Pelunasan Bipih Ditutup, Puluhan Jemaah Cadangan Lengkapi Kuota Haji Kalsel 2022 Innalillahi, Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Buya Syafii Maarif Tutup Usia PT BKB Tanbu Laporkan Ormas KPK Tipikor Kalsel ke Polisi [ANALISIS] Judi ‘Gurak’, Ritual Adat atau Kepentingan Pribadi? Kebakaran Simpang Telawang, Korban Tetap Tinggal Saat Api Berkobar

Perkenalkan Budaya Banjar, Pemuda Kalsel Tampilkan Madihin di Atas Sungai Martapura

- Apahabar.com     Minggu, 8 Mei 2022 - 13:16 WITA

Perkenalkan Budaya Banjar, Pemuda Kalsel Tampilkan Madihin di Atas Sungai Martapura

Upaya memperkenalkan budaya Madihin di atas Sungai Martapura, Pasar Terapung Lok Baintan. apahabar.com/Bahaudin Qusairi

apahabar.com, BANJARMASIN – Sekelompok pemuda di Kalimantan Selatan (Kalsel) memiliki cara unik dalam memperkenalkan seni dan budaya daerah.

Mereka menaiki kapal mesin menjelajahi Sungai Martapura hingga ke Pasar Terapung Lok Baintan di Kabupaten Banjar pada Minggu (8/5).

Sambil menyusuri sungai, mereka menampilkan kesenian madihin di hadapan pedagang dan pengunjung Pasar Terapung.

Para pemuda dari kalangan mahasiswa itu juga membuat sketsa Pasar Terapung Lok Baintan.

“Susur sungai itu merupakan proses untuk memperkenalkan budaya di Kalsel,” ujar Pelopor Sadar Budaya, Gusti Anisa Wulandari.

Dengan cara itu, dia berharap masyarakat bisa lebih mengenal dengan seni dan budaya di Kalsel, seperti rumah lanting, pasar terapung hingga madihin.

Kegiatan ini juga digelar bersamaan dengan Lomba Desain Motif Budaya Kalsel yang bekerja sama dengan HIMA Arsitektur ULM. Pesertanya dari kalangan pelajar dan mahasiswa di Kalsel.

“Budaya Kalsel semakin terkikis karena ada budaya dari luar dan asing. Makanya kita mengajak anak muda kembali mengenal budayanya,” imbuhnya.

Hasil karya dari lomba tersebut akan dijadikan suatu produk yang nantinya disebarluaskan dan diperkenalkan kepada masyarakat.

Alvaprav yang berhasil meraih juara dalam lomba tersebut memilih menggambar kain dengan motif Banjar. Ada pula tambahan elemen air yang identik dengan Kalsel. Perlu waktu dua hari untuk menyelesaikan karya tersebut.

“Desain itu merupakan ciri khas dari Kalsel. Inspirasinya dapat dari desain lain yang dicoba diadaptasi,” pungkasnya.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Gempa Paser

Hot Borneo

Imbas Gempa Paser Kaltim di Tabalong; Rumah Bergetar, Nihil Kerugian

Hot Borneo

Ramadan Sebentar Lagi, Harga Cabai di Kalsel Terus Melesat
Lahan kritis Kalsel

Hot Borneo

Duh, Puluhan Ribu Lahan Kritis di Kalsel Belum Tertangani
Rumah Kosong Martapura Terbakar

Hot Borneo

Rumah Kosong di Martapura Terbakar, Penyebab Masih Misteri
Pasutri

Hot Borneo

Scoopy Vs Fuso di Anjir Kapuas, Pasutri Asal Martapura Tewas Seketika!

Hot Borneo

Bukan Kabar Baik, Peredaran Narkoba di Batola Sudah Menembus Kawasan Terujung

Hot Borneo

Sempat Diguyur Hujan, Ribuan Jemaah di Tanbu Salat Id di Masjid Agung Al Falah

Hot Borneo

Geramnya Bang Dhin Masih Ada Perusahaan di Kalsel Bayar THR Tak Layak
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com