Demam Skuter Listrik, Di Banjarmasin Rp35 Ribu Free Foto Siap-siap, Kominfo Buka Beasiswa S2 untuk Umum dan PNS Bus Peziarah Tabrak 3 Rumah di Ciamis, Penumpang Berlompatan Cuaca Kalsel Hari Ini: Hujan Disertai Petir Berpotensi Terjadi di Sejumlah Wilayah Ehemm, H Sondani Jatuh Hati pada Pandangan Pertama

Cekcok Supeltas Berujung Maut di Banjarmasin, Ternyata Belum Semua ‘Pak Ogah’ Terdata

- Apahabar.com     Selasa, 10 Mei 2022 - 17:47 WITA

Cekcok Supeltas Berujung Maut di Banjarmasin, Ternyata Belum Semua ‘Pak Ogah’ Terdata

Dua supeltas liar ketika diberikan sejumlah sanksi pembinaan oleh petugas Dishub Banjarmasin. apahabar.com/Bahaudin Qusairi

apahabar.com, BANJARMASIN – Cekcok yang melibatkan sukarelawan pengatur lalu lintas atau supeltas liar di Banjarmasin memakan korban jiwa.

Seorang pemuda bernama M Sauqi (24) meregang nyawa setelah dikeroyok dua ‘Pak Ogah’ yang biasa beroperasi di Simpang Empat Jalan Gerilya-Lingkar Dalam, Banjarmasin, Senin dini hari (9/5).

Belakangan terungkap, pembunuhan tersebut dilatari salah paham antara salah satu pelaku dengan korban di lahan supeltas.

Penelusuran apahabar.com, bentrok antarsupeltas bukan kali ini saja terjadi. Menilik ke belakang, kejadian serupa juga pernah terjadi.

Bahkan di lokasi yang sama pada Minggu (13/3) silam. Oleh karenanya, Wakil Ketua DPRD Banjarmasin, Matnor Ali amat menyayangkan kejadian serupa bisa terulang lagi.

“Ini kejadian kedua, yang pertama tidak ada korban, sebaiknya harus ada petugas keamanan daerah menjaga di sana,” ujar Matnor kepada apahabar.com, Selasa (10/5).

Melihat rentannya kawasan simpang empat dijadikan lahan bagi para supeltas liar, Matnor juga meminta polisi meningkatkan pengamanan.

“Mudah-mudahan ke depannya tidak pernah lagi terjadi lebih-lebih memberikan keamanan bagi pengguna jalan yang melintas di daerah tersebut,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut pembunuhan Sauqi, Matnor juga berencana memanggil pihak Dinas Perhubungan Banjarmasin.

“Nanti akan diperjelas pada saat RDP [rapat dengar pendapat] di dewan dan perlu penertiban minimal supeltas itu terdata di Dishub supaya bisa terpantau,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, pengaturan lalu lintas di jalanan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemerintah.

Keberadaan supeltas sendiri bak dua sisi mata uang. Pertama membantu pemerintah, namun satu sisi tidak diperbolehkan mengingat belum ada regulasi yang mengaturnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Banjarmasin, Slamet Begjo berkata sebenarnya sudah ada pembinaan yang dilakukan oleh pihaknya, namun belum menyeluruh ke semua sukarelawan pengatur jalan.

“Karena ada keterbatasan di kita,” katanya dihubungi apahabar.com, Selasa (10/5).

Kendati demikian, dia bilang, jika semuanya akan diusahakan terdata. “Ke depan kita berencana untuk mendata dan membina semua sukarelawan pengatur lalu lintas ini,” singkatnya.

Motif Pembunuhan Syauqi di Kelayan: Prahara Rebutan Lahan ‘Pak Ogah’

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Ukraina

News

Rusia Klaim Kuasai Jalur Pemasok Air Utama di Ukraina
Ribut

News

Terungkap Sosok Pria Berpistol Ribut vs Gojek di Citraland Banjar
China Eastern Airlines Jatuh

News

China Eastern Airlines Jatuh, KBRI Beijing dan KJRI Guangzhou Pantau Data Korban
Migor

News

Langka! Polres Tanah Bumbu Gelar Pasar Murah Minyak Goreng
Cuaca Kalsel Hari Ini

News

Waspada Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang di Kalsel Hari Ini
Presiden Joko Widodo. Foto-Istimewa

News

Perintahkan Tindak Mafia Migor, Jokowi: Saya Tak Mau Ada yang Main-Main

News

MotoGP Indonesia di Mandalika Baru Dimulai, 300 UMKM Raup Pendapatan Miliaran

News

Kripto Cuci Gudang, Harga Bitcoin Ambruk ke US\$29 Ribu
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com