Shin Tae-yong Puji Semangat Juang Garuda Muda Tumbangkan Malaysia Keluh Kesah Pengusaha Sawit Kalsel Kala Larangan Ekspor CPO 4 Universitas Walk Out, Munas BEM SI di Kalsel Pilih Koordinator Baru Bukan Laka Tunggal! Penyebab Pikap Tabrak Pohon Berujung Maut di Gambut Krisis Air Bersih di Kota Sungai, Ombudsman Panggil PDAM Bandarmasih

Hepatitis Akut Diduga Masuk ke Kaltim, Seorang Bocah Meninggal Dunia

- Apahabar.com     Jumat, 13 Mei 2022 - 16:42 WITA

Hepatitis Akut Diduga Masuk ke Kaltim, Seorang Bocah Meninggal Dunia

Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) diyakini mampu mencegah penyebaran hepatitis akut. Foto: Istimewa

apahabar.com, SAMARINDA – Penyebaran penyakit hepatitis akut diduga sudah memasuki Kalimantan Timur. Akibatnya seorang bocah berusia 8 tahun meninggal dunia.

Sebagaimana disampaikan Kementerian Kesehatan, Kamis (13/5), bocah dari Kaltim itu termasuk 7 kasus kematian anak di Indonesia yang diduga akibat hepatitis akut

Rinciannya 4 kasus kematian anak terjadi di DKI Jakarta, serta masing-masing 1 kasus kematian Timur, Sumatera Barat dan Kalimantan Timur.

Sementara 2 kasus di Sumatera Utara masih diverifikasi. 1 kasus di antaranya dalam pemeriksaan, sedangkan sisanya dinyatakan memiliki penyakit lain sehingga tidak masuk dalam kategori suspek hepatitis akut.

Meski masuk data Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan Kaltim belum dapat memastikan kasus kematian bocah 8 tahun itu disebabkan hepatitis akut.

“Memang benar ada anak berusia 8 tahun yang meninggal dunia, tepatnya di Samarinda. Terkait hepatitis akut, masih dalam dugaan dan sedang dikaji petugas medis,” jawab Plt Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Masitah, Jumat (13/5).

Diketahui anak tersebut sempat dirawat di salah satu rumah sakit di Samarinda, kemudian ditangani seseuai Standar Operasional Prosedur (SOP) rumah sakit.

“Anak tersebut sempat dirawat, tetapi kemudian meninggal dunia satu hari setelah lebaran,” tutur Masitah.

Menyikapi kejadian tersebut, Dinkes Kaltim telah menyurati seluruh rumah sakit di kabupaten/kota untuk melakukan persiapan dan kewaspadaan.

“Semuanya diinstruksikan melakukan penanganan dan mengisi form survei kewaspadaan dini, lalu dikirim ke Kemenkes. Selanjutnya divalidasi oleh Kemenkes untuk memastikan keterkaitan dengan hepatitis akut,” jelas Masitah.

Dinkes juga berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kaltim yang telah menerapkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen selepas lebaran.

“Kami meminta pengawasan dan edukasi kepada para murid agar tidak menggunakan tempat makan secara bergantian dan membawa makanan sendiri dari rumah,” tegas Masitah.

“Salah satu media penularan hepatitis ini adalah makanan tidak bersih. Sebaiknya hindari pula bermain di tempat yang ramai seperti kolam renang,” pungkasnya.

Editor: Bastian Alkaf - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Paripurna DPRD Banjar

Hot Borneo

Paripurna DPRD Banjar Gaduh Lagi, Rofiqi Polisikan Dugaan Paraf Palsu
pengadilan tipikor

Hot Borneo

Mardani H Maming : Nanti Akan Ketahuan Siapa Dalangnya
Wn Korea Balikpapan

Hot Borneo

Satu Korban Cabut Laporan, Kasus Penganiayaan Oleh WN Korea di Balikpapan Damai

Hot Borneo

Duh Duh Duh.. Guru P3K Banjarmasin Sudah Sebulan Tak Gajian
harga bahan pokok

Hot Borneo

Jelang Ramadan 1443 H, Sejumlah Harga Bapok di HSS Mulai Naik
Bocah 8 Tahun

Hot Borneo

Akhirnya! Bocah 8 Tahun yang Tenggelam di Balangan Ditemukan Meninggal
Kalsel

Hot Borneo

Siap-Siap Payung, Siang Ini Hujan Merata di Kalsel
Densus 88 Sungai Lulut

Hot Borneo

Pemuda Banjarmasin yang Diciduk Densus 88 di Sungai Lulut: Berbaiat ke Dua Petinggi ISIS Sekaligus 
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com