Shin Tae-yong Puji Semangat Juang Garuda Muda Tumbangkan Malaysia Keluh Kesah Pengusaha Sawit Kalsel Kala Larangan Ekspor CPO 4 Universitas Walk Out, Munas BEM SI di Kalsel Pilih Koordinator Baru Bukan Laka Tunggal! Penyebab Pikap Tabrak Pohon Berujung Maut di Gambut Krisis Air Bersih di Kota Sungai, Ombudsman Panggil PDAM Bandarmasih

Pacu Dekarbonisasi, PKT Targetkan Penekanan Emisi Karbon hingga 38% di 2040

%%excerpt%% Peran dan inovasi pelaku industri dalam mengurangi emisi karbon semakin krusial dalam mendukung tercapainya Net Zero Emission pada 2060.
- Apahabar.com     Selasa, 10 Mei 2022 - 09:50 WITA

Pacu Dekarbonisasi, PKT Targetkan Penekanan Emisi Karbon hingga 38% di 2040

Pupuk Kaltim. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Peran dan inovasi pelaku industri dalam mengurangi emisi karbon semakin krusial dalam mendukung tercapainya Net Zero Emission pada 2060.

Peranan tersebut ditindaklanjuti oleh komitmen perusahaan BUMN dalam program Dekarbonisasi BUMN, yang menargetkan penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) berbasis National Determined Contribution (NDC) hingga 29% pada 2030 mendatang.

Sebagai salah satu bagian dari Pupuk Indonesia Group, PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) juga berkomitmen melakukan penurunan emisi dan berkontribusi pada pencapaian Dekarbonisasi BUMN.

Lewat beragam inisiatif strategis yang telah dan akan dijalankan perusahaan, PKT menargetkan dapat mengurangi emisi karbon hingga 38% di tahun 2040.

Direktur Operasi dan Produksi PKT Hanggara Patrianta memaparkan bahwa pelaku industri saat ini semakin dituntut untuk mampu menerapkan proses produksi yang lebih hijau.

Sebagai produsen pupuk, PKT juga telah berorientasi untuk terus menekan gas emisi dari hasil produksi dan berinovasi untuk meningkatkan efisiensi energi.

Hal tersebut telah menjadi fokus PKT yang tertuang dalam roadmap perusahaan 40 tahun ke depan berbasis energi terbarukan.

“Melalui berbagai inovasi yang telah dan akan diterapkan, kami juga siap memimpin transformasi industri petrokimia menjadi industri energi terbarukan yang lebih hijau,” ucap Hanggara melalui siaran pers tertulisnya.

Melalui berbagai inisiatif strategis yang sebelumnya telah dilakukan, PKT berhasil melakukan dekarbonisasi di lingkungan operasional perusahaan, hingga sekitar 16% pada tahun 2021.

Lebih lanjut, kedepannya perusahaan menargetkan penurunan gas emisi rumah kaca hingga 1,6 juta ton per tahunnya.

Berbagai inovasi dekarbonisasi yang dinilai dapat berkontribusi pada penurunan emisi karbon perusahaan, di antaranya sebagai berikut:

1. Efisiensi pabrik guna menekan gas buangan, dengan melakukan penghematan pemakaian gas alam diantaranya melalui revamping pabrik ammonia.

2. Pengembangan bisnis dan teknologi baru, yang difokuskan pada penyerapan karbondioksida (CO2) untuk digunakan sebagai bahan baku produk lainnya serta mensubstitusi bahan baku gas alam dengan hidrogen berbasis EBT untuk menghasilkan Green Ammonia.

3. Substitusi bahan baku/energi berbasis fosil dengan energi baru dan terbarukan, yang di antaranya dilakukan dengan menghadirkan PLTS guna memasok kebutuhan listrik perkantoran dan fasilitas pendukung di PKT.

4. Pendekatan biologi, yang mampu mengurangi emisi gas secara alami melalui tanaman hayati yang mampu menyerap karbon, seperti Mangrove yang mampu menyerap karbon dalam jumlah yang lebih banyak dibandingkan ekosistem hutan terestrial atau disebut dengan nama Cifor.

Selain berhasil menekan emisi karbon perusahaan, komitmen PKT dalam melakukan dekarbonisasi juga mendapat pengakuan di industri.

Pada 2022 ini, PKT meraih penghargaan Transparansi Emisi Korporasi 2022 yang diberikan oleh Bumi Global Karbon (BGK) Foundation dan Majalah Investor.

Kali ini PKT berhasil memperoleh penghargaan tertinggi, Platinum Plus, yang tidak hanya menunjukkan capaian positif perusahaan dalam menekan gas buangan, tetapi juga menunjukkan transparansi perusahaan yang terangkum dalam sustainability report.

Para peraih penghargaan Platinum Plus dinilai mampu memberikan informasi akurat dan terukur akan jumlah emisi buangan dan penurunan Gas Rumah Kaca (GRK) serta memperoleh verifikasi dari pihak independen.

“Penghargaan ini menjadi semangat bagi perusahaan untuk terus menjadi pelaku industri petrokimia yang terdepan dalam menjaga keseimbangan bisnis dan lingkungan. Kami percaya, melalui praktik produksi yang lebih berkelanjutan, akan berdampak pada praktik bisnis perusahaan yang juga berkelanjutan. PKT juga akan terus berkomitmen untuk terbuka dan transparan dalam hal emisi karbon, yang selama ini telah kami lakukan melalui sustainability report yang dirilis setiap tahunnya,” tutup Hanggara.

Editor: Muhammad Robby - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

News

Aturan Baru, Siswa Belum Vaksin Wajib Hasil Tes PCR di Banjarmasin
kecelakaan Gambut

News

PCX Vs Scoppy di Gambut, Dua Wanita Terkapar-Luka Parah
emas antam

News

Harga Emas Antam Turun ke Rp984 Ribu per Gram
Haji

News

Kabar Gembira! Haji 2022 Dibuka Arab Saudi untuk Jemaah Seluruh Dunia

News

Ayo Ikut! Kementerian PUPR Gelar Sayembara Gedung IKN Berhadiah Rp3,4 Miliar
Gunung

News

Gunung Anak Krakatau Masih Siaga III, Ini Pesan BNPB
Perjalanan Domestik

News

HORE! Perjalanan Domestik Transportasi Udara, Laut dan Darat Tak Perlu Antigen-PCR
Cuaca

News

Termasuk Banjarmasin dan Banjar, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Hujan Petir
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com