Banjarmasin Optimis Target Investasi Tahun Ini Tercapai Kandas di Piala Presiden, Barito Putera Langsung Fokus ke Liga 1 Persiba Balikpapan Gasak PSIM Yogyakarta 2-0 Tarif Air Bersih Naik, Dewan Kotabaru Minta Pelayanan PDAM Ikut Membaik Indomaret Izin Masuk Barabai Bukan Pepesan Kosong

Lampu Kuning Teller & CS, Bank Bakal PHK Besar-besaran?

Banyak sektor yang mengalami badai disrupsi digital selama pandemi Covid-19, termasuk dunia perbankan.Kondisi ini menyebabkan bank berubah.
- Apahabar.com     Selasa, 17 Mei 2022 - 08:39 WITA

Lampu Kuning Teller & CS, Bank Bakal PHK Besar-besaran?

Ilustrasi layanan perbankan. Foto-net

apahabar.com, BANJARMASIN – Banyak sektor yang mengalami badai disrupsi digital selama pandemi Covid-19, termasuk dunia perbankan.

Kondisi ini menyebabkan bank merubah diri menjadi bank digital di masa mendatang.

Alhasil sangat berdampak pada para pegawai, di antaranya yang berprofesi sebagai teller dan back office.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan disrupsi dan transformasi digital tidak hanya terjadi di Indonesia. Namun juga seluruh belahan dunia.

Disrupsi digital juga dapat menghilangkan beberapa pekerjaan. Di saat bersamaan akan memunculkan ekonomi-ekonomi baru.

“Transformasi digital itu memunculkan ekonomi-ekonomi baru. [Teller dan back office bank] mungkin akan hilang katakanlah tetapi pasti akan memunculkan services baru yang dibutuhkan masyarakat,” jelas Sri Mulyani dinukil cnbcindonesia.

Sebelumnya ia pernah bilang profesi teller bank mungkin tidak akan ada lagi pada 2045 mendatang.

Ini dikarenakan masyarakat sudah beralih ke bank digital.

Fenomena serupa sudah terjadi di wilayah Eropa.

Di sana dilaporkan bank telah beroperasi tanpa memberikan layanan secara personal serta digantikan oleh teknologi.

Ia juga menambahkan transformasi digital serta kesiapan penduduk Indonesia jadi perhatian bagi pemerintah.

Apalagi Indonesia juga punya bonus demografi sampai 2030 mendatang, saat pertumbuhan kelas produktif akan terus meningkat.

Pemerintah melakukan beberapa cara untuk menyiapkan generasi muda menghadapi hal ini.

Salah satunya dengan menyiapkan anggaran fungsi pendidikan senilai Rp 550 triliun tahun ini.

Pembangunan infrastruktur digital sebagai tulang punggung ekonomi digital juga dilakukan.

Untuk itu pemerintah membutuhkan investasi besar dari satelit hingga membangun menara base transceiver station (BTS).

“Mengenai training yang lain kita terbuka. Kita punya kartu Prakerja, ini sebenarnya untuk menyapu mana yang dibutuhkan masyarakat, banyak di antara pelaku dan provider itu mulai memunculkan banyak pilihan,” jelas Sri Mulyani.

Editor: Muhammad Robby - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Munarman

News

Munarman Bakal Bacakan Pleidoi Kasus Dugaan Terorisme Pagi Ini
Ribut

News

Terungkap Sosok Pria Berpistol Ribut vs Gojek di Citraland Banjar

News

Tak Ada Alkohol dan LGBT di Piala Dunia 2022 Qatar

News

Tanggal Palindrom, Ribuan Pasangan di Berbagai Negara Menikah Hari Ini
Vaksinasi Covid-19 di Lokasi Wisata Tanah Laut

News

Kemenag Kotabaru: Vaksin Saat Berpuasa, Jangan Ragu
IMF

News

Ekonomi Memburuk, IMF Segera Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Global Lagi
Presiden Joko Widodo. Foto-Istimewa

News

Pekan Depan, Presiden Jokowi ke Washington Hadiri KTT ASEAN-AS
Sikapi Pengeroyokan Ade Armando, Warganet Masih Terbelah. Foto-Istimewa

News

Sikapi Pengeroyokan Ade Armando, Warganet Masih Terbelah
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com