Viral Surat Cinta BPK untuk Masyarakat Setelah Insiden Maut di Lingkar Dalam [ANALISIS] Tembok Retak RS Sultan Suriansyah Tuai Sorotan Aturan Baru Berlaku, Penumpang di Syamsudin Noor Masih Stagnan  Cuaca Hari Ini, Hujan Disertai Petir Mengintai Kalsel Ribuan Lahan Padi di Kalsel Terancam Kerdil dan Menguning, Dinas TPH: Jangan Panik

Pengidap Hipertensi dan Diabetes di Balikpapan Meningkat Pasca-Lebaran, Ini Penyebabnya

Pasca-Lebaran Hari Raya Idulfitri 1443 H, pengidap hipertensi dan diabetes di Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim) meningkat.
- Apahabar.com     Sabtu, 7 Mei 2022 - 19:53 WITA

Pengidap Hipertensi dan Diabetes di Balikpapan Meningkat Pasca-Lebaran, Ini Penyebabnya

Ilustrasi cek darah. Foto-net

apahabar.com, BALIKPAPAN – Pasca-Lebaran Hari Raya Idulfitri 1443 H, pengidap hipertensi dan diabetes di Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim) meningkat.

Hal ini dikarenakan pola makan yang tidak terkendali saat Hari Raya Idulfitri. Kebanyakan akibat santap makanan bersantan, berlemak dan minuman bersoda.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Andi Sri Juliarty mengatakan bahwa pihaknya mendapat banyak laporan dari Puskesmas dan rumah sakit di Balikpapan terkait adanya peningkatan pengidap hipertensi dan diabetes.

“Iya, habis lebaran ini kami menerima laporan yang paling banyak itu kasus hipertensi, stroke, dan diabetes yang menjadi tidak terkendali. Mungkin ini karena ada perubahan pola makan ketika Idulfitri,” katanya pada Sabtu (7/5).

Dari catatan Dinkes Kota Balikpapan, tiga penyakit terbanyak dialami masyarakat pasca lebaran ini yakni Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), Hipertensi dan Diabetes. Untuk ISPA rata-rata dialami oleh anak-anak, sementara Hipertensi dan Diabetes banyak menyerang orang dewasa dan lansia.

“Kasus ISPA itu ada 156 orang, kemudian urutan kedua ada Hipertensi 130 kasus, dan di urutan ketiga itu Diabetes ada 40 kasus,” sebutnya.

Meningkatnya jumlah pasien yang mengidap tiga penyakit tersebut membuat tenaga kesehatan harus bekerja keras.

Pasalnya, sejak H1 lebaran banyak masyarakat yang datang ke rumah sakit dan Puskesmas untuk berobat. Untuk itu petugas medis terus disiagakan hingga libur lebaran ini berakhir.

“Iya, petugas medis kita di Puskesmas selalu siaga. Memang habis lebaran ini banyak yang makan tidak terkendali, makan bersantan, minuman manis-manis dan soda, jadi bisa menyebabkan hipertensi dan diabetes,” ungkapnya.

Sementara itu salah seorang warga Balikpapan Barat, Riyan mengaku mengalami hipertensi akibat kebanyakan mengonsumsi buras yang dicampur karih ayam.
Makanan yang kerap disajikan saat lebaran ini memang mengandung santan yang juga berpotensi menyebabkan hipertensi.

“Memang sejak lebaran itu makanannya buras, lemang dan pasangannya kuah kari. Nah nggak lama beberapa hari kemudian kepala kok sakit, jadi saya berobat ke Puskesmas, katanya gejala hipertensi,” tutur Riyan.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Dinkes

Hot Borneo

Pakai DAK, Dinkes Banjarmasin Jajali 52 KPM dengan Teori Stunting
SMPN 2 Martapura Timur

Hot Borneo

Mendekati Ujian, Siswa SMPN 2 Martapura Timur Belajar di Tengah Banjir

Hot Borneo

Kebakaran di Marindi Tabalong; Enam Rumah Dilalap Api, Dua di Antaranya Tinggal Arang
bocah terkena petasan

Hot Borneo

Akibat Petasan, Jari Bocah Sembilan Tahun Hancur
Pengedar Sabu Angsana

Hot Borneo

Polsek Angsana Ringkus Pengedar Sabu, 10 Paket Diamankan
buruh

Hot Borneo

Asyik Nge-Fly Sabu, Buruh di Banjarmasin Utara Diciduk Polisi
Kebakaran di Banjarmasin

Hot Borneo

Rumah dan Gudang di Banjarmasin Hangus Terbakar
Sopir Travel Banjarmasin

Hot Borneo

Jelang Idulfitri, Sopir Travel di Banjarmasin Mengeluh Penumpang Sepi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com