Innalillahi.. Avanza Vs Strada di Batulicin Tewaskan Pejabat BPBD Terbongkarnya Aksi Cabul Ayah Muda Banjarmasin, Berawal dari Perceraian Duh, Ayah Muda Banjarmasin Tega Cabuli Anak Kandung Heboh, Ibu di Balikpapan Tega Kurung Tiga Anak Kandungnya dalam Kamar Diguyur Hujan Lagi, Warga Kotabaru Diminta Tetap Waspada Banjir

Hanya Dioperasikan Musim Haji, Ini Riwayat Bus Shalawat untuk Indonesia di Arab Saudi

- Apahabar.com     Senin, 23 Mei 2022 - 14:00 WITA

Hanya Dioperasikan Musim Haji, Ini Riwayat Bus Shalawat untuk Indonesia di Arab Saudi

Bus Shalawat. Foto-Net.

apahabar.com, MAKKAH – Pemerintah Indonesia melalui PPIH Arab Saudi menyediakan Bus Shalawat untuk mengantar pulang-pergi jemaah haji Indonesia dari hotel ke Masjidil Haram di Makkah. Layanan Bus Shalawat ini ternyata dimulai dari 2008 lalu.

Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Kemenag Subhan Cholid, mengenang munculnya layanan Bus Shalawat ini pada 2008 lalu, di mana pada saat itu hotel jemaah haji Indonesia ada yang jaraknya lebih dari 10 km dari Masjidil Haram akibat dimulainya perluasan Masjidil Haram.

“Menteri Agama saat itu, almarhum Maftuh Basyuni pun memerintahkan untuk menyediakan bus untuk mengantarkan jamaah ke Masjidil Haram pulang dan pergi. Langkah pertama adalah pemerintah menyewa 600 bus dengan konsekuensi yang terbilang apa adanya, tidak punya sistem, dan tidak punya petugas,” kata Subhan dilansir dari Republika.

Belajar dari pengalaman sebelumnya, akhirnya pada tahun 2009 pemerintah Indonesia mulai menjajaki kerjasama dengan Muasassah (Penyelenggara haji di Arab Saudi) untuk layanan angkutan jemaah haji. Kemudian, untuk mendapatkan pengalaman dan ilmu, Kementerian Agama Tahun 2010 mulai melibatkan Kementerian Perhubungan.

Sebagai instansi yang bertanggungjawab pada sektor transportasi publik, Kemenhub dapat membagi ilmunya untuk membuat suatu sistem pengendalian transportasi dalam dan luar kota yang akan diterapkan di Arab Saudi. Dari kerjasama itu dirintislah suatu sistem untuk membuat rute sederhana sampai dengan tahun 2012. Hingga saat ini, pengendalian dan pengawasannya sudah jauh lebih baik dan tersistem.

Pada musim haji 2022 ini, Subhan Cholid menyebut telah menyiapkan lima rute Bus Shalawat bagi jamaah haji. Bus tersebut akan melayani jemaah yang akan menuju Masjidil Haram dari lokasi akomodasi masing-masing.

“Untuk memudahkan layanan ini, kami siapkan lima rute sesuai dengan wilayah jemaah haji. Rute satu dari Mahbas Jin-Bab Ali, rute dua Syisyah-Syib Amir, berikutnya Raudhah-Syib Amir, keempat Jarwal-Syib Amir dan terakhir Misfalah-Jiad,” kata Subhan, Kamis (19/5).

Untuk diketahui, selama di Makkah jemaah akan dibagi lokasi hotelnya di lima wilayah, yaitu Mahbas Jin, Syisyah, Raudhah, Jarwal dan Misfalah. Pihak di lapangan juga disebut telah melakukan konfigurasi pengklusteran, di mana tiap wilayah mewakili sektor berbeda.

Selain itu, untuk memudahkan identifikasi jamaah, setiap rute akan disiapkan stiker warna/jalur. Rute satu menggunakan warna putih, rute kedua berwarna biru, selanjutnya warna hijau, hitam dan warna coklat. Di samping stiker warna, juga akan disiapkan stiker lain dengan lambang bendara Indonesia, merah-putih.

Tak hanya menyiapkan tanda di bus, nantinya hal ini juga akan dibagikan kepada jemaah sesuai dengan wilayah akomodasi mereka. Tanda pengenal ini akan dimasukkan dalam tas paspor jamaah, dengan harapan memudahkan mereka mencari bantuan jika kebingungan.

“Bus shalawat ini karena sifatnya shuttle, untuk melayani 92 ribu jamaah Indonesia kita siapkan 200 armada. Nanti akan didistribusikan ke setiap rute sesuai dengan jumlah jemaahnya,” lanjut dia.

Subhan lantas menyebut, dalam satu kali perjalanan dengan durasi waktu 15 – 20 menit, setiap busnya mampu mengangkut antara 70 sampai 80 jamaah. Mengingat waktu sholat yang tertentu dan terbatas, untuk mengurangi keramaian dan antrean panjang bus, pihaknya mengimbau jamaah agar meluangkan waktu lebih panjang sebelum menggunakan layanan ini.

“Biasanya penggunaan bus ini akan padat menjelang waktu shalat dan longgar di luar waktu shalat. Maka, bagian dari sosialisasi kita kepada jemaah, agar memanfaatkan waktu di luar shalat sehingga tidak berdesakan,” ujarnya.

Selain bus shalawat, Kemenag juga menyiapkan layanan transportasi antar kota. Nantinya, layanan ini akan memfasilitasi jamaah berpindah dari Makkah ke Madinah maupun sebaliknya, serta menuju Jeddah. Untuk angkutan antar kota ini dihitung per-trip atau perjalanan, di mana total yang dihitung sekitar 4.000 perjalanan selama musim haji 2022.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Religi

Para Ulama yang Mendoakan Imam Syafi’ie dalam Shalat Puluhan Tahun

Religi

MUI Jatim Jelaskan Mengapa Vaksin Astrazeneca Tidak Haram
Kuota haji 2022

Religi

Tunggu Keputusan Kuota Haji 2022, Kemenag Siapkan Asrama Haji
apahabar.com

Religi

Teguran Umar pada Orang yang Tidak Mau Bekerja
apahabar.com

Religi

Masjidil Haram Dijaga Ketat, Jemaah Umrah Tak Bisa Leluasa

Religi

Simak Peringatan Haul Guru Zuhdi ke-2, Berikut Link Live Streamingnya
awal ramadan

Religi

Penentuan Awal Ramadan, Kemenag: Tunggu Sidang Isbat
apahabar.com

Religi

Pemilik Kurma yang Pelit, Tawaran Rasulullah pun Tak Dipedulikan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com