Viral Surat Cinta BPK untuk Masyarakat Setelah Insiden Maut di Lingkar Dalam [ANALISIS] Tembok Retak RS Sultan Suriansyah Tuai Sorotan Aturan Baru Berlaku, Penumpang di Syamsudin Noor Masih Stagnan  Cuaca Hari Ini, Hujan Disertai Petir Mengintai Kalsel Ribuan Lahan Padi di Kalsel Terancam Kerdil dan Menguning, Dinas TPH: Jangan Panik

Bukan Hanya Makanan, Ternyata Ini Penyebab Berat Badan Cepat Naik Usai Lebaran

Health Claim Senior Manager Sequis, dr Yosef Fransiscus mengungkapkan konsumsi makanan berlemak, berkalori tinggi dan gula berlebihan...
- Apahabar.com     Kamis, 5 Mei 2022 - 13:41 WITA

Bukan Hanya Makanan, Ternyata Ini Penyebab Berat Badan Cepat Naik Usai Lebaran

Ilustrasi seseorang dengan berat badan naik. Foto-Pixabay via Antara

apahabar.com, JAKARTA – Health Claim Senior Manager Sequis, dr Yosef Fransiscus mengungkapkan konsumsi makanan berlemak, berkalori tinggi dan gula berlebihan berkontribusi pada meningkatnya berat badan orang-orang dan ini tidak mudah turun dalam waktu cepat,

Saat berlebaran, sebagian orang mungkin tidak lepas dari opor ayam, gulai rendang, dan ketupat serta berbagai hidangan khas hari raya. Pun sewaktu Ramadan, dapat ditemui mereka yang berbuka puasa dengan menyantap makanan berminyak, banyak mengandung tepung, dan minuman manis.

“Mengonsumsi kalori lebih tinggi dari yang tubuh butuhkan berpotensi membuat berat badan naik drastis. Misalnya saja, tubuh membutuhkan sekitar 2000 kalori, jumlah tersebut bisa sekaligus ada dalam satu porsi hidangan Lebaran,” ujar Yosef melalui keterangan persnya, seperti dilansir Antara, Kamis (5/5).

Makanan mengandung gula dalam santapan Lebaran, seperti kue kering yang dikonsumsi sering dalam porsi banyak juga menjadi pencetus kenaikan berat badan hingga obesitas terjadi lebih cepat, sehingga berisiko mudah terserang penyakit diabetes.

Menurut Yosef, selain makanan tinggi kalori dan gula, penyebab berat badan naik dengan cepat juga akibat karena kurang tidur dan beraktivitas fisik. Sebagian orang khususnya mudik ke kampung halaman juga cenderung lebih banyak menghabiskan waktu untuk bersantai.

“Saat tubuh kurang tidur, hormon insulin, leptin dan ghrelin menjadi tidak seimbang yang dapat memicu nafsu makan lebih tinggi sehingga durasi dan porsi makan bisa lebih banyak dari biasanya,” tutur Yosef.

Kurangnya aktivitas fisik seperti olahraga menyebabkan tubuh akan mengalami surplus kalori atau jumlah kalori yang masuk akan lebih banyak daripada yang dibakar. Kelebihan kalori dalam tubuh jika tidak habis terbakar akan menjadi timbunan lemak dan berat badan akan melonjak naik.

Menurut Yosef, memberikan tubuh makanan lezat bukan masalah tapi sebaiknya tidak terlalu cepat saat menyantapnya agar bisa menikmati makanan tersebut dan tubuh tidak tergesa-gesa memproses makanan.

“Sesekali kita boleh makan enak untuk kesenangan dan bersilaturahmi asal porsi tidak berlebihan. Waktu berlebaran atau berlibur, kita tetap perlu mengendalikan diri dalam urusan makanan karena sejatinya tubuh lebih membutuhkan makanan bernutrisi dan cukup istirahat,” ujar Yosep.

Makan berlebihan dan tergesa-gesa dapat membuat tubuh lebih cepat kenyang dan menyebabkan masalah pencernaan. Saat bersantap bersama keluarga atau kerabat, cobalah mengambil makanan dalam porsi 20 persen lebih sedikit.

Kemudian, sebaiknya tidak memesan makanan dan camilan dalam jumlah banyak agar tidak perlu membawa pulang makanan ke rumah.

Yosef juga menyarankan agar orang-orang tetap aktif berolahraga sebagaimana dulu sering dilakukan pada masa awal pandemi agar tubuh tetap kuat dan imunitas terjaga.

Berolahraga, kata dia, termasuk cara sederhana dan murah untuk meningkatkan stamina dan daya tahan tubuh, membantu mengendalikan kenaikan berat badan serta memelihara fungsi organ tubuh.

“Saat libur, nikmati waktu bersama keluarga dengan sering beraktivitas fisik agar tubuh kembali bugar dan kalori pun terbakar. Saat lebaran usai dan kembali beraktivitas maka aktivitas olahraga juga perlu diteruskan,” kata dia.

Orang-orang dapat melakukan olahraga minimal 3 kali seminggu dengan durasi 15-45 menit. Durasi dan interval dapat ditambah seiring dengan kemampuan tubuh. Sementara untuk jenis olahraga, bisa jalan pagi, renang, dan jogging serta yoga.

“Bagi yang sehat, tidak ada masalah dengan jantung atau persendian kaki serta berat badan tidak berlebih dapat berolahraga lari atau bersepeda,” pesan Yosef.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Sungai Martapura

Relax

Pertama di Kalsel, Yuk Nikmati Sensasi Bukber Sembari Susur Sungai Martapura!

Relax

Pinjol Ilegal Masih Menjamur, OJK Ungkap Faktornya
Momen viral para pemudik

Relax

Momen Viral Para Pemudik, Bocah Tak Ingin Mudik-Angkut Motor di Bagasi Mobil
Tips Puasa

Relax

Jangan Salah Langkah Saat Puasa, Yuk Bagi Porsi Makan
Michael Bambang Hartono

Relax

Kembali Viral, Saat Orang Kaya Nomor 2 RI Curhat Susah Nikmati Makanan Pinggir Jalan

Relax

Sinetron ‘Pocong Mumun’ Diangkat Jadi Film, Siap Bernostalgia?
Kebal Disuntik Vaksin

Relax

Viral Video Anak SD Kebal Disuntik Vaksin, Cek Faktanya

Relax

Java Jazz Festival Hadir Kembali, Bakal Datangkan PJ Morton ke Indonesia
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com