Terbantahkan, Terdakwa Pastikan Mardani H Maming Tak Terima Dana Gratifikasi Izin Tambang Prediksi BPBD Terkait Ancaman Banjir Rob di Banjarmasin Kini Sejarah Hari Ini: Tragedi Kelam Jumat Kelabu Banjarmasin Keluh Pengusaha Sawit Kalsel Kala Larangan Ekspor CPO Hari Ini, Pesisir Kalsel Dibayangi Hujan Berpetir

Usai Ditinggal Rusia, Ukraina Autopsi Ribuan Mayat di Kyiv

- Apahabar.com     Sabtu, 23 April 2022 - 08:53 WITA

Usai Ditinggal Rusia, Ukraina Autopsi Ribuan Mayat di Kyiv

Ukraina mengautopsi ribuan jasad diduga warga sipil yang ditemukan di sekitar ibu kota Kyiv, setelah pasukan Rusia hengkang. Foto: CNN

apahabar.com, JAKARTA – Seusai ditinggalkan Rusia, penyelidik forensik Ukraina mengautopsi sebanyak 1.084 jasad diduga warga sipil yang ditemukan di dekat ibu kota Kyiv.

Mayat-mayat itu diyakini Ukraina sebagai warga sipil yang tidak memiliki kaitan dengan pasukan pertahanan atau unit militer lain.

“Sekarang jenazah yang ditemukan berjumlah 1.084. Mereka diautopsi oleh investigator dan dibawa ke fasilitas forensik,” papar Kepala Polisi Daerah Kyiv, Andrii Nebytov, seperti dilansir CNN, Sabtu (23/4).

“Sebagian besar antara 50 hingga 75 persen, warga dibunuh dengan senjata kecil, senapan mesin atau sniper. Semuanya bergantung lokasi,” imbuhnya.

Tercatat sekitar 300 jenazah belum diidentifikasi. Otoritas pun meminta warga agar memberitahu, seandainya terdapat anggota keluarga atau kerabat yang hilang.

Penyelidik di Kyiv dan wilayah lain Ukraina mengklaim menemukan bukti lebih luas soal pembunuhan warga sipil oleh pasukan Rusia.

Beberapa pekan lalu, Ukraina melaporkan menemukan lebih dari 300 mayat dalam kondisi mengenaskan berserakan di Bucha. Mereka diduga dibunuh pasukan Rusia yang mengepung kawasan itu.

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, menyebut tindakan itu sebagai genosida dan menuntut tanggung jawab Rusia atas serangan militer.

Sejumlah negara Barat juga ramai-ramai mengecam tindakan Rusia. Inggris, misalnya, sampai berinisiatif mengumpulkan bukti dan mendukung investigasi kejahatan perang.

Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendesak agar dilakukan investigasi, terkait penemuan tersebut untuk memastikan akuntabilitas dan keadilan.

Editor: Bastian Alkaf - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Anies Baswedan

News

Cari Oleh-oleh Khas Kaltim, Anies Baswedan Keliling Pasar Inpres Kebun Sayur
Vaksinasi Tapin

News

Tinggal Hitungan Hari, Ribuan Vaksin AstraZaneca di Tapin Terancam Kedaluwarsa
mafia minyak goreng

News

Mafia Minyak Goreng Belum Ditemukan, Polri Sebut Pedagang Dadakan Jadi Pemicu Kelangkaan
LPG Non Subsidi

News

Jangan Kaget! Harga LPG Non Subsidi Naik Lagi Mulai Hari Ini

News

6 Fakta Unik Ukraina: Negara Terluas di Eropa & Punya Banyak Kota Hantu
banjir di martapura

News

Ketika Banjir di Martapura Jadi Wahana Bermain Sekawanan Bocil
Uniska

News

Salut! Mahasiswa ULM Banjarmasin Juara 1 Kompetisi Hukum BEM FH Uniska

News

BMKG dan BRIN Kompak Prediksi Idulfitri 1443 Hijriah Jatuh 2 Mei 2022
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com