Terbantahkan, Terdakwa Pastikan Mardani H Maming Tak Terima Dana Gratifikasi Izin Tambang Prediksi BPBD Terkait Ancaman Banjir Rob di Banjarmasin Kini Sejarah Hari Ini: Tragedi Kelam Jumat Kelabu Banjarmasin Keluh Pengusaha Sawit Kalsel Kala Larangan Ekspor CPO Hari Ini, Pesisir Kalsel Dibayangi Hujan Berpetir

Awas!!! Seantero Kalsel Kembali Dilanda Hujan Petir

- Apahabar.com     Rabu, 11 Mei 2022 - 05:45 WITA

Awas!!! Seantero Kalsel Kembali Dilanda Hujan Petir

Hujan disertai angin dan petir diprakirakan kembali akan merata terjadi di Kalimantan Selatan, Rabu (11/5). Foto: JPNN

apahabar.com, BANJARMASIN – Semua kawasan di Kalimantan Selatan mendapatkan peringatan dini hujan sedang hingga yang lebat disertai petir, Rabu (11/5).

Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hujan petir yang disertai angin kencang itu diprakirakan merata terjadi di siang hari.

Sementara di pagi hari, cuaca mayoritas kawasan Kalsel akan berawan. Kecuali Tanah Lait yang diprakiranan cerah berawan.

Kemudian selepas hujan petir di siang hari, hujan ringan diprakirakan akan merata terjadi sepanjang malam di seluruh kawasan Kalsel. Sedangkan cuaca dini hari cenderung berawan.

Akibat situasi itu, suhu udara diperkirakan antara 25 hingga 34 derajat celcius dengan kelembaban 66 hingga 95 persen.

Sebelumnya BMKG Syamsudin Noor menyebut fenomena panas terik hingga hujan disertai angin kencang tersebut belum bisa dikatakan sebagai cuaca ekstrim.

Faktanya cuaca dikatakan ekstrim apabila suhu maksimum udara harian berada dalam selisih lebih dari 3 derajat dari suhu maksimum normal atau rata-rata suhu maksimum 30 derajat.

“Berdasarkan pengamatan selama 7 hari kebelakang, suhu maksimum masih dalam rentang normal 32,5 sampai 35,2 derajat,” papar Staff Observasi dan Prakirawan BMKG Syamsudin Noor, Fitma Surya Arghani, Senin (9/5).

Adapun fenomena suhu udara terik yang terjadi siang hari dipicu beberapa hal. Salah satunya posisi semu matahari di wilayah utara Ekuator yang mengindikasikan bahwa sebagian wilayah Indonesia akan mulai memasuki musim kemarau.

Akibatnya tingkat pertumbuhan awan dan fenomena hujan akan mulai berkurang, sehingga cuaca cerah di pagi menjelang siang hari cukup mendominasi.

Kemudian dominasi cuaca yang cerah dan tingkat perawanan yang rendah itu dapat mengoptimumkan penerimaan sinar matahari di permukaan bumi, sehingga menyebabkan kondisi cukup terik di siang hari.

Sementara penjelasan terkait fenomena hujan disertai angin kencang ini disebabkan wilayah Kalsel sedang terjadi konvergensi (pertemuan angin).

“Angin tersebut membawa uap air untuk menyuplai awan hujan di wilayah Kalsel untuk masa peralihan ke musim kemarau, tetapi sering terjadi hujan,” tandas Fitma Surya.

Editor: Bastian Alkaf - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Prof Budi

Hot Borneo

Aksi Bela Islam: Massa Tuntut Prof Budi Santosa Cabut dari Balikpapan
Satresnarkoba Polres Tanah Bumbu

Hot Borneo

Simpan Sabu dalam Kotak Rokok, Pria Jalan PLN Digelandang Polisi Tanah Bumbu
Ekspor Batu Bara

Hot Borneo

Dampak Perang Rusia-Ukraina, Ekspor Batu Bara Kalsel Meningkat
Kotabaru

Hot Borneo

[KLARIFIKASI] Lawyer 2 Pria Terduga Pelaku Penggelapan Sertifikat di Kotabaru!

Hot Borneo

Adopsi Konsep Venesia di Banjarmasin, Pakar Konstruksi: Jangan Terlalu Muluk

Hot Borneo

Terkesan Mobile JKN-KIS, Yuniar Bisa Cek Status Kepesertaan Tanpa ke Kantor BPJS Kesehatan Barabai

Hot Borneo

Jalan Nasional Menuju IKN Nusantara di Tanbu Rusak-Bikin Macet, Polisi Turun Tangan
Dinas TPH Kalsel

Hot Borneo

Dinas TPH Kalsel Serahkan Bantuan Motor R3 kepada 2 Kelompok Tani di Banjarbaru
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com