi,” tegasnya.

Ryan mengatakan virus corona belum masuk ke pola penyakit musiman atau penularan apa pun. Ia juga mengatakan virus SARS-CoV-2 yang sudah memiliki banyak varain ini tetap mampu menyebabkan wabah besar.

“Jangan percaya endemik sama saja sudah selesai, ringan atau tidak masalah. Itu sama sekali tidak,” kata Ryan, menyebut contoh tuberkulosis dan malaria sebagai penyakit endemik yang masih membunuh jutaan orang per tahun.

Pekan lalu tercatat jumlah kematian Covid-19 terendah sejak pandemi pada awal 2020. Namun, dengan lebih dari 20.000 kematian dilaporkan, Ryan mengatakan “masih terlalu banyak… kita seharusnya bahagia tapi kita tidak boleh puas”.

Ia menjelaskan, begitu penyakit epidemik menetap menjadi pola endemik, seringkali bisa menjadi penyakit anak-anak, seperti campak dan difteri, karena “saat anak baru lahir, mereka rentan”. Ia juga mengatakan jika tingkat vaksinasi turun, seperti yang terjadi pada campak, epidemi bisa pecah lagi.

Sementara Pemimpin Teknis Covid-19 WHO Maria Van Kerkhove mengatakan virus corona itu terus beredar pada tingkat tinggi, menyebabkan “kematian dan kehancuran dalam jumlah besar”.

“Kita masih berada di tengah pandemi ini. Kita semua berharap tidak demikian. Tapi kami tidak dalam tahap endemik,” katanya.

 

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

honorer

News

Kabar Baik! Honorer Diberi Kesempatan Jadi PNS Sebelum 2023
apahabar.com

News

Geger, Desainer Tanah Air Terseret Kasus Perdagangan Organ Manusia

News

Biden Blak-blakan Sebut Putin Tak Boleh Berkuasa
Herry Wirawan

News

Tok! Hakim PT Bandung Vonis Mati Herry Wirawan
Muhammad Kece

News

M Kece Divonis 10 Tahun Penjara
Minyak

News

Jokowi Perintahkan Menko Luhut Bereskan Masalah Minyak Goreng
Ilustrasi. Foto-Net.

News

Badan Penanggulangan Teroris Ungkap Ciri Penceramah Radikal
Halal

News

Kemenag Jawab Soal Pro Kontra Logo Halal Terbaru Mirip Wayang
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com