Adik Maliki Jadi Saksi, Tegaskan Duit Fee Diminta Abdul Wahid Siap-Siap, Distribusi Air Bersih PT AM Bandarmasih Setop 6 Jam Jalani Sidang Perdana, Suami ‘Ratu’ Arisan Online Bodong Banjarmasin Didakwa Pasal Penipuan & Penadahan Lanjutan Sidang ‘Ratu’ Arisan Online Bodong Banjarmasin, Terdakwa Ngaku Jual Slot Fiktif Kebakaran di Tabalong, Satu Ruko dan Rumah Hangus Dilalap Api

Imbas Wabah PMK, Harga Daging Sapi di Kalsel Tak Terbendung

Harga daging sapi di Kalimantan Selatan kembali melambung, setelah dua pekan pasca-Idul Fitri 1443 Hijriah sempat stabil.
- Apahabar.com     Senin, 23 Mei 2022 - 20:49 WITA

Imbas Wabah PMK, Harga Daging Sapi di Kalsel Tak Terbendung

Harga daging sapi kena imbas PMK. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Harga daging sapi di Kalimantan Selatan kembali melambung, setelah dua pekan pasca-Idul Fitri 1443 Hijriah sempat stabil.

Pantauan di Pasar Pemurus Dalam, Banjarmasin Selatan pada Minggu (22/5), banderol daging sapi segar sudah menyentuh Rp 180 ribu per kilogram. Sementara daging sapi beku dijual dengan harga Rp 160 ribu/kg.

Para pedagang setempat mengakui kondisi tersebut sudah terjadi selama satu pekan terakhir.

Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalsel, Birhasani tak menampik fenomena kenaikan harga daging sapi baru-baru ini.

Menurutnya, hal itu disebabkan adanya gangguan suplai dari daerah sentra penghasil sapi, baik luar daerah maupun di Kalsel sendiri.

“Jumlah pasokan sapi dari Jawa Timur ke Kalsel berkurang sangat signifikan,” katanya dikonfirmasi apahabar.com, Senin (23/5).

Seperti diketahui, pasokan sapi di Kalsel masih banyak tergantung dari daerah luar, salah satunya adalah Jawa Timur.

Sedangkan sapi ternak di daerah tersebut, saat ini sedang dilanda Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Berdasar data Posko PMK Pemprov Jatim terakhir, sebaran PMK terdeteksi di 14 kabupaten/ kota. Total ada sebanyak 6.433 sapi terkonfirmasi terinfeksi PMK.

Dari jumlah tersebut, masih ada 5.560 sapi dalam kondisi sakit, 838 ekor dinyatakan sembuh 838, dan 35 ekor mati.

Tidak selesai sampai di situ. Masalah kian bertambah setelah daerah sentra penghasil sapi di Kalsel, tepatnya Kabupaten Tanah Laut menemukan adanya PMK.

Sehingga distribusinya ke kabupaten kota sempat terhenti. Hal tersebut berakibat pasokan daging sapi ke pasaran jadi berkurang. Akibatnya memicu terjadi kenaikan harga.

“Meski juga ada penyebab lain, seperti kenaikan harga BBM nonsubsidi yang berakibat biaya angkutan naik, juga tentunya berimbas terjadi kenaikan pada harga daging sapi,” pungkas Birhasani.

Melihat data harga bahan pokok Disdag Kalsel per 23 Mei 2022, rata-rata daging sapi beku dibanderol Rp 81.100 per kg.

Daging sapi has dalam seharga Rp 152.200/kg, daging sapi has luar Rp 140 ribu per kg, daging sapi paha belakang Rp 148.300/kilogram, daging sapi paha depan Rp 141.100/kg.

Kemudian harga rata-rata sandung lemur (sapi) Rp 91.600/kg dan tetelan sapi dibanderol Rp 86.600 per kilogramnya.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Wagub Kalteng

Hot Borneo

Pascalibur Lebaran, Wagub Kalteng: Kebijakan WFH ASN Dilakukan Situasional

Hot Borneo

Resmi! Latihan Balap Motor di GPU Magantang Tarung Kapuas Dimulai
Jembatan

Hot Borneo

Jembatan HKSN Senilai Rp 64 Miliar Diresmikan Besok, Ini Penjelasan Wali Kota Banjarmasin
Banjarbaru Ibu Kota

Hot Borneo

Krusialnya Suara Legislatif Jegal Pemindahan Ibu Kota Kalsel
Bangunan Ruko Alfamart Gambut Miring

Hot Borneo

Alfamart Gambut Kilometer 14,4 Miring, PUPRP Banjar Tunggu Hasil Kajian

Hot Borneo

Soal Tangan Palsu Edi Susanto, Dinas Sosial Batola Siapkan Skema Berikut
Alfamart

Hot Borneo

Korban Jiwa Ambruknya Alfamart Gambut Bertambah, Polda Kalsel Pastikan Lima Tewas
lakalantas banjarbaru

Hot Borneo

Tewaskan 2 Orang, Polisi Beber Kronologi Lakalantas R4 vs R10 di Trikora Banjarbaru
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com