Shin Tae-yong Puji Semangat Juang Garuda Muda Tumbangkan Malaysia Keluh Kesah Pengusaha Sawit Kalsel Kala Larangan Ekspor CPO 4 Universitas Walk Out, Munas BEM SI di Kalsel Pilih Koordinator Baru Bukan Laka Tunggal! Penyebab Pikap Tabrak Pohon Berujung Maut di Gambut Krisis Air Bersih di Kota Sungai, Ombudsman Panggil PDAM Bandarmasih

Diperiksa Ketat, Sapi di Pasar Hewan Pelaihari Dijamin Bebas Wabah PMK

- Apahabar.com     Senin, 9 Mei 2022 - 20:03 WITA

Diperiksa Ketat, Sapi di Pasar Hewan Pelaihari Dijamin Bebas Wabah PMK

Bupati Tanah Laut, HM Sukamta, turut memeriksa sapi-sapi bersama petugas kesehatan hewan di Pasar Hewan Pelaihari. Foto: Istimewa

apahabar.com, PELAIHARI – Merespons perkembangan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Jawa Timur, puluhan sapi di Pasar Hewan Pelaihari, Tanah Laut, menjalani pemeriksaan intensif, Senin (9/5).

Pemeriksaan dilakukan Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalimantan Selatan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Tala, bersama tenaga Kesehatan Hewan, Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet).

Urgensi pemeriksaan tersebut juga membuat Bupati Tanah Laut, H Sukamta, langsung melakukan monitoring sembari memberi pengarahan kepada peternak.

“Sekarang sedang terjadi wabah PMK yang menjangkiti sapi-sapi di Jawa Timur. Artinya semua yang terlibat di Pasar Hewan harus melakukan pengamanan ketat,” papar Sukamta.

“Untuk sementara jangan menerima, menjual maupun membeli ternak sapi dari luar daerah, khususnya dari Jawa,” tegasnya.

Sembari melakukan pengawasan distribusi, peternak juga dianjurkan memanfaatkan pelayanan kesehatan hewan yang disediakan Disnakkeswan Tala.

“Sering-sering konsultasi dengan dokter hewan maupun penyuluh ternak di kecamatan. Saya yakin sapi lokal sudah bagus dan cukup memenuhi kebutuhan warga, khususnya menjelang Iduladha,” tegas Sukamta.

Sementara berdasarkan hasil pemeriksaan, Disnakkeswan Tanah Laut menjamin sapi-sapi di Pasar Hewan Pelaihari bebas PMK.

“Hasil pemeriksaan belum memperlihatkan indikasi PMK. Memang terdapat sebagian sapi yang didatangkan dari Jawa Timur, tapi sudah disertai surat keterangan kesehatan hewan,” sahut Iwan Persada, Kepala Disnakkeswan Tala.

“Andai kemudian ditemukan sapi dengan gejala PMK, akan sesegera mungkin diisolasi supaya tidak menular ke ternak yang lain,” imbuhnya.

Diidentifikasi sejak awal Mei 2022, PMK telah ditemukan di empat kabupaten di Jawa Timur. PMK tercatat telah menulari 1.600 ekor sapi di Gresik, Lamongan, Sidoarjo dan Mojokerto.

Adapun tanda klinis PMK di antaranya demam tinggi mulai 39 hingga 41 derajat celcius, lalu keluar lendir berlebihan dari mulut hewan ternak dan berbusa.

Terdapat luka-luka seperti sariawan di rongga mulut dan lidah, tidak mau makan, kaki pincang, luka di kaki dan diakhiri lepasnya kuku, sulit berdiri, gemetar, nafas cepat, produksi susu turun drastis dan menjadi kurus.

“Menyikapi perkembangan di daerah lain, peternak sapi dan pelaku usaha di Tala diharapkan tidak panik. Mudah-mudahan PMK tidak terjadi di Tanah Laut,” tandas Iwan.

Editor: Bastian Alkaf - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Hot Borneo

Kantor Pambakal dan Perpustakaan di Sungai Kitano Ludes Terbakar
Bright gas

Hot Borneo

Alamak! Harga LPG Bright Gas di Banjarmasin Ngegas Lagi
PDAM Bandarmasih

Hot Borneo

Krisis Air Bersih di Kota Sungai, Ombudsman Panggil PDAM Bandarmasih
Tabalong

Hot Borneo

Kejari Tabalong Tetapkan Kades dan Kasi Kesra Desa Tamiyang Tersangka Dugaan Korupsi
Salat Tarawih

Hot Borneo

Kejar Target! Jemaah Salat Tarawih di Kotabaru Divaksin Covid-19
Bandara Syamsudin Noor

Hot Borneo

Aturan Baru Berlaku, Penumpang di Syamsudin Noor Masih Stagnan 

Hot Borneo

Harga Elpiji Non Subsidi Melejit di Tengah Konflik Ukraina-Rusia, Pakar Beberkan Penyebabnya

Hot Borneo

Janji Dinkes Kalsel Setelah Puluhan Ribu Dosis Vaksin Astrazaneca Kedaluwarsa
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com