Kronologis Laka Maut di Kandangan Hingga Pemotor Tewas Terlindas Truk Adik Maliki Jadi Saksi, Tegaskan Duit Fee Diminta Abdul Wahid Siap-Siap, Distribusi Air Bersih PT AM Bandarmasih Setop 6 Jam Jalani Sidang Perdana, Suami ‘Ratu’ Arisan Online Bodong Banjarmasin Didakwa Pasal Penipuan & Penadahan Lanjutan Sidang ‘Ratu’ Arisan Online Bodong Banjarmasin, Terdakwa Ngaku Jual Slot Fiktif

Presiden Jokowi: Keliru Jika Uang Rakyat Dibelanjakan Barang Impor

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan APBN, APBD, dan anggaran BUMN, berasal dari uang rakyat sehingga keliru besar jika dibelanjakan
- Apahabar.com     Selasa, 24 Mei 2022 - 19:47 WITA

Presiden Jokowi: Keliru Jika Uang Rakyat Dibelanjakan Barang Impor

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan APBN, APBD, dan anggaran BUMN, berasal dari uang rakyat sehingga keliru besar jika dibelanjakan untuk barang-barang impor. Foto-Tangkapan Layar Video Setpres RI/Youtube via Tribunnews.com

apahabar.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan APBN, APBD, dan anggaran BUMN, berasal dari uang rakyat sehingga keliru besar jika dibelanjakan untuk barang-barang impor.

“Seperti yang saya sampaikan di Bali, karena ini uang rakyat, APBN, APBD, BUMN, ini uang rakyat ya jangan toh kita belikan barang-barang impor, keliru besar sekali kita kalau melakukan itu,” kata Presiden Jokowi dalam pengarahannya dan evaluasi (JCC), Jakarta, Selasa (24/5) dilansir Antara.

Presiden Jokowi menyampaikan anggaran dalam APBN mencapai Rp2.714 triliun, sedangkan APBD Rp1.197,2 triliun. Jumlah anggaran semakin besar jika ditambah dengan anggaran BUMN.

Dengan anggaran sebesar itu, sebut Presiden, penggunaannya harus optimal dan tepat sasaran untuk mencapai target-target pembangunan dan kesejahteraan.

“APBN kita, APBD kita, anggaran yang ada di BUMN betul-betul harus kita pegang erat, agar pemanfaatannya bisa betul-betul fokus ke titik yang kita tuju, karena uang gede sekali. APBN kita Rp2.714 triliun, APBD Rp1.197,2 triliun, gede sekali, plus BUMN,” kata Presiden Jokowi.

Presiden meminta seluruh jajaran kementerian/lembaga dan juga jajaran di pemerintah daerah memiliki pemikiran yang sejalan mengenai pentingnya optimalisasi belanja anggaran negara untuk produk lokal, bukan produk impor.

Presiden Jokowi menekankan saat ini kondisi ekonomi global masih terdampak ketidakpastian akibat perang di Ukraina. Ketidakpastian itu berdampak pada seluruh negara, termasuk Indonesia.

“Inilah yang semuanya kita harus memiliki perasaan yang sama, betapa sekarang ini keadaan yang tak mudah, keadaan yang tak gampang,” ujar Presiden Jokowi.

Saat ini, kata Presiden Jokowi, terdapat dua isu besar yakni harga komoditas energi dan harga barang pangan. Indonesia terus berupaya agar mampu menahan harga komoditas energi seperti BBM, dan juga harga pangan agar tidak meningkat.

“Coba dilihat kenaikannya sangat tinggi sekali di negara selain kita, Singapura sekarang harga BBM sudah Rp32.400 per liter, Jerman Rp31.800 [per liter], Thailand Rp20 ribu per liter. Kita [Indonesia] Pertalite masih Rp7.650, Pertamax Rp12.500, yang lain sudah jauh sekali, kenapa harga kita masih seperti ini ya karena kita tahan terus,” ujar Presiden Jokowi.

Upaya pemerintah untuk menahan kenaikan harga energi dan pangan adalah dengan tetap memberikan subsidi melalui APBN.

“Tapi subsidi ini kan membesar, sampai kapan kita bisa menahan ini? ini pekerjaan kita bersama-sama, sehingga saya minta kementerian/lembaga, pemerintah daerah memiliki sense yang sama,” kata Presiden Jokowi.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Ilustrasi mudik. Foto-Istimewa

News

Puncak Arus Balik 7-8 Mei, Catat Pesan Menhub
Kerja

News

Ada Kabar Baik! Australia Buka Lowongan Kerja untuk WNI

News

Libur Lebaran, Pantai Angsana Tanbu Jadi Wisata Andalan
Gempa

News

BMKG Ungkap Skenario Terburuk Gempa di Nias Selatan Bisa Capai M 8,9
Uniska

News

Salut! Mahasiswa ULM Banjarmasin Juara 1 Kompetisi Hukum BEM FH Uniska
Mardani H Maming NU

News

Hipmi Dukung WFH Usai Cuti Lebaran: Role Model Gaya Kerja Baru
Pembalakan Liar

News

Politisi Gerindra Divonis Bebas Kasus Pembalakan Liar, Alasannya Tak Sengaja!

News

Khusus Pelanggan Listrik 3.500 VA ke Atas, Tarif Dinaikkan Mulai 1 Juli
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com