Terbantahkan, Terdakwa Pastikan Mardani H Maming Tak Terima Dana Gratifikasi Izin Tambang Prediksi BPBD Terkait Ancaman Banjir Rob di Banjarmasin Kini Sejarah Hari Ini: Tragedi Kelam Jumat Kelabu Banjarmasin Keluh Pengusaha Sawit Kalsel Kala Larangan Ekspor CPO Hari Ini, Pesisir Kalsel Dibayangi Hujan Berpetir

Nihil Kasus, Kalsel Tingkatkan Kewaspadaan Dini Penyakit Mulut & Kuku

Sampai saat ini, temuan penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak di Kalimantan Selatan masih nihil.
- Apahabar.com     Rabu, 11 Mei 2022 - 20:38 WITA

Nihil Kasus, Kalsel Tingkatkan Kewaspadaan Dini Penyakit Mulut & Kuku

Pemprov Kalsel melalui Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) terus berupaya meningkatkan kewaspadaan dini akan penyakit tersebut. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARBARU – Sampai saat ini, temuan penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak di Kalimantan Selatan masih nihil.

Meski begitu, Pemprov Kalsel melalui Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) terus berupaya meningkatkan kewaspadaan dini akan penyakit tersebut.

Tim terpadu gabungan dari Disbunnak, Balai Veteriner Banjarbaru, Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Banjarmasin, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Banjarbaru serta Banjarmasin, Dinas Peternakan Perkebunan Kabupaten Banjar sudah diturunkan sejak Minggu (8/5) lalu.

Antisipasi dini merupakan instruksi langsung Gubernur Kalsel Sahbirin Noor.

Pelacakan sudah dilakukan tim terpadu di beberapa tempat peternakan sapi, kerbau dan kambing.

“Seperti di Banjarmasin, Banjarbaru dan Banjar,” kata Kepala Disbunnak Kalsel, Suparmi.

Di wilayah Banjarbaru, pemantauan dilakukan di 3 tempat pengumpul sapi dan 1 tempat pengumpul kambing.

Sedangkan untuk Banjar dilakukan di RPH Martapura dan 3 tempat pengumpul sapi.

Tim terpadu untuk Kota Banjarmasin juga melakukan pemantauan di RPH Basirih Banjarmasin dan 2 tempat pengumpul sapi serta satu lokasi pengumpul kambing.

Berbagai pemeriksaan kesehatan pada hewan ternak dilakukan.

Dari pengambilan sampel, tracing pemasukan ternak dan distribusi ternak pada dua bulan terakhir.

Selain itu, tim juga melakukan sosialisasi dan KIE pada staf RPH dan pemilik tempat pengumpul ternak terkait kewaspadaan PMK.

Pegawasan juga dilakukan di pintu masuk jalur laut.

Tim sebelumnya sempat memeriksa Kapal KM. Dharma Rucitra I yang berasal dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Hal itu dalam rangka kewaspadaan PMK di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin dengan menggunakan mobil layanan karantina.

“Hasilnya, sejauh ini belum ditemukan PMK pada ternak yang ada di Banua,” ujar Suparmi.

PMK terhadap hewan ternak saat ini memang jadi sorotan.

Kasus mengganas di Jawa Timur.

Tercatat, sebanyak 1.247 ternak sapi di empat kabupaten terjangkit PMK.

Editor: Muhammad Robby - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Dishub Banjarmasin

Hot Borneo

Aneh Gonggongan Anjing-DJ di Simpang Sutoyo Banjarmasin, Dishub Diretas?
Kebakaran Kapuas

Hot Borneo

BREAKING! Si Jago Merah Mengamuk di Bundaran Pujon Kapuas Kalteng
Mayat Dekat RSJ Sambang Lihum

Hot Borneo

Breaking! Penemuan Mayat Perempuan di Dekat RSJ Sambang Lihum
mobil terbakar di Tenggarong

Hot Borneo

Satu Unit Mobil Terbakar di Tenggarong, Ditemukan Beberapa Jeriken BBM di Dalamnya

Hot Borneo

Jelang Bulan Puasa, Harga Bahan Pokok di Tanah Bumbu Bergerak Naik
Polres Kapuas

Hot Borneo

Miliki Sabu 6,35 Gram, Warga Kapuas Ditangkap Polisi
Ops Jaran Intan Polres Tapin amankan tersangka curanmor-penadah dan belasan motor. Foto - apahabar.com/sandy

Hot Borneo

Ops Jaran Intan Polres Tapin Amankan Tersangka Curanmor dan Belasan Motor
Sahbirin Noor

Hot Borneo

Dua Tahun Corona di Banua, Pemprov Kalsel Sudah Ngapain Aja?
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com