Kronologis Laka Maut di Kandangan Hingga Pemotor Tewas Terlindas Truk Adik Maliki Jadi Saksi, Tegaskan Duit Fee Diminta Abdul Wahid Siap-Siap, Distribusi Air Bersih PT AM Bandarmasih Setop 6 Jam Jalani Sidang Perdana, Suami ‘Ratu’ Arisan Online Bodong Banjarmasin Didakwa Pasal Penipuan & Penadahan Lanjutan Sidang ‘Ratu’ Arisan Online Bodong Banjarmasin, Terdakwa Ngaku Jual Slot Fiktif

Indonesia Bakal Punya Kawasan Industri Nikel 4.700 Hektare

Kawasan industri Nikel seluas 4.700 hektare akan dibangun di Bumi Oheo, Konawe Utara, Sulawesi Tenggara (Sultra).
- Apahabar.com     Jumat, 20 Mei 2022 - 00:13 WITA

Indonesia Bakal Punya Kawasan Industri Nikel 4.700 Hektare

Ilustrasi timah. Foto-Shutterstock

apahabar.com, KONAWE UTARA – Kawasan industri Nikel seluas 4.700 hektare akan dibangun di Bumi Oheo, Konawe Utara, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Peletakan batu pertama kawasan industri ini langsung dilakukan oleh Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin.
Wapres, berdasarkan data Kementerian ESDM cadangan nikel Indonesia sebesar 72 juta ton atau mencapai 52% dari total cadangan nikel dunia pada 2020.

“Ini artinya Indonesia memegang peranan sangat penting dalam penyediaan bahan baku produk nikel dunia,” kata Wapres di Konawe Utara, Sultra, Kamis (19/5/2022).

Dengan pembangunan kawasan industri tersebut, Wapres mengatakan bahwa ini merupakan ikhtiar salah satunya dalam menciptakan lapangan pekerjaan.

“(Ini) ikhtiar untuk mengoptimalkan nilai tambah hilirisasi, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong perekonomian daerah,” ucapnya.

Menurut para ahli bahwa Nikel Indonesia merupakan “jantung baterai kendaraan listrik Dunia tahun 2030”.

Bahkan, di masa depan, dunia akan mengalami banyak perubahan dalam pemanfaatan energi, salah satu pemanfaatan Nikel sebagai salah satu komponen vital sumber energi battere kendaraan listrik.

Presiden Komisaris NT Corp Nurdin Tampubolon mengatakan bahwa 4.700 hektare kawasan industri ini akan dibangun bertahap.

“Kawasan industri ini ada seluas kira-kira 4.700 hektare,” beber Nurdin, kutip Okezone.

Dia menyebut pembangunan jangka pendek selesai tiga hingga lima tahun. Sementara selesai semuanya diperkirakan lebih dari tujuh tahun.

“Secara keseluruhan ini pasti akan agak lama ya. Jadi ini untuk jangka pendek tiga tahun ke depan, dan lima tahun. Kami harapkan semuanya sudah selesai tidak lama, tidak melebih enam tujuh tahun lah pembangunannya,” paparnya

“Jadi itu nanti terdiri dari untuk industrinya berapa, infrastrukturnya berapa, industri hulunya berapa, bagian pendidikan, rumah sakit, dan lain sebaginya akan dikelola oleh kawasan industri ini,” tambahnya.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Harga Minyak

News

G7 Janjikan Sanksi Baru kepada Rusia, Harga Minyak Langsung Naik
Calon Haji Luka Bakar

News

Cuaca Panas, Calon Jemaah Haji Indonesia Alami Luka Bakar
Pemilu

News

Kabar Penundaan Pemilu, KPU Tala Tetap Fokus Penyelenggaraan 2024
harga emas antam

News

Harga Emas Antam Hari Ini, Rp988 Ribu per Gram
Puting Beliung Banjar

News

UPDATE Puting Beliung Banjar: 147 Rumah, Ponpes hingga Gudang Porak-Poranda
Pencuri Tanah Bumbu

News

Ditangkap! Dua Pencuri ATM di Angsana Tanah Bumbu

News

Kajati Resmikan Rumah Restorative Justice Perdana Tanah Bumbu
Gunung

News

Gunung Anak Krakatau Siaga III, Pemudik Lintas Merak-Bakauheni Diimbau Tenang
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com