Viral Surat Cinta BPK untuk Masyarakat Setelah Insiden Maut di Lingkar Dalam [ANALISIS] Tembok Retak RS Sultan Suriansyah Tuai Sorotan Aturan Baru Berlaku, Penumpang di Syamsudin Noor Masih Stagnan  Cuaca Hari Ini, Hujan Disertai Petir Mengintai Kalsel Ribuan Lahan Padi di Kalsel Terancam Kerdil dan Menguning, Dinas TPH: Jangan Panik

Pilih Nikah Siri, Ribuan Pasutri di Kubar Belum Diakui Negara

- Apahabar.com     Jumat, 13 Mei 2022 - 23:51 WITA

Pilih Nikah Siri, Ribuan Pasutri di Kubar Belum Diakui Negara

Ilustrasi pernikahan siri yang dipilih ribuan pasutri di Kutai Barat. Foto: Wollipop

apahabar.com, SENDAWAR – Hanya memilih melakukan nikah siri, 35 ribu pasutri di Kutai Barat (Kubar) belum mendapatkan pengakuan negara alias tidak tercatat dalam administrasi kependudukan.

Pasutri yang menikah siri itu tersebar di 16 kecamatan. Sebaliknyd dalam data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), terdapat 81 ribu pasutri di 16 Kecamatan itu.

Artinya 46 ribu lebih pasutri yang sudah berstatus nikah diakui negara. Sedangkan 35 ribu lebih menikah tak diakui negara atau siri.

“Memang kalau dibiarkan berlajut, anak-anak mereka akan kesulitan membuat administrasi kependudukan. Penyebabnya status pernikahan orang tua mereka tidak tercatat secara negara,” papar Kepala Disdukcapil Kubar, Abimael, Jumat (13/5).

Sedianya Pemkab Kubar, Pengadilan Agama dan Kementerian Agama Kubar sudah membuat nota kesepahaman untuk mempercepat administrasi negara terhadap pasutri yang berstatus nikah siri.

Namun di sisi lain, Disdukcapil Kubar mengklaim keterbatasan anggara untuk mempercepat pendataan sisa pasutri yang masih kawin siri tersebut.

“Khususnya dalam proses sidang di Pengadilan Agama. Biaya membuka sidang sebesar Rp 420 ribu per orang, belum termasuk biaya lain,” papar Abimael.

“Soal biaya di Pengadilan Agama tersebut sudah memiliki aturan yang diakui atau dibenarkan oleh Mahkamah Agung,” imbuhnya.

Adapun solusi yang diisulkan Disdukcapil Kubar adalah bantuan dari pihak ketiga, terutama perusahaan melalui Corporate Social Responsibility (CSR).

“Kami berharap perusahaan dapat mengalokasikan dana Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) atau CSR terhadap kegiatan ini,” tandas Abimael.

Editor: Bastian Alkaf - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Hot Borneo

Edarkan Narkoba, 2 Perempuan Ikut Terjerat Operasi Antik Intan 2022 di Tapin

Hot Borneo

Band Gigi Hingga Ratna Lida Siap Meriahkan Hari Jadi Kotabaru
AirNav Indonesia Cabang Banjarmasin

Hot Borneo

Antisipasi Arus Mudik, AirNav Indonesia Cabang Banjarmasin Pindah Tower hingga Pembatasan Cuti
KPK

Hot Borneo

KPK: Bupati Penajam Paser Utara Terancam Pasal TPPU
PDAM Bandarmasih

Hot Borneo

Penuhi Panggilan Dewan, PDAM Bandarmasih Komitmen Jalankan 3 Solusi
Rabithah Alawiyah Banjarmasin

Hot Borneo

Sengkarut Masalah Nasab di Banjarmasin; Rabithah Alawiyah Datangi Haul Akbar Habib Abdurrahman Alkaf, Cari Orang yang Mengklaim Sebagai Habib
Polisi Jaga Pelabuhan Trisakti Banjarmasin

Hot Borneo

Diadang Polisi, Massa Aksi Sopir di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin Tak Kunjung Muncul
Kebakaran Kapuas

Hot Borneo

UPDATE Kebakaran Pujon Kapuas: 7 Kios Hangus Dilahap Api
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com