Terbantahkan, Terdakwa Pastikan Mardani H Maming Tak Terima Dana Gratifikasi Izin Tambang Prediksi BPBD Terkait Ancaman Banjir Rob di Banjarmasin Kini Sejarah Hari Ini: Tragedi Kelam Jumat Kelabu Banjarmasin Keluh Pengusaha Sawit Kalsel Kala Larangan Ekspor CPO Hari Ini, Pesisir Kalsel Dibayangi Hujan Berpetir

Tetap Berstatus Tersangka, Penahanan Korban Begal di NTB Ditangguhkan

- Apahabar.com     Kamis, 14 April 2022 - 23:02 WITA

Tetap Berstatus Tersangka, Penahanan Korban Begal di NTB Ditangguhkan

Usai penahanan ditangguhkan, Amaq Santi berharap dibebaskan lantaran pembelaan diri yang dilakukan menyebabkan dua nyawa melayang. Foto: Medcom

apahabar.com, LOMBOK – Korban pembegalan yang menjadi tersangka di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Murtede alias Amaq Santi (34), akhirnya tidak ditahan.

Penangguhan penahanan warga Dusun Matek Maling, Desa Ganti, Kecamatan Praya Timur, itu diputuskan Polres Lombok Tengah, Kamis (14/4).

“Penahanan sudah ditangguhkan atas jaminan pihak keluarga. Kemudian yang bersangkutan juga menegaskan tidak akan melarikan diri,” jelas Kabid Humas Polda NTB, Kombes Artanto, seperti dilansir Antara.

Amaq Sinta merupakan korban begal yang ditahan polisi, lalu ditetapkan menjadi tersangka karena membunuh dua begal dan melukai dua begal lain.

Pria yang sehari-hari bertani ini dibegal empat orang, Minggu (10/4) malam, ketika mengendarai sepeda motor di jalan Desa Ganti untuk mengantar makanan kepada sang ibu di rumah sakit.

Meski berupaya dibegal empat orang yang bersenjata tajam, Amaq tidak melarikan diri, melainkan balik melawan.

Menggunakan sebilah pisau kecil yang dibawa, Amaq terus melawan sembari berteriak minta tolong. Namun demikian, tak seorang pun warga yang menolong.

Selanjutnya dua pembegal berinisial P (30 dan OWP (21) tewas di tangan Amaq. Sedangkan dua begal lain mengalami luka-luka dan melarikan diri, tapi sudah ditangkap Polres Lombok Tengah.

“Saya melawan karena dalam keadaan terpaksa. Diadang dan diserang dengan senjata tajam, mau tidak mau harus melawan. Kalau saya mati, siapa yang akan bertanggung jawab?,” papar Amaq Sinta.

“Saya tidak memiliki kepandaian bela diri atau ilmu kebal. Saya sepenuhnya hanya dilindungi Tuhan,” imbuhnya.

Setelah ditahan dan ditetapkan menjadi tersangka, keluarga Amaq Sinta terguncang. Beruntung warga Lombok Tengah terus memberikan dukungan, sehingga penahanan Amaq ditangguhkan.

“Saya berharap bisa dibebaskan murni dan tidak sampai di pengadilan, supaya bisa kerja kembali seperti biasanya. Saya berterima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah mendukung saya,” beber Amaq.

Sementara pakar psikologi forensik, Reza Indragiri, menyebut sejumlah parameter yang bisa dipertimbangkan hakim untuk tidak menghukum Amaq Sinta.

Di antaranya sepenuhnya dipicu oleh pihak eksternal, serta tidak terdapat jeda yang memungkinkan pelaku mengendalikan diri, meredakan emosi atau menimbang-nimbang perbuatan.

Tinggal perbuatan setara provokasi yang diterima pelaku, termasuk kemungkinan pembegalan membuat target kehilangan nyawa dan motif korban begal membawa senjata tajam.

“Kalau ketiga parameter itu terpenuhi, klaim pembelaan diri berpotensi besar akan diterima hakim,” jelas Reza Indragiri seperti dilansir Detik.

“Memang orang yang dibegal di Lombok Tengah bersalah, karena membunuh orang. Namun hukum mengenal alasan pembenar dan alasan pemaaf. Mungkin hakim akan memaklumi alasan-alasan itu,” tandasnya.

Editor: Bastian Alkaf - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Banjarmasin

News

Alasan Pandemi, Anggaran ‘Super Jumbo’ Pilkada Banjarmasin 2024 Dinilai Tak Relevan
pln

News

Ciptakan Kemandirian Ekonomi, YBM PLN Targetkan 96 Kelompok Usaha Cahaya Terbentuk Tahun Ini
Intel Polda

News

Pinta Intel Polda Kala Sambangi Warga Tabalong
Brian Edgar

News

Ditangkap Bareskrim, Tersangka Binomo Brian Edgar Menampakkan Diri

News

Resmi, Hasnuryadi Kembali Pimpin Asprov PSSI Kalsel
PLN Kalimantan

News

Buruh Listrik Kalsel Protes, Upah Lembur Tak Sesuai Rumus
Tenggelam

News

Terungkap! Indentitas Pria Tenggelam di Sungai Martapura
Belarus

News

Belarus Dukung Invasi Rusia di Ukraina, Korea Selatan Bakal Terapkan Pembatasan Ekspor
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com