Satu Korban LCT Tenggelam di Tanah Laut Ditemukan, Identitas Belum Diketahui Jelang Wukuf, Kesehatan Jemaah Haji Kalsel Terus Dikontrol Temui Zelenskyy dan Putin, Jokowi Bawa Misi Penting Negara Berkembang Manuver Plt Bupati HSU Soal Pasar Alabio, Prof Denny: Ada yang Tidak Beres Tahanan Tewas Banjarmasin, IPW Desak Pertanggungjawaban Dua Tingkat

Dua Kabupaten di Kalteng Terdeteksi Wabah Penyakit Mulut dan Kuku

Merebaknya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak sapi kini merambah dua kabupaten di Kalimantan Tengah (Kalteng).
- Apahabar.com     Selasa, 24 Mei 2022 - 12:21 WITA

Dua Kabupaten di Kalteng Terdeteksi Wabah Penyakit Mulut dan Kuku

Kepala Dinas TPHP Provinsi Kalteng, Rizal Rahmadi pastikan dua kabupaten terpapar wabah PMK pada hewan ternak sapi. Foto-apahabar.com/Andre

apahabar.com, PALANGKA RAYA – Merebaknya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak sapi di sejumlah daerah di Indonesia, juga terjadi di Kalimantan Tengah (Kalteng).

Lantas, langkah sigap langsung dilakukan Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Peternakan (TPHP) Kalteng guna mencegah PMK tidak meluas.

Tak hanya itu, pencegahan sekaligus pengawasan penularan PMK, dilakukan dengan menggandeng pemerintah kabupaten/kota di Kalteng.

Kepala Dinas TPHP Provinsi Kalteng, Rizal Rahmadi saat di wawancarai menyebutkan saat ini ada dua Kabupaten yang terdeteksi wabah PMK pada hewan sapi.

Hal itu diketahui berdasarkan pemeriksaan oleh Balai Karantina Pertanian usai pengambilan sampel dan uji klinis yakni di Kabupaten Kotawaringin Barat dan Kabupaten Kotawaringin Timur dengan jumlah 60 ekor sapi.

“Masuknya wabah PMK di Kalteng ini berawal dari pengiriman hewan ternak sapi melalui Pelabuhan Kumai, Kotawaringin Barat sebanyak 164 ekor pada tanggal 29 April 2022,” ujarnya kepada apahabar.com, Selasa (24/5).

Kemudian Rizal Rahmadi juga menjelaskan bahwa dari 164 ekor sapi yang masuk melalui Pelabuhan Kumai ini berasal dari Jawa Timur.

Selanjutnya langsung dilakukan pengecekan dan pengambilan sampel sebanyak 22 ekor sapi untuk dilakukan pemeriksaan di Surabaya selaku tempat rujukan pemeriksaan wabah PMK.

“Dari hasil pemeriksaan sampel 22 ekor sapi yang ada di Kotawaringin Barat pada tanggal 12 Mei 2022, dinyatakan positif terkena Penyakit Mulut dan Kuku (PMK)” jelas Rizal Rahmadi.

Mengetahui hal tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah memberlakukan lock down kandang agar hewan sapi yang diduga telah terpapar penyakit mulut dan Kuku ini tidak boleh dibawa kemana-mana.

“Jadi sampai saat ada tercatat 61 ekor sapi yang terkena wabah PMK di Kalteng. Di antaranya ada di Kotawaringin Barat dan Kotawaringin Timur, 40 ekor suda dilakukan penyembelihan paksa, sementara 21 ekor lainnya sudah dinyatakan sembuh namun tetap berada di kandang dan akan segera dipotong sesuai SOP,” tandasnya.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Hot Borneo

ASN Banjarmasin Harap Bersabar, Berkas Validasi TPP Sudah Dikirim ke Kemendagri
Banjarbaru

Hot Borneo

Sssttt, Ada yang Gelar Pertemuan Tertutup Jelang Gugatan UU Pemindahan Ibu Kota Kalsel
Shootker

Hot Borneo

Silaturahmi, Shootker Club Tanbu Akan Tambah Peralatan Berburu
Rutan Tanjung

Hot Borneo

Kunjungi Rutan Tanjung, Kakanwil Kemenkum HAM Kalsel Periksa Dapur hingga Blok Hunian

Hot Borneo

Mengaku Orang Suruhan, Komplotan Pencuri Besi di Tanah Bumbu Dibekuk Polisi

Hot Borneo

Dugaan Korupsi Bank Pemerintah di Marabahan Batola, Kejati Kalsel Periksa Sejumlah Saksi
Menteri Tito

Hot Borneo

Pemkot Banjarmasin Gandeng Yusril, Wali Kota Banjarbaru Tak Gentar
Tragedi Kapal

Hot Borneo

Pertimbangan Jarak, KRI SHN-366 Evakuasi 4 Korban KM Ladang Pertiwi 2 ke Kotabaru
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com