Pelunasan Bipih Ditutup, Puluhan Jemaah Cadangan Lengkapi Kuota Haji Kalsel 2022 Innalillahi, Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Buya Syafii Maarif Tutup Usia PT BKB Tanbu Laporkan Ormas KPK Tipikor Kalsel ke Polisi [ANALISIS] Judi ‘Gurak’, Ritual Adat atau Kepentingan Pribadi? Kebakaran Simpang Telawang, Korban Tetap Tinggal Saat Api Berkobar

Kontingen Indonesia Kesulitan Cari Makanan Halal di Vietnam

- Apahabar.com     Sabtu, 14 Mei 2022 - 08:47 WITA

Kontingen Indonesia Kesulitan Cari Makanan Halal di Vietnam

Ilustrasi warga Vietnam. Foto-Ist

apahabar.com, JAKARTA – Sejumlah ofisial dari beberapa cabang olahraga dari Indonesia mengalami kesulitan mencari makanan halal di Vietnam di tengah pelaksanaan SEA Games ke-31.

Manajer tim kickboxing Indonesia, Neneng Nurosi Nurasjati, mengaku harus ekstra selektif memilih agar tidak memakan makanan non-hal. Sebab, di hotel tempat dia tinggal tidak membedakan mana makanan halal dan yang tidak.

“Baru dua hari lalu ada space untuk muslim, tapi itu pun hanya sedikit, dan seperti tidak ada pilihan,” kata Rossi dilansir dari ANTARA, Sabtu (14/5).

Hal itu, menurut dia, berbeda dari kondisi saat SEA Games Filipina 2019. Saat itu pihak hotel sudah membedakan area wilayah makanan yang dapat dimakan oleh muslim dan non-muslim.

“Saya sudah menyampaikan kepada LO, LO kan menyampaikan kepada Organizing Committee di sini. Organizing Committee kan pastinya langsung ke hotel, cuman saya tidak tahu kalau di hotel kok bisa lambat,” ujar perempuan berhijab tersebut.

Alhasil, Rossi bersama tim yang muslim — tiga atlet dan satu pelatih — memilih makanan yang sudah pasti halal, seperti salad dan buah, juga telor rebus sebagai sumber protein.

“Saya juga selektif buat yang digoreng-goreng, masih tanya ini pakai minyak babi atau enggak,” kata Rossi.

“Tapi kebetulan saya juga bawa makanan dari Indonesia, bawa abon, itu saja.”

Meski begitu, keterbatasan makanan halal, menurut dia, tidak mengganggu performa tim nasional kickboxing, yang baru saja menuntaskan pertandingan cabang olahraga dengan dua emas, satu perak dan satu perunggu.

“Sama sekali tidak mengganggu, kebetulan yang nasrani juga banyak. Selain itu, mereka juga tidak bisa banyak makan karena kondisi setiap hari itu harus timbang berat badan,” kata Rossi.

“Makanan yang cukup juga masih ada yang halal, cuman memang lagi-lagi harus selektif,” ujarnya menambahkan.

Kondisi yang sama juga dirasakan timnas futsal. Wakil dari Federasi Futsal Indonesia, Iin Nurindra, mengatakan telah meminta kepada penyelenggara untuk menyediakan makanan halal.

Di hotel tempatnya tinggal, di provinsi Ha Nam, kurang lebih satu jam dari pusat kota Hanoi, Iin mengatakan semua makanan digabung di satu meja buffet.

“Malaysia komplain, besoknya dipisah, sehari masih ada meja terpisah walaupun menunya jadi minoritas, misalnya cuman bakmi goreng, nasi sama ayam goreng,” kata Iin.

“Mungkin mereka agak bingung, halal itu bagaimana, agak susah ya kalau bercerita halal sebenarnya, akhirnya kita bilang, pokoknya ayam, jangan pork.”

Iin juga mengatakan bahwa kondisi tersebut tidak mempengaruhi para atlet, “karena kita masih punya pertandingan yang harus kita pikirkan,” pungkas dia.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Kebakaran

News

Satu Pemotor Ditabrak Armada Pemadam di Banjarmasin Meninggal
Perang

News

Zelensky Yakin Mimpi Rusia Rebut Ukraina Tak Akan Terwujud
Silat

News

Hadapi Popda, Atlet Pencak Silat Banjarmasin Ikuti Kejuaraan Tingkat Remaja
Kurs Rupiah Menguat

News

Dolar AS Menguat, Rupiah Tertekan!
Mudik

News

5 Tips Mencegah Pencurian saat Mudik Lebaran 2022

News

Positif Omicron, Erdogan dan Istri Bakal WFH
Haji

News

Catat, Kuota dan Jadwal Berangkat Kloter Pertama Jemaah Haji Indonesia Sudah Ditentukan
Pembunuhan

News

Terungkap Motif Pembunuhan-Pencabulan Gadis 14 Tahun
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com