Demam Skuter Listrik, Di Banjarmasin Rp35 Ribu Free Foto Siap-siap, Kominfo Buka Beasiswa S2 untuk Umum dan PNS Bus Peziarah Tabrak 3 Rumah di Ciamis, Penumpang Berlompatan Cuaca Kalsel Hari Ini: Hujan Disertai Petir Berpotensi Terjadi di Sejumlah Wilayah Ehemm, H Sondani Jatuh Hati pada Pandangan Pertama

Banjarmasin Terlalu Betah Menyandang PPKM Level 3, Mengapa?

Ada sederet alasan mengapa Kota Banjarmasin harus kembali tertahan di PPKM level III.
- Apahabar.com     Selasa, 10 Mei 2022 - 15:58 WITA

Banjarmasin Terlalu Betah Menyandang PPKM Level 3, Mengapa?

Gerbang masuk Kota Banjarmasin di Jalan Ahmad Yani Km 6. Foto-apahabar/Riki

apahabar.com, BANJARMASIN – Kota Banjarmasin seakan betah berlama-lama menyandang status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3.

Dari 13 kabupaten atau kota, Banjarmasin kini jadi satu-satunya daerah level 3 PPKM di Kalimantan Selatan, sesuai aturan instruksi menteri dalam negeri atau Inmendagri terbaru nomor 25 tahun 2022.

“Iya benar Banjarmasin PPKM level 3,” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banjarmasin, Ramadan, Selasa (10/5).

Banjarmasin, kata dia, masih tertahan di PPKM level III, lantaran laju perkembangan vaksinasi. Terutama warga lanjut usia atau lansia dosis pertama masih di bawah 60 persen, yaitu 58,31 persen.

Melihat target Komite Pemulihan Percepatan Penanganan Covid-19, secara nasional capaian tersebut jelas masih jauh dari target yakni di atas 50 persen.

“Namun tentunya bila berdasar data riil kita sudah di angka presentase 78,52%,” klaimnya.

Dinkes Banjarmasin sendiri mencatat transmisi komunitas kasus konfirmasi positif Covid-19 mencapai 0,15 persen, kasus rawat inap 0,13 persen dan kasus kematian 0,04 persen.

Sedang kapasitas respons untuk testing dilaporkan cukup memadai, tracing sedang, dan treatment memadai.

“Maka sebenarnya level PPKM kita sudah berada pada level 1,” tegasnya.

Atas itulah, ia mengupayakan untuk sinkronisasi data segera diproses agar memang secara nyata Banjarmasin berada di level 1.

Namun, ia tetap mengakui ada kesulitan tersendiri untuk capaian vaksinasi lansia. Selain faktor sasaran yang berbeda-beda, juga karena lansia yang memiliki komorbid masih berada di angkat 30 persen.

“Populasi lansia Banjarmasin serta kurangnya pemahaman terhadap pentingnya vaksinasi karena merasa diri dan dari keluarga tidak ke mana-mana,” pungkasnya.

Sekadar tahu saja, sesuai Inmendagri, daerah yang berada di Level 1, yaitu Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Tabalong dan Tanah Bumbu. PPKM Level 2, Kabupaten Tanah Laut, Kotabaru, Banjar, Barito Kuala, Tapin, Hulu Sungai Tengah (HST), Hulu Sungai Utara, Balangan dan Kota Banjarbaru.

Sekali lagi, hanya Banjarmasin yang tertahan di level 3.

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Kunker Tabalong

Hot Borneo

Ssttt…Rombongan Senayan Kunker ke Tabalong, Bahas Megaproyek Bandara?
ASN Banjarmasin

Hot Borneo

Kabar Terkini TPP ASN di Banjarmasin: Kemendagri Balas Surat Sekdakot
HSS

Hot Borneo

Khusyuk Tarawih, Rumah Haderi Kandangan HSS Ludes Terbakar!
Salah satu Puskesmas yang dipantau secara intensif oleh Dinas Kesehatan HSS mewaspadai virus hepatitis misterius. Foto-apahabar.com/Nuha

Hot Borneo

Waspada Hepatitis Misterius, Dinkes HSS Siaga
persiapan ujian sekolah SMP di Tala

Hot Borneo

Ujian Sekolah SD di Tala Sudah Mulai, SMP Siap Nyusul
Masker Kalsel

Hot Borneo

Lampu Hijau Buka Masker, Pakar Covid-19 ULM: Hati-Hati Blunder

Hot Borneo

Pemeriksaan di Pelabuhan Sampit Diperketat, Polisi Turunkan Anjing Pelacak

Hot Borneo

Menjelang Magrib, Dua Rumah di Kandangan HSS Diamuk Jago Merah
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com